eNKaeRI harga mati, Pancasila sudah Final - CocokPedia
Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

eNKaeRI harga mati, Pancasila sudah Final

 

Kemunculan organisasi warga( ormas) menggurita di hampir seluruh wilayah Negara Kesatuan Republik Indonesia( NKRI). Keberadaan ormas di Indonesia sangat terkesan anti pemerintahan yang sah. Mereka mengacau di sana- sini. Timbulnya demostrasi atas nama agama( berkedok agama), ataupun mengusung isu khilafah ataupun negara agama guna menggulingkan keutuhan negara. Mereka menyebut pemerintah yang sah saat ini sebagai pemerintah yang zalim dan kafir.

Bercokolnya mereka pasti bukan tidak punya alasan ataupun tidak ada yang menunggangi. Terdapat kepentingan maha besar di balik aksi- aksi mereka yang tujuan utamanya yakni menggulingkan pemerintah yang legal serta mengubahnya dengan negara agama versi mereka( bukan betul- betul atas dasar agama yang benar). Mereka ketahui betul kalau undang- undang tentang subversu telah dihapus semenjak era mantan presiden Suharto berakhir. Mereka pula ketahui betul kalau di dalam undang- undang baru isu sensitifnya adalah 3 isu yang dapat dijual di jalan- jalan sehingga mereka senantiasa memakai ketiga isu tersebut buat membuat tekanan mental kepada warga serta bangsa.




Banyak bangsa di dunia yang berkepentingan dengan Indonesia. Indonesia memiliki potensial konflik terbesar di dunia. Mereka menyangka kalau dengan besarnya kemampuan konflik terbanyak di dunia, Indonesia dapat kapan saja disulut. Kenapa Indonesia jadi kemampuan konflik terbanyak di dunia? Indonesia mempunyai banyak suku bangsa. Kenyataannya Arab dengan satu suku bangsa dapat rusak. Eropa dengan satu suku bangsa pula dapat rusak. Indonesia dengan banyak suku bangsa, macam agama, aneka bahasa, jumlah pulau, serta sebagainya sangat potensil disulut jadi konflik akbar.

Kaum- kaum ini telah bersertifikat serta pakar membuat kekacauan di Indonesia. Karakteristik dari mereka ini senantiasa berkedok agama, mau mengganti sistem politik republik jadi khilafah sementara itu mereka orang- orang baru yang baru turun gunung ini, tidak pernah tahu menahu tentang sejarah bangsa Indonesia. Mereka tidak perlu paham sejarah, tidak perlu menghormati para pahlawan yang telah gugur demi Indonesia, mereka sangat anti Pancasila, Bhinneka Tunggal Ika, Undang- Undang Dasar 1945 serta NKRI. Untuk mereka, sistem yang ditata nenek moyang bangsa Indonesia merupakan sistem toghut ataupun sistem Dajjal.

Jadi rahasia awal siasat mereka yakni membentuk negara di dalam negara untuk tujuan penggulingan negara yang sah dan menggantinya dengan negara buatan( ormas, ormas berkedok agama, komunitas, kerajaan- kerajaan dadakan, serta sebagainya). Inilah siasat berikutnya dari mereka: memusuhi pemeritan dan orang-orang di dalamnya.

Metode kedua, mereka menggunakan isu ideologi atau paham yang dilarang oleh pemerintah. Yakni 3 isu sensitif ( dapat digoogling). Jadi jika mereka teriak“ Khilafah”,“ Negara Islam”,“ P#I”, serta sebagainya mereka aman dan nyaman sebab secara demokratis dilindungi dan sebab tidak terdapat lagi undang- undang subversif. Makanya, mereka berteriak- teriak menuduh orang ataupun kelompok orang selaku P#I bahkan bebas mengafirkan. Jangan- jangan mereka memakai metode P#I tetapi berkedok agama? 

Paham atau ideologi( yang jadi virus serta dibesarkan dan diternakkan) ini dicekokkan kepada para jemaahnya ataupun partisipannya dan mencap kalau negeri ini menganut sistem kafir, dajjal, dan togut. Oleh karenanya mereka leluasa melaksanakan aksi rad#kal apalagi ter#r buat menjarah, mencuri, menyakiti apalagi memb#n#h. Korupsi di negeri ini, yang mereka anggap kafir merupakan legal bahkan wajib. Jadi jangan heran bila terdapat anggota mereka yang jadi pejabat negara tanpa rasa malu melakukan korupsi.( Ssst).

Mereka merupakan kalangan yang suka mengafirkan orang lain. Mereka sepenuhnya menyangka orang yang di luar jamaahnya sepenuhnya merupakan kafir. Apakah dengan berkedok agama kemudian mereka boleh leluasa melakukan peramp#kan, penghinaan, peramp#san, korupsi, serta sebagainya buat menghidupi negeri buatan yang mereka bangun? 

