Sejarah Penulisan Al Quran Tidak Abal-abal - CocokPedia
Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

Sejarah Penulisan Al Quran Tidak Abal-abal



Sejarah pengumpulan, penyusunan, dan penulisan Al Quran sebagai kitab suci wahyu Tuhan ternyata sangat teliti dan hati-hati. Bahkan, malaikat Jibril ikut serta membacakan untuk memeriksa rekam jejak turunnya al Qurat ayat per ayat.

Sebagaimana kita tahu, al Quran adalah penyempurna kitab-kitab wahyu sebelumnya. Dan hanya al Quran yang dijaga langsung kebenaran dan kemurniaannya oleh sang Maha Pencipta sendiri. Tiap kali diturunkan ayat, Nabi Kanjeng Muhammad SAW langsung menyampaikannya kepada para sahabat bahkan disampaikan pula kepada ahlul kitab pada masa itu.

Kanjeng Nabi sendiri yang menyampaikan langsung dan mengajarkannya kepada para sahabat. Pada tahap selanjutnya para sahabat yang menyampaikannya sesuai yang diterimanya dari Kanjeng Nabi. Kanjeng Nabi menjadi guru pertama yang mengajarkan al Quran.



Sebagai maha guru al Quran Kanjeng Nabi di Madinah membuka Suffa di dalam masjid yang berfungsi sebagai tempat belajar pemberantasan buta huruf. Di tempat tersebut disediakan makanan dan tempat tinggal. Sekitar 900 sahabat yang belajar dan mengajarkan al Quran. Saat Nabi Muhammad mengajarkan Al-Qur'an, yang lainnya seperti ‘Abdulah bin Sa`id bin al-'As, `Ubada bin as-Samit, dan Ubay bin Ka'b mengajarkan dasar-dasar penting membaca and menulis.

Kanjeng Nabi Muhammad membaca surah kepada para sahabat secara pribadi termasuk orang­-orang terkemuka, seperti Ubayy bin Ka'b, ‘Abdullah bin Salam, Hisham bin Hakim, 'Umar bin Khattab, dan Ibn Mas'ud.

Setiap kali turuni wahyu, kanjeng Nabi cepat-cepat membacakan ayat yang baru beliau terima kepada semua sahabat terutama kepada Ali bin Abi Thalib. Kemudian ketika para sahabat telah menerima penyampaian wahyu tersebut, mereka mengajarkannya kepada umat. Berikut para sahabat yang mengajarkan al Quran ketika Kanjeng Nabi masih hidup: ‘Ubada bin as-Samit, Abu Sa’id al-Khudri, Sahl bin Sa`id al-Ansari, `Uqba bin `Amir, dan sebagainya. Intinya mereka semua hafal apapun yang telah disampaikan Kanjeng Nabi.

Para sahabat yang telah hafal dengan sempurna seluruh surah dalam al Quran pada masa itu antara lain: Abu Bakr as-Siddiq, Abu ad-Darda, Abu Zaid, Abu Huraira, Ubayy bin Ka'b, Um-Salama, Sa'd bin Mundhir, Hafsa, Zaid bin Thabit, Sa'd bin 'Ubada, Shihab al-Qurashi, Talha, ‘A'isha, ‘Ubada bin Samit, ‘Ibn ‘Abbas, ‘Abdullah bin ‘Umar, ‘Abdullah bin 'Amr, ‘Uthman bin 'Affan, ‘Uqba bin 'Amir, 'All bin Abi Thalib, ‘Umar bin al-Khattab, 'Arm- bin al-'As. Dan masih banyak lagi.

Dengan demikian terjagalah kemurnian dan kesempurnaan al Quran sejak sumber pertama (Kanjeng Nabi) hingga para sahabat dan umat. Kemudian sejarah berdarah-darah dilanjutkan pada tahap penulisan dan pengumpulan naskah serta penyusunannya. Proses ini lebih lama dari proses menghafal al Quran bahkan butuh beberapa generasi dengan sumber tentu para penghafal al Quran.

Proses pengumpulan, penyusunan, dan penulisan al Quran Kanjeng Nabi hanya mengutus 65 sahabat yang hafal dengan sempurna. Siapakah mereka? Merekalah yang ditunjuk sebagai penulis al Quran pada zaman Nabi, antara lain adalah Abban bin Sa'id, Abu Umama, Abu Bakr as-Siddiq, Abu Hudhaifa, Abu 'Abbas, Ubayy bin Ka'b, al-Arqam, Usaid bin al-Hudair, Husain, Khalid bin al-Walid, az-Zubair bin al-`Awwam, Zubair bin Arqam, Zaid bin Thabit, `Abbas, `Abdullah bin al-Arqam, `Abdullah bin Abi Bakr, 'Abdullah bin 'Abdullah, 'Uthman bin 'Affan, Uqba, 'All bin Abi Talib, 'Umar bin al-Khattab, 'Amr bin al-'As, Mu'adh bin Jabal, Mu'awiya, Mu'aqib bin Mughira, dan Yazid bin Abi Sufyan. Penulisan al Quran dimilai sejak zaman Nabi. Dan, merekalah penulis al Quran pada zaman Nabi.

Baiklah, ini hanya sekedar gambaran betapa sangat serius dan hati-hatinya mulai dari penyampaian al Quran, pengumpulan, penyusunan, hingga penulisannya membutuhkan banyak orang hebat di dalamnya. Sejarah selengkapnya dapat dibaca sendiri pada tautan di bawah ini. Saya hanya berbagi, betapa al Quran yang ada di tangan manusia sekarang, adalah tetap terjada kemurniannya sejak pertama kali diturunkan hingga sekarang bahkan Tuhan sendiri yang menjaganya. 


Inilah Sejarah Penulisan al Quran secara singkat, walaupun judulnya berbahasa Inggris, tapi tenang semua teks di dalamnya sudah diterjemahkan dalam bahasa Indonesia. 

The History of The Qur'anic Text
Sejarah Penulisan al Quran

Bisa diunduh di bawah ini (versi CHM)

Sejarah Kurikulum di Indonesia: Pembanding Kurikulum Baru 2022 (Prototipe)

The History of The Qur'anic Text
Sejarah Penulisan al Quran

Bisa diunduh di bawah ini (versi pdf)

Sejarah Kurikulum di Indonesia: Pembanding Kurikulum Baru 2022 (Prototipe)



Demikian semoga menjadi tambahan ilmu baru dengan membacanya. Terima kasih atas kunjungannya ke www.cocokpedia.net






Posting Komentar untuk "Sejarah Penulisan Al Quran Tidak Abal-abal"

  • Bagikan