9 Jenis Almanak (Kalender) Digunakan Indonesia - CocokPedia
Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

9 Jenis Almanak (Kalender) Digunakan Indonesia



Ada 9 jenis Almanak (Kalender) yang digunakan di  Indonesia dari zaman ke zaman. Almanak, kerap diucap pula dengan kalender atau Penanggalan ataupun tarikh merupakan sistem pemberian nama pada suatu periode waktu. Nama- nama ini didetetapkan bersumber pada konvensi manusia pada sesuatu kelompok serta pada biasanya bersumber pada pergerakan barang angkasa semacam matahari, bumi serta bulan.

Dengan kata lain, penanggalan merupakan sesuatu satuan dimensi waktu yang ialah konvensi manusia serta dipergunakan di dalam kehidupan seharihari. Satuan dimensi waktu tersebut merupakan hari, pekan, bulan, tahun serta sebagainya.





Penentuan penanggalan bisa dicoba sebab keteraturan peredaran Bulan mengelilingi Bumi, serta Bumi bersama dengan Bulan mengelilingi Matahari. Penanggalan/ kalender yang digunakan secara universal merupakan kalender solar, kalender lunar, kalender lunisolar, serta kalender persetujuan.


KALENDER SOLAR


Kalender Solar atau Kalender Matahari (Surya) atau Kalender Syamsiyah adalah kalender yang didasarkan pada pergerakan (revolusi) Bumi mengelilingi Matahari, contohnya Kalender Persia, Kalender Romawi,Kalender Masehi (Miladiyah).


Hari yang digunakan di dalam sistem kalender Masehi ada 7, yaitu:

1. Minggu 4. Rabu 6. Jumát
2. Senin 5. Kamis 7. Sabtu
3. Selasa


Kalender Romawi

Pembaharuan kalender Romawi dilakukan oleh kaisar Romawi bernama Julius Caesar, atas saran seorang astronom bernama Sosigenes dari Alexandria, yang mengubah jumlah hari dalam setiap bulan yang ada untuk memasukkan perhitungan tahun kabisat. Kalender Julius Caesar ini disebut juga sebagai Kalender Julian. Kalender Gregorian adalah kalender

Masehi yang ditetapkan Paus Gregorius XIII pada tahun 1582. Merupakan koreksi atas Kalender Julian yang berlaku sejak 47 SM. Yang berbeda hanya pada peraturan tahun kabisat-nya saja.

Sistem kalender solar juga digunakan umat Islam untuk menentukan waktu-waktu sholat, terutama sholat wajib 5 waktu (Subuh, Dhuhur, Ashar, Maghrib dan Isya’).

KALENDER LUNAR

Kalender Lunar adalah kalender yang didasarkan pada pergerakan (revolusi) Bulan mengelilingi Bumi (fase bulan), contohnya Kalender Qomariyah (Hijriah) dan Jawa.

Satu putaran kalender lunar sama dengan 12 putaran revolusi Bulan, sehingga 1 tahun terdiri atas 12 bulan. Revolusi Bulan berlangsung selama 29 hari 12 jam 44 menit 9 detik, sehingga 1 (satu) tahun lunar sama dengan 354 hari 10 jam 49 menit 48 detik atau 354,45125 hari (lebih singkat 10 hari 17 jam 4 menit 37 detik atau 10,711539351 hari dari pada kalender solar), sehingga untuk menyamakan dengan kelebihannya perlu diadakan tahun-tahun kabisat yang jumlah harinya 1 hari lebih banyak dari pada tahun biasa, jadi 355 hari.

Almanak Hijriyah (Bulan Qamariah)

Almanak Hijriyah (Bulan Qamariah) digunakan oleh umat Islam seluruh dunia untuk menentukan tanggal-tanggal dan bulan-bulan ibadah, seperti kapan dibolehkan puasa, kapan dilarang puasa (hari tasrik), sholat Idul Adha, sholat Idul Fitri, dan lain-lain. Hari dalam kalender Hijriyah dimulai setelah maghrib (bukan pukul 00:00 / tengah malam).


Nama-nama bulan dalam Almanak Hijriyah adalah :

1. Muharam
2. Safar
3. Rabiulawal
4. Rabiulakhir
5. Jumadilawal
6. Jumadilakhir
7. Rajab
8. Syakban
9. Ramadan
10. Syawal
11. Zulkaidah
12. Zulhijah


Tahun-tahun kabisat terbagi dalam lingkaran dari 30 tahun, 11 di antaranya adalah tahun-tahun kabisat. Tahun-tahun kabisat ialah yang ke 2, 5, 7, 10, 13, 16, 18, 21, 24, 26 dan 29. Tahun pertama juga merupakan permulaan lingkaran pertama, terhitung mulai tahun pada waktu Nabi Muhammad SAW berhijrah dari Mekkah ke Madinah (Tahun 622 Masehi).

