Mbah Liem (Kyai Sakti NU) Pencetus Slogan NKRI Harga Mati - CocokPedia
Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

Mbah Liem (Kyai Sakti NU) Pencetus Slogan NKRI Harga Mati

Mbah Liem (Kyai Sakti NU) Pencetus Slogan NKRI Harga Mati. Pendiri Pondok Pesantren Al-Muttaqien Pancasila Sakti di Klaten yakni almarhum KH Moeslim Rifa'i Imampuro atau yang lebih dikenal dengan Mbah Liem adalah pencetus jargon atau slogan atau semboyan NKRI harga mati.

NKRI harga mati pernah didengungkan oleh ayahanda almarhum KH Moeslim Rifa'i Imampuro atau Mbah Liem. Kemudian Mbah Liem melengkapinya menjadi NKRI PAMD Harga Mati. PAMD adalah Pancasila Aman Makmur Damai. Jika ditulis lengkap menjadi NKRI Pancasila Aman Makmur Damai harga mati.

Sebenarnya semboyan NKRI harga mati ada banyak versi. Ada yang mengenang Mbah Liem dengan semboyan versi lain seperti NKRI harga mati Pancasila Jaya. Ada pula yang versi pendek sebagaimana di atas NKRI harga mati. Dan ada pula yang NKRI Pancasila Aman Makmur Damai harga mati.

Siapakah almarhum KH Moeslim Rifa'i Imampuro atau Mbah Liem ini? KH Moeslim Rifa'i Imampuro atau Mbah Liem  lahir 24 April 1924 di Surakarta (Solo). Putera dari KH. Imampuro. Dia adalah keturunan Kiai Imampuro, ulama ternama dari Keraton Surakarta. Ia adalah manusia yang nasionalis, sangat mencintai NKRI. Menurutnya Pancasila itu sudah final.

Inilah doa yang Mbah Liem senantiasa panjatkan sebelum salat jamaah dan sengaja diperdengarkan kepada makmum atau para jamaah salat.
Subhanaka Allahumma wabihamdika tabaroka ismuka wa ta’ala jadduka laa ilaha Ghoiruka.
“Duh Gusti Alloh Pangeran kulo, kulo sedoyo mbenjang akhir dewoso dadosno lare ingkang sholeh, maslahah, manfaat dunyo akherat bekti wong tuo, agomo, bongso maedahe tonggo biso nggowo becik ing deso, soho Negoro Kesatuan Republik Indonesia Pancasila Kaparingan Aman, Makmur, Damai. Poro pengacau agomo lan poro koruptor kaparingono sadar-sadar, Sumberejo wangi berkah ma’muman Mekah.”


Mbah Liem meninggal 24 April 2012 pada usia 91 tahun tahun 2012 di Doro Kabupaten Pekalongan, Jawa Tengah. Makamnya berada di sebuah joglo kompleks pondok pesantren yang dinamai Joglo Perdamaian Umat Manusia Sedunia.

Inilah sosok KH Moeslim Rifa'i Imampuro atau Mbah Liem ketika masih hidup.

 


Infografis tentang Mbah Liem yang ada di beranda twitter @HarakahID.



Inilah kalimat-kalimat rasa nasionalismenya dan kecintaannya terhadap tanah air. Antara lain yang ada di beranda twitter yakni yang paling banyak di tweet kalimat: Pokoknya harus rukun, Pancasila & NKRI smp kiamat! Kalimat gagasannya yang lain adalah yang terdapat pada joglo perdamaian umat manusia sedunia.

Isinya: meski beda agama sekalipun toh: a) sesama hamba Allah; b) sesama anak cucu Eyang Nabiyullah Adam As; dan c) sesama penghuni NKRI Pancasila!

 


Demikian secara ringkas sejarah kata NKRI harga mati. Semoga almarhum KH Moeslim Rifa'i Imampuro mendapatkan tempat terbaik di sisiNya. Semoga warisannya terhadap tanah air dan NKRI menjadi pengikat yang kuat persatuan dan kesatuan rakyat dan bangsa Indonesia secara keseluruhan. (Yang tidak merasa bangsa dan rakyat Indonesia, minggir dan jangan bikin ribut! cocokpedia.net)



Sumber gambar:
https://islami.co/mengenang-mbah-liem-ulama-pencetus-slogan-nkri-harga-mati/

Posting Komentar untuk "Mbah Liem (Kyai Sakti NU) Pencetus Slogan NKRI Harga Mati"

  • Bagikan