Alunan Musik Kekhalifan Ottoman di Pesisir Utara Songenep - CocokPedia
Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

Alunan Musik Kekhalifan Ottoman di Pesisir Utara Songenep


Pengaruh musik Turki pada masa kekhalifan Ustman (Ottoman) melalui jalur sejarah menjadi potensi makin kayanya budaya nusantara. Kerajaan Aceh yang pada masalalu dalam wilayah kehormatan Turki memperoleh gelar serambi Makkah sebagai bukti kuat dukungan para ulama dan kyai pada masa melawan penjajahan. Juga sebagai indikasi bahwa Aceh adalah bangsa yang sangat religius. Itulah yang kemudian menjadikan musik Turki mendarah daging dalam darah para ulama dan kyai di nusantara.

Melalui perjalanan panjang sejarah, alunan musik itu sampai pula ke pulau kecil di tengah nusantara melalui jalur dakwah yakni pulau Madura. Tepatnya di Ambunten, pesisir pantai Utara Madura, Kabupaten Sumenep. Melalui akulturasi yang harmonis, musik tersebut mengiringi gubahan syair berbahasa Madura yang ditulis dan dinyanyikan serta diiringi sendiri oleh seorang kyai.


Dengan iringan alat musik tradisional Turki seperti Baglama (serupa gitar berperut buncit), biola busur kemence, dan küdüm, tersebut terciptalah ratusan lagu. Yang mencengangkan adalah alat-alat musik tersebut dimainkannya satu per satu kemudian direkam satu demi satu. Setelah melalui tahap tertentu, jadilah gubahan lagu berupa perkawinan ruh Madura dan Turki yang harmonis. 

Keseluruhan karya tersebut tanpa judul. Karya-karya sang kyai adalah warisan dari para buyut. Sang kyai dengan penuh semangat melanjutkan dan mewariskannya kembali di masakini untuk dakwah sekaligus cara menghibur hati para santri.  Berikut beberapa karya sang kyai yang dicipta dalam bahasa Madura dan terjemahan sederhananya.


Judul Satu (Anonim)


1-Ka dhalem kotta Madinah
Ambunten nyata jauna
Ja' sakeng jalan sokona
Ta’ nyokobi baktona. Yallah


2-Mon maksa numpak sampanna
Anjing laot ban omba’na
Lemmalem santa’ pettengnga
Se melle’ ghun bintangnga. Yallah


3-Napa’ dha' tengnga laotan
Abdina ta’ mangghi paran
Jau emma’ ban taretan
Gun omba’ ban monyena. Yallah


4-Aduh kah ma’ ce’ jauna
Pas tolossa kadi napa
Oh tase’ laben ombakna
Angin kaemma jalanna. Yallah


5-Oh angin mayu’ ngalesser
Ngangguya lajar ban pancer
Mun ta’ nemmo jalan mancer
Pas pasera se niser. Yallah


6-Oh kaodhi'anna aba'
Mon apolonga ban omba’
Ja' sakeng odhi’ ghi' lamba’
Ghi' tadha’ ngoca' oba'. Yallah


Terjemahan


Ke dalam kota Madinah
Ambunten jauh ternyata
Seandainya berjalan kaki
Tak mungkin cukup waktu

Kalau berperahu
Anjing laut dan ombak
Malam pun begitu kuat gelapnya
Yang terjaga hanya bintang. Ya Allah

Tiba di tengah laut
Saya tidak menemukan arah
Jauh dari ibu dan saudara
Hanya ombak dan derunya. Ya Allah

Aduh begitu jauh
Terus mau bagaimana
Oh laut dan ombaknya
Angin tunjukkan jalan

Oh angin berhembusalah
Akan kupasang layar dan kemudi
Kalau tidak menemukan tujuan labuh
Siapa yang akan mengasihi. Ya Allah

Oh kehidupanku
Bersatu dengan ombak
Andai di masalalu hidup
Belum ada yang memanggil paman Ya Allah



Judul Dua (Anonim)


1-Sapa terro tekka'a
Ta’ tao ka elmona
Otaba tao tape
Ta’ kenceng lalakonna
Tadha’ jalanna senneng
Ta’ kalaban barenteng
Ta’ atemmo bi’ tera'
Mon ajalan tengpetteng

2-Ponapa pole oreng
Terro senneng dinbudin
Senneng ta’ abhangketen
Odi’ langgeng terjamin
Seddeng kennyang sakejje'
Kodu usaha aba'
Juko’ ta’ kenning amba'
Mon tadha’ entar miga'