Almanak Jawa

Almanak Jawa dimulai pada tahun 78 Masehi dan dilebur dengan Almanak Hijriyah pada tahun 1633 yang kemudian terdapat angka tahun 1555.

Nama-nama bulan diubah dari nama bulan Almanak Hijriyah dengan jumlah hari
yang sama, yaitu :

1. Muharram atau Sura
2. Sapar
3. Rabingulawal atau Mulud
4. Rabingulakir atau Bakda Mulud
5. Jumadilawal
6. Jumadilakir
7. Rejeb
8. Saban, Ruwah (Arwah)
9. Ramelan, Puasa atau Pasa
10. Sawal
11. Dulkangidah
12. Dulkijah (Besar)

Pada 4 tahun pertama, permulaan kedua Almanak tersebut lamanya sama. Pada permulaan tahun kelima jalannya almanak Jawa terlambat 1 hari dari almanak Hijriyah, karena tahun kabisat harus diperpanjang 1 hari pada akhir tahun ke empat. Tahun kelima Dal mempunyai urutan umur bulannya yang tidak teratur, dua bulan pertama lamanya 30 hari yang biasanya 30 dan 29 hari. Mulai dari bulan ke 3 dalam tahun kelima (Dal) tanggal almanak Jawa ketinggalan 2 hari dari almanak Hijriyah. Akan tetapi karena pada almanak Jawa (Tahun Dal) terdapat 4 bulan yang lamanya 29 hari berturut-turut, maka selisih 2 hari dapat dihilangkan lagi pada permulaan bulan ke 7.

Tahun ke 5 dari almanak Hijriyah merupakan tahun kabisat, akan tetapi bulan terakhir dari tahun Dal dari almanak Jawa juga berumur 30 hari, sehingga persamaan ini dapat berlangsung sampai akhir tahun ke 7, pada permulaan tahun ke 9 kedua almanak tersebut jatuh bersamaan lagi.

Windu

Untuk menentukan tahun-tahun kabisat dipergunakan lingkaran waktu dari 8 tahun, yang dinamakan Windu.

Nama-nama tahun dalam 1 windu adalah :

1. Alip
2. Ehe
3. Jimawal
4. Je
5. Dal
6. Be
7. Wawu
8. Jimakir

Tahun yang ke 2, 4 dan 8 adalah tahun-tahun kabisat. Dibandingkan dengan tahun-tahun lainnya, tahun Dal juga terdiri dari 12 bulan tetapi lamanya berturut-turut tidak teratur. Berturut-turut lamanya adalah sebagai berikut :

30, 30, 29, 29, 29, 29, 30, 29, 30, 29, 30, 30 hari.

Agar selalu sesuai dengan jalannya bulan tiap-tiap 15 windu atau 120 tahun, satu tahun kabisat harus dibatalkan akan tetapi pada kenyataannya tidak terjadi. Dalam tahun 1674 dan 1748, (1748 – 1749 dan 1820 –1821 Masehi) baru diadakan penyesuaian 2 kali. Oleh karena tiap-tiap Windu dimulai dengan hari yang sama, maka hari-hari itu juga digeserkan dua kali.

Windu yang dimulai dari hari Jum’at (khurup Jamniah) , pada tanggal 11 Desember 1749 Masehi diganti dengan khurup Kamsiah dan pada tanggal 28 September 1821 Masehi diganti dengan khurup Arbangiah.

Pada tahun 1936 diadakan penyesuaian untuk ketiga kalinya dan tahun 1866 Jimakir bukan tahun kabisat. Karena itu tanggal 1-1-1867 Alip bersamaan dengan 1-1-1355 Hijriyah yang jatuh pada tanggal 24 Maret 1936 Masehi. Maka Windu yang dimulai dengan hari Rabu (khurup Arbangiah) diganti dengan khurup Salasiah.

Untuk menunjukkan perbedannya dapat dimulai dari waktu permulaan lingkaran dua Almanak tersebut. Hal ini terjadi diantaranya pada tanggal 18 Pebruar i 1874 dimana tanggal 1-1-1291 Hijriyah jatuh bersamaan dengan tanggal 1-1-1803 Alip.

Wuku

Selain hari dan hari Pasaran masih dipakai pula perhitungan Wuku. Tiap-tiap wuku lamanya 7 hari dan selalu dimulai pada hari Minggu sehingga semuanya ada 30 wuku.

Nama-nama wuku adalah sebagai berikut

1. Sinta 11. Galungan 21. Maktal
2. Landep 12. Kuningan 22. Wuye
3. Wukir 13. Langkir 23. Manahil
4. Kurantil 14. Mandasia 24. Prang Bakat
5. Tolu 15. Julung Pujud 25. Bala
6. Gumbreg 16. Pahang 26. Wugu
7. Warigalit 17. Kuru Welut 27. Wayang
8. Warigagung 18. Marakeh 28. Kulawu
9. Julungwangi 19. Tambir 29. Dukut
10. Sungsang 20. Madangkungan 30. Watu Gunung

Hari Pasaran

1. Legi
2. Paing
3. Pon
4. Wage
5. Kliwon

Mangsa

Untuk kepentingan pertanian dipakai pula perhitungan mangsa yang erat hubungannya dengan musim-musim yang terdapat di pulau Jawa. Untuk memperhitungkan ini tahun Matahari dibagi dalam 12 bagian dan masing-masing bagian lamanya berlainan.