Metode ketiga, mereka senantiasa menyangka diri mereka selaku orang yang terdzalimi( playing victim). Mereka merasa teraniaya oleh pemerintah sehingga gerakan- gerakan rad#kal yang mereka tempuh mereka anggap dan yakini sebagai j#had akbar sebagai seseorang muslim. Jika undang- undang subversi masih ada tentu mereka sudah lenyap tanpa bekas karena upaya-upaya yang mereka lakukan dan aksi rad#kal mereka masuk ke dalam ranah k*deta dan terindikasi sebagai perbuatan makar.

Pembubaran ormas di Indonesia serta kelompok tertentu yang menggurita serta pemenjaraan pentolan-pentolan kelompok mereka belumlah cukup. R#dik*lisme serta t*r*risme merupakan virus ganas. Virus yang dapat dengan mudah menjangkit kilat meluas dengan cepat. Terdapat beberapa statistik yang disebutkan oleh pihak Badan Nasional Penanggulangan T*r#risme( BNPT). Ahmad Nur Wahid menyebutkan bahwa terdapat 3 persen anggota pengaman nasional( Tentara Nasional Indonesia(TNI) serta Polri), 19 persen pegawai negara( pro khilafah ataupun anti Pancasila), 20 persen kelompok mahasiswa, 18 persen pegawai BUMN( anti Pancasila), 4 persen pemuda( siap bergabung dengan ormas pengacau dunia I#Is), dan sebagainya. Sungguh ini merupakan bahaya sangat besar yang mengancam keutuhan NKRI yang kita cintai.

Metode keempat, mereka sangat m*litan. Sedangkan sebagian besar warga Indonesia merupakan kalangan moderat. Kalangan takfiri ataupun kalangan r#dik*l ini sangat getol bergerak dengan demo, hate speech di media, menyebar hoax, serta sebagainya. Mereka senantiasa mengklaim kebenaran. Mereka merasa merekalah yang benar, di luar mereka merupakan kafir. Karena diluar mereka kafir,  mereka adalah musuh. Penindasan oleh kaum ini, mereka yakini sebagai kebenaran.

Sesungguhnya secara sederhana Islam itu rahmatan lil alamin. Islam hadir sebagai agama yang damai dan menyelematkan. Islam membangun suasana damai, syahdu, keselamatan, serta persaudaraan. Bila gerakan mereka klaim selaku usaha membela agama, bukankah kebalikannya menghancurkan agama? Apa kata mereka yang di luar Islam dengan kondisi semacam saat ini? Islam yang mana yang mereka bela di Indonesia? Perlu anda tahu Bung, Indonesia didirikan serta dibentuk dengan konsensus yang telah final dan itu berkat rahmat Tuhan YME dan kemerdekaan yang kita raih adalah perjuangan panjang yang berdarah- darah serta mempertaruhkan banyak nyawa. Eh, mereka tiba datang, selaku orang- orang baru, kemudian menyalahkan segalanya.

Jika kita ikuti di banyak media, baik di kabar koran ataupun digital semacam youtube dll bukankah banyak orang yang sangat mengerti agama saling menghujat, saling mencela, saling menyalahkan bahkan mengafirkan? Pertanda apakah ini? Bukankah pemerintah sedang konsentrasi bekerja? Apakah tidak terdapat hasrat baik mereka buat menolong pekerjaan pemerintah? Apakah mereka tidak memiliki pekerjaan lain? Apakah beberapa tahun ini kerjanya hanya menggoreng dan memanggul agama buat dagangan? Tidak malukah dengan umat yang beragama lain? Tidak malukah dengan negeri lain? Jika memanglah tidak memiliki urat malu, silakan lanjutkan atau pergi tinggalkan tanah air Indonesia!

Perlu diketahui bahwa kaum atau kelompok mereka ini sangat bisa dimanfaatkan oleh orang yang berkepentingan menggunakan jasa mereka untuk mengacau demi kepentingan politik (misal karena kalah dalam ajang panggung politik), bahkan bisa dimanfaatkan kelompok-kelompok asing yang kecewa dengan politik Indonesia atau ingin merebut Indonesia, mereka anti dengan pemimpin Indonesia dan segala hal yang pemerintah lakukan. Hat-hati! Waspada! Tetap berpikir waras! Jaga rawat Indonesia kita bersama. Salam NKRI. NKRI Harga Mati( by Mbah Liem). 


 

Posting Komentar untuk "eNKaeRI harga mati, Pancasila sudah Final"