Partai Mahasiswa dalam Renungan Politik Praktis - CocokPedia
Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

Partai Mahasiswa dalam Renungan Politik Praktis

Mengawali perenungan terhadap munculnya Partai Mahasiswa Indonesia (PMI) kita mulai dengan Surat Keputusan Dirjen Dikti no. 26/DIKTI/KEP/2002. Melalui SK Dirjen Dikti tersebut dengan tegas melarang segala bentuk organisasi ekstra kampus dan Partai Politik membuka Sekretariat (Perwakilan) dan atau melakukan aktivitas politik praktis di kampus. Bukankah dari aturan tersebut sudah jelas? Bukankah memberikan jawaban bahwa mahasiswa bukan wadah untuk berpolitik apalagi berusaha menyukseskan partai politik?

Bagaimana dengan Kemenkumham hingga meloloskan ini sejak awal tahun? Tidak adakah alat ukur dan filter dalam prosedur dalam pengesahan sebuah partai baru? Apakah kumpulan bocil juga bisa mengajukan partai? Atau nenek-nenek juga bisa?

Ada apa denganmu mahasiswa? Apa benar pelabelan 'mahasewa' terhadapmu telah mendarahdaging hingga menjungkirkan kampus dan almamatermu? Seolah-olah engkau berdiri di atas semua aturan kampus, mengangkangi statuta perguruan tinggi.


Artikel,Esai,politik,mahasiswa,mahasewa,demo,dikti,PMI,partai mahasiswa indonesia,partai,statuta,perguruan tinggi,agent of change,


Bukankah yang menanggung beban hidupmu masih orangtua? Bukankah setelah lulus nanti kamu juga merepotkan pemerintah? Bukankah fenomena ini seakan menyiratkan bahwa urat komunikasi antara dosen (perguruan tinggi) dan orang tua mahasiswa terputus? Atau apakah semua orang tua yang menguliahkan putera puterinya ke perguruan tinggi bertujuan mendirikan partai? Apakah semua dosen yang mendidik mahasiswa mengajarkan politik praktis? Apakah anda mahasiswa terhormat sudah bisa secara mandiri hidup dan mengurus diri sendiri? Umur berapa anda sekarang?

Pintar boleh, keblinger jangan. Pandai boleh, gendeng jangan. Cerdas boleh, nglamak jangan. Anda masih berproses mencari jatidiri. Anda masih perlu banyak bertatakrama agar diterima di lingkungan anda. Anda belum cukup umur mengurus hal besar. Anda belum banyak makan garam kehidupan. 


Artikel,Esai,politik,mahasiswa,mahasewa,demo,dikti,PMI,partai mahasiswa indonesia,partai,statuta,perguruan tinggi,agent of change,




Dunia politik bukan gelanggang bermain seperti bebasnya anda berteatrikal di dalam kampus. Dunia politik itu dunia ganas. Anda ibarat bayi-bayi lucu di meja makan kawanan singa dan harimau. Jangan berkorban sia-sia.

Kalau gerakan kalian murni, maka banyak waktu bagi kalian berdiri mengatasnamakan keadilan dan keberadaban kemanusiaan. Tidak hanya muncul seperti badut menyiapkan pesta hahihi seperti sederetan demo yang kalian lakukan.

Kembalilah ke niat awal kalian dari rumah, dari desa, dari pegunungan, diantar orang tua kalian ke kampus-kampus dan menggantungkan harapan kebaikan dan kesuksesan kelak. Mereka, orang tua kalian, menunggu hasil kalian kuliah tinggi-tinggi agar kelak dapat membantu meringankan beban mereka di masa tua.

Kembalilah ke khittoh kalian sebagai agent of change sebagai bagian tanggung jawab moral intelektual kepada masyarakat, bangsa, dan negara. Berhentilah berdalih macam-macam, kalau mau jujur, kalian telah keluar dari jalur misi suci kalian sebagai pebelajar.

Salinan Surat Keputusan Dirjen Dikti no. 26/DIKTI/KEP/2002 di bawah ini.




Posting Komentar untuk "Partai Mahasiswa dalam Renungan Politik Praktis"