Dalam tahun 1855 (Masehi) oleh Sri Susuhunan Solo, pranatamangsa diatur sebagai berikut :

I. Kasa lamanya 41 hari dimulai tgl 22 atau 23 Juni (Masehi)
II. Karo lamanya 23 hari dimulai tgl 2 atau 3 Agustus
III. Katiga lamanya 24 hari dimulai tgl 25 atau 26 Agustus
IV. Kapat lamanya 25 hari dimulai tgl 18 atau 19 September
V. Kalima lamanya 27 hari dimulai tgl 13 atau 14 Oktober
VI. Kanem lamanya 43 hari dimulai tgl 9 atau 10 Nopember
VII. Kapitu lamanya 43 hari dimulai tgl 22 atau 23 Desember
VIII. Kawolu lamanya 26/27 hari dimulai tgl 3 atau 4 Pebruari
IX. Kasanga lamanya 25 hari dimulai tgl 1 atau 2 Maret
X. Kadasa lamanya 24 hari dimulai tgl 26 atau 27 Maret
XI. Dhesta lamanya 23 hari dimulai tgl 19 atau 20 April
XII. Sadha lamanya 41 hari dimulai tgl 12 atau 13 Mei

Tahun yang keempat merupakan tahun kabisat dengan jalan memperpanjang 1 hari mangsa yang ke VIII, jadi 27 hari. 5 Tahun pranata mangsa yang pertama dimulai tanggal 22 Juni 1856 (Masehi).

KALENDER LUNISOLAR

Kalender Lunisolar adalah kalender yang disesuaikan dengan pergerakan Bulan mengelilingi Bumi dan pergerakan Bumi (bersama dengan Bulan) mengelilingi Matahari, contohnya Kalender Bali, Kalender Yahudi, dan Kalender Tionghoa.

Kalender Bali

Kalender Bali yang dimulai pada tahun 78 Masehi, merupakan kalender yang diisusun berdasarkan revolusi bumi terhadap matahari, sekaligus revolusi bulan terhadap bumi dan ditambah dengan elemen-elemen lokal.

No Penanggalan Bali Lama Hari
1 Kasa 30
2 Karo 29
3 Katiga 30
4 Kapat 29
5 Kalima 30
6 Kanem 29
7 Kapitu 30
8 Kawolu 29 / 30
9 Kasanga 29 / 30
10 Kadasa 29
11 Jiyestha 30
12 Sadha 29
13 Bulan kabisat (30)
Total 353-355/(383-384)hari

Kalender Tionghoa

Hari dalam kalender Tionghoa dimulai dari pukul 23:00 (bukan pukul 00:00 tengah malam). Terdapat 12 bulan dalam 1 tahun, tetapi setiap 2 atau 3 tahun sekali terdapat bulan ganda (rùnyuè, 19 tahun 7 kali). Berselang satu kali jiéqì (musim) tahun matahari Tiongkok adalah setara dengan satu pemulaan matahari ke dalam 
tanda zodiak tropis.

No Penanggalan Tionghoa Lama Hari

1 Cia Gwee 30
2 Ji Gwee 29
3 Sa Gwee 30
4 Si Gwee 30
5 Go Gwee 29
6 Lak Gwee 30
7 Cit Gwee 29
8 Pe Gwee 29 / 30
9 Kauw Gwee 29 / 30
10 Cap Gwee 29
11 Cap It Gwee 29
12 Cap Ji Gwee 30
13 Lun .... Gwee (30)

Total 353-355/(383-384)hari

KALENDER PERSETUJUAN

Kalender Persetujuan adalah kalender yang tidak didasarkan pada pergerakan Bulan mengelilingi Bumi dan pergerakan Bumi (bersama dengan Bulan) mengelilingi Matahari, contohnya adalah hari dan minggu Julian yang digunakan oleh pakar bintang.

Ada juga kalender yang sepertinya didasarkan/disesuaikan dengan pergerakan Venus, seperti beberapa Kalender Mesir Kuno. Kalender ini juga sering dipakai di peradaban dekat khatulistiwa. Kalender Bangsa Mesir Kuno ini masih terpakai secara rahasia oleh supranaturalis/paranormal. Kalender ini punya banyak fungsi, yaitu untuk mengetahui kapan seseorang wafat, lahir, sembuh, dsb.


Unduh selengkapnya tentang almanak di bawah ini.

Almanak BMKG 2022 Pdf Gratis




2 komentar untuk "9 Jenis Almanak (Kalender) Digunakan Indonesia"