1000 Sajen Butuh 500 Pasang Kaki Penendang Sajen di Malang - CocokPedia
Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

1000 Sajen Butuh 500 Pasang Kaki Penendang Sajen di Malang

Orasi Bidaya Nusantara Bersatu dengan sub tajuk 1000 Sajen dan Dupa. Acara tersebut diselenggarakan untuk lintas budaya, lintas agama, dan lintas iman. Kunjungi saja 22 Januari di Depan Balai Kota Malang pukul 19.00 WIB.

Anggap saja selamatan untuk nama ibu kota baru Indonesia di Kalimantan Timur dengan nama Nusantara. Sekalian menjawab dan menantang 500 pasang kaki yang bersedia menendang sajen seperti kasus di Lumajang. Hehehe, tapi siap-siap bagi penendang sajen ditangkap polisi, penendang sajen. Akhirnya setelah ditangkap baru si penendang sajen minta maaf. 😮



Kegiatan ini lebih menarik daripada aksi makar yang marak dalam beberapa tahun hingga saat ini. Bersatu dalam kedamaian lebih indah daripada bersatu untuk makar. 

Bagi yang punya waktu atau yang tidak punya kerjaan (pensiunan ahli makar terhadap negara yang sah) ada baiknya ikut ya. Biar ada kegiatan gak melulu makar aja berkedok agama.



Merawat kerukunan bangsa adalah konsensus sejarah bangsa berujud Pancasila, UUD 1945, Bhinneka Tunggal Ika, dan NKRI harga Mati. Kalau bukan bangsa asli Indonesia, siapa lagi yang akan merawat? Hanya penumpang gelap di republik ini yang suka keributan. Yang tidak suka dengan NKRI, pindah ke negerinya!

Yang sekitaran kota Malang tapi tidak sempat nonton acara tersebut, saya bagikan youtube nya di bawah ini ya.




Menyaksikan 1000 Sajen Butuh 500 Pasang Kaki Penendang Sajen di Malang (orasi budaya) tersebut di atas, saya bersyukur tidak ada satu pun penendang sesajen (sajen). Walaupun sudah disiapkan 1000 sajen, tapi tak satu kaki pun yang menendangnya. 

Aparat seperti pihak kepolisian dan TNI siaga. Jika ada yang menendang, pasti ditembak kakinya. Hahaha. Sukses!


Sumber:
https://www.youtube.com/watch?v=HqcJiYlIwE0

5 komentar untuk "1000 Sajen Butuh 500 Pasang Kaki Penendang Sajen di Malang"

  1. Maksudnya penumpang gelap dan harus pulang kenegerinya itu siapa? Postingamu provokatif dan gak bermutu mbok ya tulisanmu itu yang sejuk gitu lo ,bukan hanya kamu yg nkri ..sombongnya itu mohon dikurangi, biar cerdas

    BalasHapus
  2. Saya hindu bali, kami sudah biasa bikin sesajen,tak usah kau ajari kami soal seajen dan toleransi.kami sedari dulu sudah hidup rukun dg saudara kami umat muslim,nasrani,budha dsb..belajar nulis yg bagus,yg sejuk..bagi kami tak ada pendatang di negeri ini ,tidak ada makar.semua saudara bagi kami umat hindu..isi kepala dan hatimu saja yg kotor dan penuh buruk sangka

    BalasHapus
  3. terima kasih apresiasinya sodara. sepertinya anda salah tangkap dengan artikel ini. Artikel ini justru mendukung acara sajen dan menolak kegiatan merusak perdamaian seperti kasus 'penedang sajen' di Lumajang. Mengenai 'penumpang gelap' mereka adalah orang-orang yang suka menghina Indonesia tapi makan di Indonesia. Mohon maaf jika artikel ini tidak berkenan untuk anda. Salam

    BalasHapus
  4. Penumpang Gelap itu ya Bangsa CINA yg akan menguasai negeri ini dengan Adu
    domba sesama anak bangsa .

    BalasHapus
  5. Memang terlalu banyak penumpang, mari kita sama-sama jaga keutuhan NKRI

    BalasHapus