Bapak Indonesia: Polisi RI, Sabarlah - CocokPedia
Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

Bapak Indonesia: Polisi RI, Sabarlah

 

Cocokpedia membuat judul artikel ini dengan Bapak Indonesia: Polisi RI, Sabarlah. Pengambilan judul tersebut tentu ada dasarnya, tidak sembarang ditulis. Sesuai konteks saat ini, konteks kehidupan berbangsa dan bernegara serta berpolitik, maka cocokpedia punya praduga bahwa polisilah Bapak Indonesia.

Mengapa polisi disebut sebagai bapak Indonesia? Bisa juga disebut emak Indonesia. Berita yang beredar, baik digital atau manual, bertebaran berita bahwa setiap orang yang merasa dilecehkan, merasa dihina, merasa tidak suka dengan perbuatan yang tidak menyenangkan yang diterima seseorang, orang tersebut kemudian sangat bersemangat melaporkannya ke pihak polisi. Iya, polisi Republik Indonesia (Polri).




Aksi lapor melapor ini tidak memandang usia. Kalau dulu di masa kecil manusia, suka melaporkan perbuatan teman kecil lain kepada orang tua atau guru. Sikap anak kecil masa dulu juga sedang trend terjadi pada masa kini. Mau tua, dekat ajal, atau masih tua, sangat suka melaporkan perbuatan orang lain bahkan hanya dengan membaca berita atau menonton video, seseorang dapat melaporkan perbuatan orang lain kepada pihak polisi.

Memang sangat mirip dengan perilaku anak kecil yang bapera-an. Hehehe. Pidato presiden, jika tidak disukai, kemudian dilaporkan. Menteri berpendapat, tidak disukai, kemudian dilaporkan. Gubernur sedang berjalan, tidak disukai, kemudian dilaporkan. Walikota batuk, tidak disukai, kemudian dilaporkan. Bupati kencing di toilet umum, tidak disukai, kemudian dilaporkan. Guru bersin, tidak disukai, kemudian dilaporkan. Tetangga hamil, tidak disukai, kemudian dilaporkan. Pokoknya semua yang tidak disukai, kemudian dilaporkan kepada polisi.

Sungguh kasihan bapak polisi bahkan mereka ada yang belum menjadi bapak (belum menikah) sudah harus menerima laporan dari anak-anak bangsa yang baperan. Walaupun belum menjadi bapak, polisi sigap melayani dan memroses laporan dari anak-anak baperan yang fisiknya sudah tua karena memang polisi melayani masyarakat, abdi negara (layanan publik).

Sabar ya Pak Polisi. Semoga para anda selalu sehat dan kuat mental menghadapi anak-anak baperan yang suka lapor melapor. Anggap saja itu ibadah biar sehat secara mental ya. Tetap jaga kedaulatan negara sebagaimana yang dimuat dalam UUD 1945. Bela NKRI. Basmi orang-orang yang anti UUD 1945,  anti negara Pancasila, anti Bhinneka Tunggal Ika. Percayalah, seribu pidato untuk memahamkan mereka, tidak akan sanggup masuk ke dalam jiwa mereka. Yakin, tidak akan pernah karena mereka Cuma penumpang di negeri kita. Bukan manusia asli Indonesia walaupun ber-KTP Indonesia.

 

Posting Komentar untuk "Bapak Indonesia: Polisi RI, Sabarlah"