Rp 1000 akan Jadi Rp 1, Rp 100.000 akan Jadi Rp 100 Tahun 2022 - CocokPedia
Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

Rp 1000 akan Jadi Rp 1, Rp 100.000 akan Jadi Rp 100 Tahun 2022

  


 

Rp 1000 akan Jadi Rp 1, Rp 100.000 akan Jadi Rp 100 tahun 2022 mencuat lagi dalam banyak pemberitaan. 1 000 jadi 1 rupiah. Pemerintah kembali mewacanakan untuk redenominasi rupiah. Apa itu redenominasi rupiah? Redenominasi adalah penyederhanaan nominal rupiah. Lebih mudahnya pemerintah akan mengurangi jumlah 0 (nol) pada mata uang rupiah sehingga uang Rp 100.000 jika diredenominasi (dikurangi 3 angka nolnya) menjadi Rp 1.

Redenominasi sudah pernah dilakukan oleh pemerintah Indonesia yakni redenominasi rupiah 1965, wacana redenominasi rupiah 2021, dan rencana lagi pelaksanaan redenominasi rupiah 2022. Pertama kali terjadi pada 13 Desember 1965. Presiden Sukarno menerbitkan Peraturan Pemerintah No.27/1965 untuk melakukan redenominasi yakni penurunan nilai mata uang lama dari Rp 1.000 menjadi Rp 1 uang baru.

Rencana redenominasi mata uang terhadap rupiah bukanlah hal baru. Rencana tersebut sudah dibentuk sejak Deputi Gubernur Senior Bank Indonesia (BI) masih dijabat Darmin Nasution. Kemudian dikuatkan oleh Agus Martowardojo yang menduduki Gubernur selanjutnya. 

Hal tersebut didasari oleh Rancangan Undang-Undang (RUU) Redenominasi Rupiah. RUU Redenominasi Rupiah ini selanjutnya dimasukkan dalam rencana jangka menengah Menteri Keuangan, Sri Mulyani Indrawati yang disahkan dalam Peraturan Menteri Keuangan (PMK) Nomor 77/PMK.01/2020 tentang Rencana Strategis Kementerian Keuangan Tahun 2020-2024. Sejak itulah redenominasi dimasukkan ke dalam rencana strategis Kementerian Keuangan Tahun 2020-2024. 

Sri Mulyani menjelaskan setidaknya ada dua syarat dan dasar mengapa redenominasi harus dilakukan sekaligus menjadi manfaat redenominasi rupiah. Pertama, untuk efisiensi transaksi.  Dengan redenominasi akan berkurang pula terjadinya resiko human error saat melalukan transaksi. Selain itu terjadi efisiensi pencantuman harga barang/jasa karena minimalisnya jumlah digit rupiah. Kedua, redenominasi  juga diperlukan untuk menyederhanakan sistem transaksi, akuntansi, dan pelaporan APBN karena tidak banyaknya NOL. 

Tapi, kemudian lebih lanjut Sri Mulyani menyampaikan bahwa kita fokus dulu ke masalah penanganan covid-19 dan penyuksesan vaksin.

Lebih jauh Menteri Keuangan menyampaikan bahwa redenominasi tidak mengurangi nilai mata uang, hanya pengurangan angka nolnya saja. Dan satu syarat penting pelaksanaan redenominasi adalah ekonomi Indonesia harus dalam keadaan stabil. Redenominasi tersebut biasanya dilakukan pada kondisi rendahnya inflasi dan pergerakannya stabil. Stabilitas ekonomi ini pun harus ada jaminan tentang stabilitas harga dan kesiapan masyarakat.

 Pertanyaannya Rp 1 itu berapa nilainya?

 

 

 

 

 



Posting Komentar untuk " Rp 1000 akan Jadi Rp 1, Rp 100.000 akan Jadi Rp 100 Tahun 2022"

  • Bagikan