MRI Untuk Periksa Kandungan, Amankah? - CocokPedia
Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

MRI Untuk Periksa Kandungan, Amankah?


Apa itu MRI?

MRI adalah Magnetic Resonance Imaging atau disingkat MRI Scan atau mri scan. Pemeriksaan medis mri merupakan alat dalam ilmu kedokteran yang memanfaatkan prinsip dan  menggunakan teknologi magnet dan radio untuk melihat detail bagian dalam tubuh (mri scanning).


Perbedaan MRI dengan Foto Rontgent atau CT Scan

MRI memiliki perbedaan dengan Foto Rontgent atau CT Scan. Terutama dalam harga. CT Scan lebih murah dari MRI. Namun dari segi risiko efek samping, MRI lebih aman dari CT Scan.

Inilah hasil mri scanning terhadap kandungan. Mau ibu-ibu melihat penampakan mengerikan dari hasil scan mri?




Risiko CT scan

– Menggunakan radiasi

– Berbahaya bagi janin dalam kandungan

– Ada kemungkinan muncul reaksi terhadap penggunaan cairan pewarna kontras


Risiko MRI

– Berbahaya bagi pengguna alat logam dalam tubuh, misalnya alat pacu jantung, implan, atau sendi artifisial

– Suara yang berisik bisa mengganggu pendengaran

– Suhu tubuh bisa meningkat

– Klaustrofobia


Kapan Menggunakan MRI atau CT Scan?

Siapapun bisa menggunakan salah satunya atau dua-duanya. Kebanyakan orang akan lebih memilih CT Scan karena lebih murah. Namun ada juga yang menggunakan keduanya. Menggunakan CT Scan terlebih dulu baru melakukan MRI. Umumnya dokter akan melakukan CT Scan, apabila ditemukan sebuah gejala untuk memastikannya dokter menganjurkan melakukan MRI.

 

Berapakah biaya MRI Scanning?

Biaya MRI Scanning ada dua jenis. Pertama, biaya mri bpjs. Kedua, biaya mri umum. Kisaran mri bpjs sekali scan tentu ada persyaratan khusus dan rekomendasi dari dokter. Jika dipersyaratkan bpjs menanggung biaya mri scan, setidaknya lebih hemat sekian persen daripada yang umum atau non bpjs. Sedangkan mri scan umum adalah 2 – 3 juta rupiah. Bergantung kelas rumah sakit atau laboratoriumnya. Harga mri scan tentu juga masing-masing daerah akan berbeda-beda.

Amankah MRI Untuk Memeriksakan Kandungan?

MRI disebut sangat akan karena memiliki risiko lebih ringan daripada CT Scan. Apalagi untuk memeriksakan kandungan. Dibanding CT Scan yang berisiko adanya radiasi, MRI akan lebih aman digunakan. Namun dikutip dari Alodokter Mesin MRI dilengkapi dengan kekuatan magnet yang sangat kuat. Oleh karena itu, benda logam dapat mengganggu cara kerja mesin dan hasil dari pemeriksaan MRI. Beri tahu dokter jika Anda memiliki implan logam atau elektronik di dalam tubuh, seperti:

  • Katup jantung buatan
  • Alat pacu jantung
  • Implantable Cardioverter-Defibrillator (ICD)
  • Prostesis (bagian tubuh buatan) lutut atau sendi lainnya
  • Alat bantu dengar yang dipasang di dalam telinga (implant koklea)
  • Tambalan gigi
  • KB spiral dan KB susuk
  • Tato, karena beberapa jenis tinta mengandung logam
  • Tindikan di tubuh

Bagi pasien yang memiliki riwayat atau sedang menderita penyakit ginjal atau hati, perlu berhati-hati dan berkonsultasi lebih lanjut dengan dokter ketika akan menjalani pemeriksaan MRI menggunakan zat pewarna khusus (kontras).

Hal tersebut juga berlaku bagi pasien yang memiliki riwayat alergi terhadap zat kontras, meskipun zat kontras yang digunakan untuk pemeriksaan MRI lebih sedikit berisiko menyebabkan reaksi alergi dibandingkan dengan zat kontras yang digunakan untuk pemeriksaan CT scan.

Selain itu, bagi wanita hamil yang masih dalam trimester pertama, disarankan untuk berkonsultasi dengan dokter kandungan sebelum melakukan MRI. Meskipun secara umum aman, efek medan magnet yang dihasilkan dalam pemeriksaan MRI terhadap janin belum diketahui sepenuhnya.

Penggunaan kontras pada ibu hamil juga sebaiknya dihindari, kecuali jika benar-benar diperlukan.


Article by Lufy Jung

Posting Komentar untuk "MRI Untuk Periksa Kandungan, Amankah?"