513 Km (True Story): Part 16 - CocokPedia
Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

513 Km (True Story): Part 16

Pernah suatu hari Badrul mendatangi seseorang yang katanya mampu dalam bidang supranatural. Ia mendatanginya karena panik, tidak tahu lagi harus bagaimana agar Nirmalanya kembali. Menurut kabar ia mampu mengikatkan kembali kedua hati pasangan suami isteri.

Ia dimintai nama isterinya, nama ibu dari isterinya, diminta foto juga dan sebagainya. Begitu saja sambil menunggu keajaiban. Seseorang yang lain juga meminta persyaratan yang sama. Bedanya ia memberikan jimat dan sesendok gula. Selanjutnya kembali menunggu keajaiban.




“Mana hasilnya? Setelah sekian waktu, mana tandanya?” Batin Badrul. Badrul seperti merasa terlibat dengan kebodohan yang sedang viral. Badrul menjadi ikut-ikutan halu sebagai manusia yang pernah sekolah.

Akhirnya ia memutuskan berhenti. Ia hanya memilih Supranatural Adipati Malang. Setidaknya secara gaib ada yang membantu pikirannya tetap sehat. Gelombang pasang hatinya tidak menerkam kehidupan yang lebih luas.

Setiap hari, sepanjang hari, siang dan malam, Badrul tetap melanjutkan ritual jalur langitnya. Memutar biji tasbih, mengirim doa, memanggil nama, kadang sedikit mengancam. Sebegitunya usaha Badrul dari tak inginnya Nirmala meninggalkannya.

Waktu berjalan dengan amat cepat. Tak satu pun Nirmala menanya kabar tentang Badrul. Ia berasa malas memulainya. Sama seperti hari hari sebelumnya, selalu Badrul yang memulai komunikasi. Ia benar-benar diam. Entah sampai kapan. Sepertinya menunggu prasangka baiknya terjadi. Menunggu keajaiban benar-benar terwujud. Walaupun mungkin mustahil, ia pura-pura tak percaya. Ia tetap pura-pura percaya, suatu hari Nirmala menghubunginya. Nirmala akan kembali kepadanya.

Setiap helaan napasnya, nama dan wajah Nirmala begitu jelas. Jujur, Badrul sebenarnya juga sakit hati. Ia selalu bertanya dalam hati, apakah Nirmala sudah merasa menjadi isteri yang baik bagi suami hingga menghukum Badrul seberat itu? Apakah semua gugatannya hanya alasan agar ia terbebas dan kemudian menikah dengan lelaki lain?

“Oh, tidak!” Kemudian Badrul berhenti mendengarkan ocehan pikirannya sendiri. Memang benar, pikiran itu sungguh mengusik hati.

Ia kemudian menjernihkan pikirannya bahwa Nirmala adalah isteri yang baik. Sangat baik, terbaik hingga saat dipisah maut. Ia kembali teringat isi surat terakhir buat Nirmala. Seluruh huruf dan kata di dalamnya memuji keluhuran Nirmala.





Posting Komentar untuk "513 Km (True Story): Part 16"