Gadis Pantai karya Pramoedya Ananta Toer (Roman) - CocokPedia
Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

Gadis Pantai karya Pramoedya Ananta Toer (Roman)

 


Inilah cuplikan singkat dari Roman Gadis Pantai karya Pramoedya Ananta Toer. Halaman lengkapnya dapat dibaca pada buku digital atau buku virtual di bawah ini. Atau kalau ingin memiliki bukunya dapat mengunduhnya gratis pada bagian akhir postingan ini.


Kulitnya kuning langsat. Tubuhnya kecil ramping. Setiap hari punggungnya dibebani bakul besar dalam gendongan selendang. Dia datangi rumah para priayi. Beli barang, pakaian, botol kosong, rongsokan. Sampai bakulnya penuh. Baru ia menjualnya di pasar. Suaminya petani gagal, penjual soto ayam pikul yang juga gagal, pernah jadi perabot desa, pun gagal. Maka setiap hari dia terus berjalan, dari rumah ke rumah dan ke pasar. Dengan bakul besar dipunggung. Tetap mandiri. Barang belian yang tak laku disimpannya di bawah ambin tempat tidurnya, di rumahnya di pinggiran utara kota, sebuah pondok kayubambu berdinding gedek dilepa tahi sapi. Barang rongsokan aneh, dinilainya cantik, juga masuk kebawah ambin bambu itu. Dengan wajah mulus berseri dihadiahkannya padaku, atau adikku, bila kami datang berkunjung. Jepang berkuasa, membatasi semua-mua. Kemandiriannya ikut terpancung. Tubuh ramping kecil itu merosot tua. Pakaiannya jadi lusuh, kumuh. Tangan dan kakinya yang kecil kehilangan kekuatan. Tahu aku hendak meninggalkannya pergi ke Jakarta dia datang. Janjiku : Mbah, kalau sudah mampu cari rejeki sendiri nanti kukirimkan sarung untukmu. Aku pergi ke Jakarta. Dia pun pergi, hanya untuk selama-lamanya. Dia,nenek darahku sendiri, pribadi yang kucintai, kukagumi, kubanggakan.



Berikut tautan Roman Gadis Pantai karya Pramoedya Ananta Toer.











 

Posting Komentar untuk " Gadis Pantai karya Pramoedya Ananta Toer (Roman)"

  • Bagikan