Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

Puisi: Selebrasi Diam

Puisi ini karya Peni Yuniarti (Peniar). Bioranasinya bisa dicek di bagian akhir halaman ini.

Sumber: Profil WA Peniar


Selebrasi Diam


Benteng kiri kanan lumpuh
Perdana menteri jatuh
Raja tersudut
Skak mat...!
Runtuhlah kekuasaan raja tanpa tahta,
tanpa mahkota
Tak perlu yel-yel kemenangan
Tak perlu kibarkan panji-panji
Tak perlu pesta perang
Ini adalah kemenangan yang damai
dalam keheningan
Termantrai dari bilik bening jiwa

~RAIN~



Puisi lainnya dalam bentuk gambar berikut.




Bionarasi

Menulis adalah kegemaran yang sangat melekat di diri Peni Yuniarti. Kelahiran Probolinggo, saat ini berdomisili di Sumenep, sebagai guru di SDN Manding Laok I. Meski dalam menulis seeorang memliki dan memilih spesifikasinya sendiri. Menulis cerpen sangat merangsang imajinasi dan kreatifitas, mengasah kemampuan berpikir kreatif, independen, luas dan kritis, meningkatkan pengembangan bahasa atau komunikasi dan lain-lain. Ia sangat menyukai menulis, terutama menulis puisi karena hanya lewat puisi bisa mencurahkan semua isi hati, ide atau gagasan serta pengalaman tanpa melibatkan orang lain. Dengan menulis puisi akan tahu apa yang orang-orang baca bisa berbeda dengan apa yang dirasakan, seperti kehalusan dan kelembutan rasa yang teramat menyenangkan. Apapun alasan dan tujuan menulis puisi adalah ungkapan kejujuran bagaikan mata air yang mengalir dengan jernih. “Poetry like a waterhole flowing from the depths of soul”.

Posting Komentar untuk "Puisi: Selebrasi Diam"