Manuskrip Puisi: Biru Rindu - CocokPedia
Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

Manuskrip Puisi: Biru Rindu

 


PENGANTAR PENULIS

 

Begitu panjang perjalanan hidup ini. Setiap langkah adalah momen suka dan duka. Setiap detik waktu adalah kerdipan cuplikan peran sebagai manusia. Setiap helaan nafas adalah percikan kenangan dan cita-cita. Setiap lelap adalah rindu. Segalanya terbaur dalam warna-warna kehidupan yang layak kita abadikan.

Dulu, butuh secarik kertas dan pena untuk menulis. Sekarang tidak lagi. Hanya butuh sumber energi listrik. Malas menulis pun cukup bersuara dan suara pun diterjemahkan dalam tulisan, maka mengabadikan setiap momen dari sekecil apa pun wujudnya adalah bentuk terindah dari syukur.

Apapun yang tertulis akan menjadi kelanjutan inspirasi. Berbagai kisah tak akan terputus, dan tak cukup kertas untuk melukiskan semua perjalanan ini. Menuliskan sebagiannya adalah keinginan untuk abadi.

Dari 103 judul puisi dalam manuskrip ini merupakan serpihan-serpihan kecil bingkai kehidupan. Suka duka, rindu cinta, marah benci, idealis curang, lurus menikung, semua adalah pernik-pernik kehidupan yang menjelma puisi.

Selamat menikmati.


Berikut adalah naskah manuskrip Biru Rindu



Terima kasih sudah berkunjung ke cocokpedia.net

Posting Komentar untuk "Manuskrip Puisi: Biru Rindu"

  • Bagikan