Puasanya Orang Baperan dan Cemen Level PAUD - CocokPedia
Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

Puasanya Orang Baperan dan Cemen Level PAUD

 

Semua umat Islam yang berniat puasa di bulan Ramadan (Ramadhan) tentu telah bulat tekadnya untuk memenuhi perintah Tuhan dengan ikhlas dan tanpa niat samping. Namun, ada beberapa kelompok orang yang baper ketika ada orang makan di warung ketika ibadah puasa berlangsung. Jadi ketika kita berpuasa masih baper dengan warung yang buka dan banyak orang yang makan saat puasa berlangsung, berarti puasa kita termasuk puasa cemen, puasa anak kecil; puasa yang tergoda dengan bab makanan.

Puasa anak-anak cemen itu, mudah tergoda dengan warung yang buka. Mudah terpengaruh dengan orang yang makan (tidak berpuasa). Coba kita bayangkan. Seandainya di negeri ini saat ibadah puasa berlangsung, tidak ada orang yang terlihat makan di warung, di jalan, dan sebagainya. nyaris tidak ada godaan sepele yang mengganggu orang yang sedang berpuasa.




Bukankah itu aneh? Puasa tanpa godaan. Seperti di rumah tangga. Ibu-ibu membersihkan meja dari semua makanan. Dapur tidak berasap. Tidak ada masakan dan makanan. Semua hal yang terkait dengan pembatal puasa berjenis makanan, disingkirkan dari rumah. Bukankah itu puasa seorang anak kecil yang cemen?

Nah, hadirnya kelompok orang yang men-sweeping warung-warung dan orang-orang yang sedang makan di tempat makan atau di jalan, adalah contoh puasa level yang tidak keren. Mungkin level PAUD. Hahaha.

Kelompok orang ini biasanya ada di MUI dan organisasi massa atau LSM yang bernama Islami. Mereka marah-marah saat sedang berpuasa dan meneror orang-orang yang tidak puasa. Batal dong, puasa mereka! Menurut mereka sih tidak batal. Monggo!

Kelompok mereka juga sangat baper dengan kalimat: “Hormatilah orang-orang yang tidak berpuasa!” Mereka geram dengan kalimat itu. Mereka menganggap bahwa kalimat itu datang dari kaum yang antiislam. Luar biasa. Mereka tidak membuka mata lebar bahwa di nusantara ini ada 6 agama yang sah diakui negara.

Kelompok mereka ini kurang empati terhadap mereka yang beragama non Islam. Mereka non Muslim sabar kok ketika adzan mengganggu telinga mereka setiap saat. Mereka sabar dan menerima ketika mereka tidak diizinkan membangun rumah ibadah. Mereka juga sangat sabar ketika diminoritaskan. Eh, mereka show force dengan kebanggaan beragama mereka!

Memperlakukan umat Islam saja. “Hormatilah orang-orang yang tidak berpuasa!” karena tidak semua orang Indonesia beragama Islam. Tidak semua orang Islam berpuasa. Tidak semua orang mempunyai pekerjaan iseng seperti kelompok ini. Para pekerja kasar dengan membuka warung makan adalah satu-satunya yang dapat menyambung hidup mereka. Mereka juga beribadah dengan bekerja untuk menafkahi keluarganya.

Menurut cocokpedia, sebaiknya mereka, kelompok aneh ini, sebaiknya banyak-banyak latihan agar puasa mereka naik level. Bukan lagi level TK atau PAUD. Bukan level anak cemen lagi. Bukan level anak baperan soal makanan lagi.

Sering-seringlah berlatih puasa dengan duduk di dekat orang yang sedang makan. Sering-seringlah menonton orang yang sedang makan siang dan minum es the di warung. Sering-seringlah duduk membersamai orang yang sedang merokok. Pasti puasa anda termasuk puasa level malaikat! Hahaha.

Mau coba? Tidak akan pernah. Mereka punya dalil macam-macam untuk membenarkan tindakan mereka untuk men-sweeping (razia) warung dan orang yang sedang makan. Mereka bisa marah-marah dan melakukan tindakan kekerasan dengan dasar dalil yang mereka gendong ke mana-mana.

Menurut cocokpedia, mari kita tingkatkan level puasa kita ke level yang tidak cemen dan baperan soal makanan dan warung. Masak setua kita ini masih baper dan ngiler dengan orang yang makan dan minum? Cemen sekali. “Hormatilah orang-orang yang tidak berpuasa, itu untuk menguji pada level mana puasa kita. Setuju bro?

Cocokpedia mengucapkan selamat menunaikan ibadah puasa Ramadan bagi yang menjalankannya. Semangat, tekad kuat, jangan cemen dan baperan.

Posting Komentar untuk "Puasanya Orang Baperan dan Cemen Level PAUD"