Apakah Flexing itu Termasuk Penyakit Jiwa? - CocokPedia
Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

Apakah Flexing itu Termasuk Penyakit Jiwa?

 

Flexing telah menjadi bagian karakter dari orang kaya baru (OKB) atau sebut saja Crazy rich. Apa itu flexing? Flexing adalah sikap memamerkan kekayaan untuk kepentingan tertentu dari si pelaku. Apakah orang yang melakukan Flexing benar-benar kaya? Setahu saya orang-orang yang benar-benar sangat kaya, tidak memamerkan kekayaannya kecuali terpaksa.

Ketika ada orang yang kemudian melakukan flexing, tentu dia tidak benar-benar kaya. Tapi ia hanya biar disebut sebagai orang kaya, tampak kaya, atau hanya berpura-pura kaya. Karena sejatinya, orang kaya yang benar-benar kaya itu sebenarnya merasa malu atau tabu untuk memamerkan atau sekedar menceritakan kekayaannya. Orang-orang yang benar-benar kaya juga rerata berpenampilan biasa, bahkan sangat biasa. Perhatikan gambar di bawah ini.

 


Gambar sebelah kiri adalah pemilik facebook dengan penampilan sederhana dengan jumlah kekayaan 900 trilyun sedangkan gambar yang kanan adalah bos yang tampak kaya (bos First Travel). Beda sekali kan?

Orang-orang pelaku flexing sangat detil memperhatikan penampilan terutama merk dan berapa harga atas apapun yang dipakainya. Mereka sangat fanatik dengan merk tertentu dan harganya. Menurut mereka semua dilakukannya untuk menunjukkan kelas sosial. Orang-orang seperti itu biasanya sangat mudah menyebut orang lain yang di bawah kelasnya dengan sebutan orang missqueen (miskin).

Sebagaimana kita tahu, ada gula ada semut. Orang yang tampak kaya akan disukai banyak orang. Ketika sudah banyak orang yang mendekat kepada orang kaya, maka orang kaya tersebut kemudian akan melancarkan tujuan yang sebenarnya. Banyaklah kemudian korban-korban terutama dalam hal investasi. Anda bisa temukan berita dan faktanya di banyak media.

Bukankah seseorang yang menawarkan bisnis kepada anda dengan mengendarai mobil ketimbang orang yang menawarkan bisnis besar tapi mengendarai sepeda kayuh? Nah, flexing inilah yang kemudian dijadikan modal untuk aksi tipu-tipu finansial yang dikemas dengan bisnis cepat kaya. 

Flexing berkaitan sangat erat dengan sifat dan sikap narcistic. Flexing juga sangat akrab dengan penyakit psikologis exibisionist. Flexing Narcistic Exibisionist in One Click, iya benar ternyata ketiganya ada dalam satu klik yakni penyakit jiwa.

Hati-hati ya jangan mudah percaya jika ada seseorang di media sosial (yang suka pamer kekayaannya), tentu dibalik flexingnya ia punya rencana jahat karena perilaku flexing nya saja sudah tidak benar dalam cita rasa sosial nusantara.


Sumber: cokroTV

Posting Komentar untuk "Apakah Flexing itu Termasuk Penyakit Jiwa?"