513 Km (True Story): Part 13 - CocokPedia
Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

513 Km (True Story): Part 13

 

“Mama, ini tubuh ayah yang pernah mama peluk. Ini tangan ayah yang pernah mama sungkem. Ini bibir dan pipi ayah yang pernah mama cium. Tubuh ini yang pernah melekat di keseluruhan permukaan kulit mama. Tidakkah mama merindukannya?”

“Mama, napas ini yang pernah bertukar dengan napas mama. Kulit ini yang pernah bercampur dengan keringat mama. Tubuh ini yang pernah menyatukan tubuh kita. Tidakkah mama merindukannya?”




“Mata ini yang pernah saling tatap dengan mama. Hidung ini yang pernah bertukar aroma kita. Tangan ini dengan keseluruhan kenakalannya yang mama suka. Tidakkah mama merindukannya?”

“Tidakkah mama merindukan berbincang dengan ayah? Tidakkah mama merindukan keluguan dan kelucuan ayah? Tidakkah mama ingat kekonyolan ayah saat menyanyikan lagu Stand by Me? Tidakkah mama merindukan makan bersama ayah? Tidakkah mama merindukan berboncengan dengan ayah? Tidakkah mama merindukan tawa dan tangis bersama saat nonton bareng film Korea?”





“Ada banyak kenangan manis dan perjuangan hidup yang kita lalui. Tidakkah mama mau mengenangnya bersama ayah lagi sambil tiduran?”

“Sesulit itukah menurunkan sedikit kemarahan mama? Sesusah itukah menggeser sedikit kebencian mama? Tidak bisakah mengambil satu saja kenangan terindah untuk menggeser sakit hati mama?”

Badrul mengelus dada sembari menyebut nama Nirmala. Berkali-kali. Air matanya kembali ruah. Berbagai tayangan kenangan melintasi ingatannya. Tiap momennya makin tajam dan memilukan.

“Ayolah Tuhan, baliklah bencinya menjadi cinta yang lebih seru! Buatlah di mata dan hatinya hanya ada kerinduan padaku! Bukankah mudah bagiMu membuatnya mencabut berkas cerai gugatnya? Jika Engkau Maha Sakti, kembalikan ia padaku!”

Suatu malam, di pertiga malam Kamis, Badrul bermimpi bertemu Nirmala. Ia senang sekali. Ia rengkuh pundak Nirmala yang berbaju rajut warna biru dengan kedua tangannya. Pada mimpinya, ia dalam kondisi uangnya kurang untuk beli rokok. Badrul meminta bantuan Nirmala untuk menggenapinya untuk sebungkus rokok. Ternyata Nirmala masih mau membagi sedikit uangnya untuk rokok Badrul. Badrul terbangun kemudian memberikan salam kepadanya dalam terjaga.

Sudah Badrul sebulan tidak masuk kerja. Ia tak peduli lagi semisal disanksi kedinasan. Di pikiran, mata, dan hatinya hanya menginginkan Nirmala kembali. Hanya dirinya obor semangat menjalani hidupnya yang jauh dari kebersamaan. Nirmalalah yang membuatnya tangguh menghadapi apapun.

“Ayah harus masuk kerja! Itu tanggung jawab Ayah. Setidaknya tidak membuat Uti kecewa. Kasihan juga anak-anak Ayah tidak ceria!” Sms Nirmala.

“Ayah belum siap secara mental berdiri di muka kelas.”

“Mana yang katanya ayah mau berubah lebih baik? Mana hasilnya ayah mendekat kembali kepada Tuhan?”

“Mungkin memang tidak ada gunanya!” Badrul memotongnya dan menggantinya dengan senyap, tidak lagi berbalas pesan.





Posting Komentar untuk "513 Km (True Story): Part 13"