Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

Puisi Gelandangan: Yang Paling Terang adalah Kegelapan



Yang paling terang dari cahaya yang ditangkap mata
adalah kegelapan
ruang dan waktu selama apapun yang mampu
diserap manusia
yang terbaca hanya kesalahannya
kebaikannya hanya terlihat ketika mata bahagia
ketika mata membenci hingga ke hati
tak pernah ada kebaikan tersisa dari seorang manusia
walau punya peluang berubah menjadi baik
dan berniat mati dalam kebaikan
tetap saja yang paling terang adalah kegelapannya
seorang sahabat berkata:
Hindun saja yang memakan jantung Sayyidina Hamzah
masih Allah ampuni
pelacur pun dikaruniai seorang anak yang saleh
untuk peluang menyelamatkan ibunya
sungguh Tuhan ada eksis bersama welas asihNya
untuk kita
tentu, akan ada kalimat terbalik bahwa manusia tak sehebat Tuhan
mampu sabar atas pendosa
bahkan sabar menunggunya kembali dan hadir lebih cepat
saat manusia kembali
tidak ada yang salah jika kalimat itu pun melesat
yang salah tetap aku yang tak kau beri peluang menjadi manusia baik

Malang, pernikahan ke-21, 2022



Sumber: https://www.youtube.com/watch?v=0LHmevWVvpc

Posting Komentar untuk "Puisi Gelandangan: Yang Paling Terang adalah Kegelapan"