513 Km (True Story): Part 1 - CocokPedia
Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

513 Km (True Story): Part 1

Saat kisah ini ditulis, pandemi yang melanda bangsa Indonesia berangsur menjadi endemi. Kisah ini juga dilatarbelakangi oleh ambruknya perekonomian global dampak pandemi juga akibat perang Rusia dan Ukraina. Beberapa negara di dunia ambruk tak tertahankan. Fenomena lain yang mewarnai kisah ini yakni perang antar pesulap dan dukun; ikar KebangkitanNusantara; dan sederetan kasus perang politik dalam negeri menjelang 2024.

Dengan segala carut-marutnya drama dunia, kisah ini diawali dengan cerita setangkai mawar merah yang dibungkus dengan puisi cinta. Salah satu cara merayu seorang pemuda kampung yang sok nyastra bernama Badrul, dua puluh satu tahun yang lalu untuk gadis Kota Malang bernama Nirmala. Ketika itu belum ada makhluk yang bernama hape. Jadi masih menggunakan jurus merayu yang sangat konvensional.


Original Cover


Dan satu lagi jurus merayu yang juga digunakan Badrul yakni lagu Iwan Fals yang berjudul Maaf Cintaku. Badrul melantunkannya diiringi petikan gitar dengan gaya yang juga sok keren padahal hanya tahu memainkan gitar dengan satu lagu itu seumur hidup. Liriknya begini:

 

Ingin kuludahi mukamu yang cantik

Agar kau mengerti bahwa kau memang cantik

Ingin kucongkel keluar indah matamu

Agar engkau tahu memang indah matamu

Harus kuakui bahwa aku pengecut

Untuk menciummu juga merabamu

Namun aku tak takut untuk ucapkan

Segudang kata cinta padamu

Mengertilah

Perempuanku

Jalan masih teramat jauh

Mustahil berlabuh

Bila dayung tak terkayuh

Maaf cintaku

Aku menggurui kamu

Mengertilah

Perempuanku

Jalan masih teramat jauh

Mustahil berlabuh

Bila dayung tak terkayuh

Maaf cintaku

Aku nasehati kamu

Maaf cintaku

Aku menggurui kamu



Sumber https://www.youtube.com/watch?v=u2AN-rI8YD0

 

Lagu tersebut mungkin tidak banyak dikenal di zaman now apalagi oleh generasi Z, gen milenial karena lagu tersebut memang sudah sangat lampau. Lagu tersebut terdapat dalam album Sugali, 1984 silam. Saat novel ini di tangan anda, Iwan Fals yang bernama asli Virgiawan Liestanto masih aktif dan produktif berkarya seni musik. Melalui lagu itu Badrul sepakat dengan Iwan Fals bahwa ia mengagumi dan sekaligus mencintai perempuan dengan carayang tak biasa sejak pertemuan berkesan pertama kalinya.

Dengan dua jurus merayu tersebutlah yang ampuh menjatuhkan pilihan hati Nirmala kepada Badrul. Dengan mawar dan puisi Badrul menyatakan cintanya yang halus, tanpa harus menembak dengan kata-kata melalui lisan. Dengan lagu dan petikan gitar serta lirik sarkasme tersebut Badrul menunjukkan kekagumannya kepada pujaan hatinya.

Kisah cinta yang akan diceritakan dalam novel ini bukan cinta biasa. Cinta luar biasa. Cinta yang hanya orang istimewa yang dapat menjalaninya bahkan setingkat Dilan pun yang tak akan sanggup menanggung beratnya rindu; takkan mampu menyamai birunya kisah cinta Badrul dan Nirmala. Kisah cinta Badrul-Nirmala ini adalah kisah nyata (true story).

Judul 513 Km menunjukkan geografis cinta antara Badrul dan Nirmala. Untuk bertemu kekasih hati, Badrul harus melewati laut dan darat bahkan udara sekedar menjumpai kekasih hatinya dan menumpas rindu. Bukan jarak tempuh yang dekat dan singkat. Kisah cinta jarak jauh ini secara lengkap telah diceritakan dalam buku Laskar Lempung, Kekata, 2018.

Dengan jarak 513 Km tersebut terciptalah puisi Kerinduan, sembilan tahun setelah pernikahan.

 

Kerinduan

 

bulan sabit mengintip dari celah pelampung
angin menusuk-nusuk kulit
laut menghitam menyimpan kerinduan
cahaya cinta membuat sinar di mata
seraut wajah menampak nyata
ombak yang bergelora membawa diri
lari menjauhi rembulan
meninggalkan negeri yang jauh
dengan rindu yang tak habis-habis
pergi untuk menemukan cintanya
yang hampir busuk merindu

(Banyuwangi, 26 Juni 2010)

 

Puisi tersebut dibuat di tengah perjalanan laut Sumenep-Banyuwangi dengan waktu tempuh dua belas jam. Kemudian Badrul melanjutkannya dengan kereta api atau bus ke arah Malang selama kurang lebih delapan jam.

