Salat di Jalan Mendunia: Egoisme Beragama - CocokPedia
Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

Salat di Jalan Mendunia: Egoisme Beragama

 

Setelah peristiwa Salat di jalan yang sering dilakukan oleh ormas terlarang Indonesia, dan peristiwa ngaji di jalan yang juga berbau anggota ormas tersebut, kali ini viral salat tarawih di jalanan Time Square New York. Tinggal pilih kalimat yang tepat antara: astaghfirullah, masyaallah, atau innalillah.

Tiga kalimat tersebut untuk melambangkan rasa bangga, atau rasa malu, atau merasa terhina. Bagaimana menurut anda? Anda bangga? Malu? Atau merasa terhina? Bagi sebagian orang yang sefrekuensi dengan jalan pikiran para orang yang salat di jalanan, mungkin bangga. Tapi, saya pribadi menyatakan tidak bangga dan bahkan malu.

Umat Islam kok mirip badut-badut jalanan; yang suka mempertontonkan ibadah. Suka pamer surganya. Suka memprovokasi umat. Menurut saya itu adalah egoisme agama. Eksihibisi beragama. Itu menurut saya bentuk penyakit jiwa. Penyakit mental.

salat di jalan


“Kalau anda tidak tahu malu, maka lakukanlah apa saja!” Mungkin bisa dicoba salat di tengah rel kereta api (kan belum ada tuh, biar viral). Atau kalau donasinya banyak bisa salat di bulan atau Mars. Atau, ini Cuma ide biar ibadah kalian viral. Bisa anda live streaming deh mulai dari bangun tidur, ambil wudu’ dan salat di rumah. Semua tayang langsung. Biar semua manusia tahu anda manusia yang religius dan pengabdi Tuhan. Keren kan?

“Kalau anda tidak tahu malu, maka lakukanlah apa saja!” Ajak semua orang (perempuan) jangan lepas mukena walaupun ke pasar atau ke toilet. Jadikan mukena sebagai pakaian nasional. Pasti anda akan banyak mendapatkan jempol atau lope lope di social media.

“Kalau anda tidak tahu malu, maka lakukanlah apa saja!” Atau melakukan hubungan suami isteri yang Islami, live, tayang langsung di youtube dan IG. Pasti itu keren sebagai tuntunan dan tontonan. Pasti viral.

“Kalau anda tidak tahu malu, maka lakukanlah apa saja!” Toh, kalian tidak pernah merasa mengganggu orang lain. Kalian tidak pernah terpikir bahwa aksi begitu mengganggu jalanan terutama mengganggu orang yang lewat, mengganggu pengunjung toko dan sebagainya. Terus-teruskanlah! Jayalah!

Oya, satu hal lagi, jika ingin agama kalian berakhlak, sempatkan baca buku terbitan Kementerian Agama RI (Kemenag) yang berjudul Moderasi Beragama di bawah ini.

Moderasi Beragama

buku

Posting Komentar untuk "Salat di Jalan Mendunia: Egoisme Beragama"