Aku dan Tuhanku - Dibacakan Dian Sastrowardoyo - CocokPedia
Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

Aku dan Tuhanku - Dibacakan Dian Sastrowardoyo



Pembacaan puisi Aku dan Tuhanku karya Sutan Takdir Alisyahbana dalam bentuk video. Video tersebut cocokpedia ambil dari youtube channel totemo yeppo. Pembacaan puisi tersebut diunggah pada 13 Mei 2020.


artis,Puisi,verbal,dian sastro,youtube channel,dian sastro wardoyo,poetry,totemo yeppo,Sutan Takdir Alisyahbana,aku dan tuhanku,



Berikut puisi (poetry) Aku dan Tuhan teksnya secara lengkap.

AKU DAN TUHANKU

Karya Sutan Takdir Alisyahbana




Tuhan, Kau lahirkan saya tak pernah kuminta

Dan saya tahu, sebelum saya Kau ciptakan

Berjuta tahun, tak berhingga lamanya

Engkau terus menerus mencipta berbagai ragam

Tuhan, pantaskah Engkau menunjukkan hidup sesingkat ini

Dari berjuta-juta tahun kemahakayaan-Mu

Setetes air dalam samudra tak bertepi

Alangkah kikirnya Engkau, dengan kemahakayaan-Mu

Dan Tuhanku, dalam hatikulah Engkau perkasa bersemayam

Bersyukur sepenuhnya akan kekayaan kemungkinan

Terus menerus limpah ruah Engkau curahkan

Meski kuinsyaf, kekecilan akrab dan kedaifanku

Di bawah kemahakuasaan-Mu, dalam kemahaluasan kerajaan-Mu

Dengan tenaga imajinasi Engkau limpahkan

Aku sanggup mengikuti dan memalsukan permainan-Mu

Girang berkhayal dan mencipta banyak sekali ragam

Terpesona sendiri menikmati keindahan ciptaanku

Aahh, Tuhan

Dalam kepenuhan terliput kecerahan sinar cahaya-Mu

Menyerah kepada kebesaran dan kemuliaan kasih-mu

Aku, akan menggunakan kesanggupan dan kemungkinan

Sebanyak dan seluas itu Kau limpahkan kepadaku

Jauh mengatasi mahluk lain Kau cipatakan

Sebagai khalifah yang penuh mendapatkan sinar cahaya-Mu

Dalam kemahaluasan kerajaan-Mu

Tak adalah pilihan, dari bersyukur dan bahagia, bekerja dan mencipta

Dengan kecerahan kesadaran dan kepenuhan jiwa

Tidak tanggung tidak alang kepalang

Ya Allah Ya Rabbi

Sekelumit hidup yang Engkau hadiahkan

dalam kebesaran dan kedalaman kasih-Mu, tiada berwatas

akan kukembangkan, semarak, semekar-mekarnya

sampai ketika terakhir nafasku Kau relakan

Ketika Engkau memanggilku kembali kehadirat-Mu

Ke dalam kegaiban belakang layar keabadian-Mu

Dimana saya mengalah lapang dada sepenuh hati

Kepada keagungan kekudusan-Mu,

Cahaya segala cahaya




Sutan Takdir Alisyahbana

Toya Bongkah

Nah, inilah pembacaaan puisi Aku dan Tuhan oleh Dian Sastrowardoyo.





Demikian pembacaaan puisi Aku dan Tuhan oleh Dian Sastrowardoyo. Semoga menghibur.


Posting Komentar untuk "Aku dan Tuhanku - Dibacakan Dian Sastrowardoyo"