513 Km adalah kelanjutan dari kisah pada Laskar Lempung. Mengapa kisah 513 Km ini harus diceritakan? Dengan diceritakan setidaknya abadi. Bermanfaat atau tidak, tentu ada saja mutiara walau di dalam lumpur. Bagaimana pun perjalanan kisah cinta Badrul dan Nirmala atau kita semua, happy or not, tentu akhirnya akan sama-sama dipenggal maut.

Selama masih mengarungi bahtera hidup, tentu hanya dua pilihan yang akan terjadi pada kisah cinta mereka yakni bahagia atau tragis. Dengan dikisahkannya drama kehidupan yang mereka perankan, tentu ada hal-hal yang bisa ditarik atau dijadikan cermin yang mungkin berguna untuk melanjutkan peran dalam mengarungi bahtera rumah tangga untuk generasi selanjutnya.

Menceritakan kisah cinta Badrul dan Nirmala jadi teringat kisah sejarah Raden Panji Pulangjiwo. Raden Panji Pulangjiwo adalah seorang pendekar dari tanah Madura yang berangkat ke Kadipaten Malang untuk mengikuti sayembara adu kesaktian memperebutkan seorang gadis, anak adipati Malang yakni Roro Ayu Proboretno. Raden Panji Pulang Jiwo berpamitan kepada para leluhur Madura untuk mendapat restu dan memenangkan sayembara tersebut. Akhir kisah, menanglah Raden Panji Pulangjiwo dan berhasil menikahi Roro Ayu Proboretno.

Sejak awal, Raden Panji Pulangjiwo tidak disukai keberadaannya di kadipaten Malang. Dengan siasat licik Adipati, diperintahlah Raden Panji Pulangjiwo untuk membendung serangan kerajaan Mataram di wilayah Barat. Siasat licik Adipati Malang menyebarkan kabar bahwa Raden Panji Pulangjiwo meninggal dalam peperangan. Hal itu membuat Roro Ayu Proboretno sakit dan kemudian meninggal.

Kabar tersebut sampai ke telinga Raden Panji Pulangjiwo sehingga dengan marah yang meledak, ia kembali ke Kadipaten Malang. Di tengah perjalanan, atas perintah Adipati Malang pula, Raden Panji Pulangjiwo harus dibunuh di luar kadipaten. Walaupun pada akhirnya Raden Panji Pulangjiwo berhasil masuk ke kadipaten, Raden Panji Pulangjiwo pun meninggal dunia karena berhasil dijebak.

Bedanya dengan pemuda desa dari tanah yang sama, Badrul pun berhasil merebut hati Nirmala hanya dengan sekuntum mawar merah yang dibungkus dengan puisi dan lagu Maaf Cintaku bukan adu kesaktian. Telah banyak puisi yang ia buat untuk memuja Nirmala. Baru pada puisi yang disertai mawar itulah hatinya luluh menerima Badrul apa adanya. Walaupun Nirmala tahu, mawar itu hasil curian, tapi ia tahu hati Badrul tulus tergambar dari sikap dan curahan hatinya di alam nyata.

Dua tahun dari rayuan tersebut, akhirnya Badrul dan Nirmala pun menikah. Ketika berjauhan jarak, banyak surat yang dibuat Badrul yang dikirimkan lewat pos kepada Nirmala. Ada banyak puisi juga yang ia buat dan jilid untuk Nirmala. Ketika berkunjung ke Malang, ada banyak momen terindah yang ia buat untuk Nirmala. Nonton bioskop tiap ganti judul. Jalan-jalan dan kuliner, dan sebagainya. Tidak ada waktu yang tidak digunakan untuk membangun momen bahagia. Tidak ada tempat yang tidak dijadikan saksi bahagia mereka di Malang. Waktu itu sungguh mereka berkeyakinan bahwa jarak bukan jaminan untuk tidak bahagia.

Jika dijumlah keseluruhan masa hubungan Badrul dan Nirmala adalah dua tahun pacaran dan dua puluh satu tahun menikah. Total dua puluh tiga tahun bersama. Tentu banyak kenangan dan kesan yang dibuat bersama yang tak mudah dilupakan begitu saja.

Perjalanan panjang yang penuh dengan keceriaan dan kebahagiaan akhirnya berbuah dikaruniai dua orang anak. Dua makhluk yang semuanya cantik dan khas. Keduanya menjadi cahaya mata Badrul dan Nirmala.

Kesamaan kisah Raden Panji Pulangjiwo -- Roro Ayu Proboretno dengan Badrul -- Nirmala, keduanya dari tanah asal yang sama. Keduanya berhasil menikah dengan perjuangan yang panjang. Keduanya berhasil melahirkan keturunan. Keduanya tidak dikehendaki bersatu kembali. Raden Panji Pulangjiwo dan Roro Ayu Proboretno dipisahkan dengan maut sedangkan Badrul dalam proses sidang cerai gugat yang diajukan Nirmala. Semoga mereka masih diberi kesempatan oleh Tuhan untuk bersatu sebagai suami isteri. Semoga di akhir kisah 513 Km, kisah cinta mereka berakhir dengan happy ending, bukan tragic ending.


 

7 komentar untuk "513 Km (True Story): Part 1"