Jangan Kaget per 1 Januari 2022 Bea Cukai Rokok Naik Dratis - CocokPedia
Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

Jangan Kaget per 1 Januari 2022 Bea Cukai Rokok Naik Dratis

Jangan Kaget buat para perokok, per 1 Januari 2022 bea cukai rokok naik. Itu berarti harga rokok per kardus, per press, per bungkus, dan per batang juga naik. Kenaikan cukai rokok 2022 tentu dengan beberapa pertimbangan pemerintah melalui menteri keuangannya. 

Berdasarkan pengalaman sejarah kenaikan bea cukai rokok dan harga rokok tiap tahun naik, tidak ada satu pun keluhan dari para perokok. Justeru yang mengeluh adalah pacar dan isteri perokok. Bagi perokok kenaikan harga rokok, tetap harus merokok. Berapa pun harganya, pasti tetap terbeli.

Menteri Keuangan RI (Menkeu) Sri Mulyani, resmi menaikkan cukai hasil tembakau (CHT) pada 1 Januari 2022 naik pada kisaran  12%. Hal itu akan berdampak pada kenaikan harga jual ecera (HJE) sehingga akan ada pita cukai baru yang melilit bungkus rokok. Ya, betul. Bea cukai hanya berwujud pita atau bandrol harga rokok yang terdapat pada luar bungkus rokok.



Bagaimana dengan para petani tembakau? Apakah terdampak dengan kenaikan bea cukai rokok atau kenaikan harga rokok? Sampai sekarang belum ada tanda signifikan mereka lebih sejahtera.

Ia menyebutnya dengan penyesuaian tarif (cukai). Itu jelas-jelas bukan penyesuaian tapi memang kenaikan. Jangan alih-alih perhalus kata, biarkan saja dengan kata aslinya ‘naik atau kenaikan harga.’

Lanjutnya, ia menyatakan bawah kenaikan harga atau cukai rokok juga mempertimbangkan harga transaksi pasar (HTP) serta HJE yangsaat ini telah melebihi 100 persen. Gabungan Produsen Rokok Putih Indonesia (Gaprindo), pengusaha rokok,  dengan tajam menilai bahwa kenaikan harga rokok tersebut tidak  logis/wajar. 

Cukai rokok 2021 menurut menteri keuangan RI positif akan naik. Sigaret putih mesin golongan I, nai 13,9%.  Minimal harga jual eceran (per batang) Rp 2.005 atau minimal perbungkus yakni rata-rata 20 batang seharga Rp 40.100 hasil kurs bea cukai sehingga  kenaikan cukai rata-rata rokok adalah 12 persen. Itulah kisaran harga rokok di indonesia. 

Apakah kenaikan bea cukai rokok juga berdampak pada harga rokok dan harga pengiriman barang berupa rokok ke luar negeri (bea cukai tracking). Tentu. Itu juga akan menaikkan pendapat negara sehingga makin gemuk agar dapat menggaji para dewa dan dewan makin besar. 

Para perokok, masih sanggup beli? Atau nutut saja ke teman yang kaya? Atau berganti dengan lintingan? Monggo.  Konsumsi rokok orang atau manusia Indonesia saat ini mencapai 11,9 % perkotaan dan 11,24 % persen di pedesaan. (Sepertinya 80 % deh se Indonesia!) 

Buat para isteri perokok, saatnya mulai menghemat agar suami atau pacar tetap bisa merokok karena merekalah para penyumbang devisa negara (berjasa terhadap negara) walaupun cukai rokok naik. Mereka tiap tahun menyumbang kepada negara sebesar 97 % tiap tahun. Atau kalau dirupiahkan sebesar Rp 180 triliun. 

Hasil dari cukai rokok tersebut, sebagian besar untuk membantu pembayaran gaji Aparatur Sipil Negara (ASN) atau Pegawai Negeri Sipil (PNS).  Itu artinya perokok adalah penyumbang Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara ( apbn dari cukai rokok ) terbesar tak terkalahkan. 

(Intermezzo: Bagi perokok, ahli hisap (bukan hisab),  mereka tidak takut mati karena kalau mati tinggal dinyalakan lagi rokoknya pakai korek).


Sumber gambar:

https://www.solopos.com/

Posting Komentar untuk "Jangan Kaget per 1 Januari 2022 Bea Cukai Rokok Naik Dratis"