3-Mon tao khobar suarga
Pola pekker ta’ legga
Pan-napan se e dunnya
Pola badha'a padha
Masa’ ekaolleya mon koranga carana
Masa’ daddi kayana
Mon gun bannya’ gulina


Terjemahan

Siapa yang ingin terwujud
Tapi tidak mengetahui ilmunya
Atau sekedar tahu
Tapi tidak berkehendak melakukan
Tak ada jalan bahagia
Tanpa usaha sungguh-sunggu
Takkan bertemu dengan terang
Kalau berjalan di kegelapan

Ada orang
yang ingin bahagia di akhir
bahagia tanpa usaha
Hidup terjamin
Tapi diberi kenyang sesaat
Diri harus berusaha
Ikan tidak datang
Kitalah yang menangkapnya

Andai tahu kabar tentang surga
Berpikiran sempit
Apa saja di dunia
Tak satu pun sama
Tak akan diperoleh tanpa tahu
Tidak akan kaya
Kalau hanya sibuk bergerak


Judul Tiga (Anonim)

1-Serro reng mukmin dzat se mulja
langkong luman
Soddi apareng salembhu' lembhu'na iman
Robbi ya rahman apareng enjeman iman
Eppa’ ban embu' ban ka sadaja taretan

2-Robbi ya rahman dhabu nabi akher zaman
Entar ka suarga numpa’ pate roda iman
Ebhu ban ahli ngarep ya robbi ya rohman
Terro oninga guste nabi akher zaman

3-Ya nabi Ahmad Muhammad se nunju’ jalan
Mator se apes kaso'on ka bun embunan
Can ma’ embu' ya nabi abdi kayakinan
Aderres ajunan rammi solat tompang salam


Terjemahan

Tuhan Dzat yang Maha Pemurah
Berkenan meminjami sebenih iman
Rabbi ya Rahman yang meminjami iman
Rabbi ya Rahman yang meminjami iman
Bapak ibu dan seluruh saudara

Rabbi ya Rahman sabda Nabi akhir zaman
Ke surga mengendarai kematian roda iman
Kami sungguh berharap
Bertemu wajah Nabi akhir zaman


Judul Empat (Anonim)

1-Mun eppa’ ontong
Ta’ ngampong
Cebbinga kabbi ban kacong 2x
Palang pojur tagantong
Epareksa'an dhing rampong 2x

2-Mon e dunnya dhing rekong
Sanajjen gun oreng settong 2x
Pas sabhala se ngampong
Padha mikkere se settong 2x

3-Oreng mukmin e kobur
Eganika terrang pojhur 2x
Ana’ binih ta’ pojhur
Pokolan centor ngajendur 2x

4-Amal se enneng e dunnya
E kobhur daddi kancana2x
Binih ana’ edhina
Mon pojhur anyar lakena 2x

Terjemahan

Jikalau bapak beruntung
Tak ada yang numpang
Anak perempuan dan laki-laki
Beruntung tidaknya bergantung
Hasil pemeriksaan rampung

Jika di dunia kau bersedih
Walaupun seorang diri
Seluruh keluarga ikut merasakan
Ikut berpikir

Orang beriman yang dikubur
Tentulah ia orang beruntung
Anak dan isteri tak beruntung
Disiksa kubur

Amal di dunia
Menjadi teman di kubur
Isteri dan anak ditinggal
Malah dapat suami baru



Salah satu karyanya yakni Judul 1 (Anonim) suara asli sang kyai dapat dinikmati dengan click putar lagu di bawah ini.



Terasa sekali nuansa musik Timur Tengah. Perpaduan yang sempurna antara lirik berbahasa Madura dengan alunan musik khas Turki. Lirik lagu Judul 1 sarat dengan makna dan nilai luhur bahwa ilmu itu penerang kehidupan, penerang hati sehingga dalam mengarungi kehidupan ilmu benar-benar akan menyampaikan manusia pada tujuan hidup yang hakiki.

Ada ratusan lagu karya sang kyai. Dari jumlah tersebut sudah dikategorikan berdasarkan temanya. Beberapa kategori di antaranya adalah humor, pernikahan, ilmu, dan ketuhanan. Ternyata sang kyai adalah seorang komposer, pemain alat musik, penulis lirik, dan sekaligus pelantunnya. Anugerah autodidak mengenai musik yang ia miliki merupakan karunia terbesar Tuhan kepadanya untuk jalan berdakwah.


Al Fatihah untuk almarhum sang kyai. Aaamiiin.



Posting Komentar untuk " Alunan Musik Kekhalifan Ottoman di Pesisir Utara Songenep"