212 Time! Waktunya Jualan Atribut Agama Lagi Ke Jalan - CocokPedia
Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

212 Time! Waktunya Jualan Atribut Agama Lagi Ke Jalan




212 Time! Waktunya Jualan Atribut Agama Lagi ke jalan.  Apa itu reuni 212? 212 dulu digunakan oleh Bastion Tito untuk karya legendarisnya yakni Wiro Sableng. Wiro Sableng adalah Pendekar Kapak Maut Naga Geni. Pada kapaknya tertera angka 212. Bermula dari cerita tertulis hingga cerita audio kemudian difilmkan di Indonesia pertama kali ditayangkan hasil kerjasama dengan Fox International Productions anak perusahaan dari 20th Century Studios. Film tersebut tayang pada 30 Agustus 2018.

Berbeda dengan 212 pada hari ini, reuni 212 Desember 2021. 212 yang terjadi di Patung Kuda, Jakarta hari ini adalah acara reuni 212. Menurut mereka yang pernah ikut, acara ini adalah kelanjutan dari tahun sebelumnya. Reuni 212 adalah reuni tapi entah sekolah di mana. Oya, mungkin lulusan reuni 212 Monas tahun kemaren makanya disebut reuni. Hati-hati, jangan-jangan ntar banyak yang jadian. Lol.

Gara-gara ada reuni beberapa poros jalan ditutup. Ada beberapa titik  penyekatan dan pentupan yang dilakukan polisi yakni: Jalan Veteran Raya menuju Jalan Medan Merdeka Utara ditutup; Jalan Merdeka Timur menuju Jalan Medan Merdeka Utara ditutup. Pengendara dialihkan ke Jalan Perwira ; Jalan Medan Merdeka Selatan ke arah Monas ditutup. Pengendara dari kawasan Tugu Tani akan dialihkan ke arah Jalan Medan Merdeka Timur; Jalan MH Thamrin mengarah Jalan Medan Merdeka Barat ditutup di Patung Kuda Arjuna Wiwaha.Pengendara diarahkan ke Jalan Kebon Sirih; Jalan Budi Kemuliaan mengarah Patung Kuda Arjuna Wiwaha ditutup; Jalan Abdul Muis menuju Jalan Medan Merdeka Barat ditutup; Jalan Majapahit ditutup. Pengendara dari arah Jalan Hayam Wuruk maupun Jalan Suryopranoto diarahkan ke Jalan Ir H Juanda; dan Jalan Veteran Raya, Jalan Abdul Muis menuju Majapahit, Jalan Kebon Sirih menuju Wahid Hasyim, dan Jalan Sunda juga dilakukan pengalihan arus. (Menurut https://megapolitan.kompas.com/)

Sebenarnya acara tersebut tidak  diizinkan, tidak ada izin reuni 212, tapi kemudian karena ada pertimbangan ulama (katanya) dan desakan ulama pendukung acara tersebut, akhirnya disetujui untuk digelar. Lebih-lebih judul proposalnya: aksi Super Damai. Kalau tahun lalu Cuma aksi damai, tanpa super. Inilah kemungkinan disetujuinya pagelaran reuni 212 diizinkan. Reuni 212 tahun 2021.

Reuni 212 urgensinya apa? Apa tujuan reuni 212? Agenda besar apa yang diusung dalam acara ini? Apakah ini bentuk prematur sebuah negara di dalam negara dengan mengatasnamakan rakyat dan agama? Tidak adakah keinginan bekerja keras membantu negara dan pemerintah memperbaiki keadaan sekarang, bukan keadaan yang mereka impikan? Banyak pekerjaan yang bisa dibantu lo. Misal membantu penyelenggaraan vaksin Covid-19, membantu penyaluran Bansos, membantu memburu para koruptor, membantu sebagai debt collector untuk para bankir yang bandel, dan sebagainya. Terlalu banyak pekerjaan yang bisa dibantu. Apakah dengan membantu pemerintah dan negara tidak bernilai ibadah bagi mereka? Sepertinya tercium agenda besar terselubung. Apakah itu? Khilafah? Negara Islam? Suksesi pemilu 2024? Siapa yang mereka usung? Mengapa pekerjaan yang jelas di depan mata mereka, tak tampak? Apa yang tampak di hati dan otak mereka?

Maaf ya, ini sekedar esai, hanya sebuah opini. Saya kok merasa ada yang ganjil dengan barisan acara seperti itu. Lebih-lebih menggunakan simbol dan aksesoris agama. Bukankah negara kita ini multiagama, beragam agama? Kehebatan apa yang ingin mereka unggulkan kepada dunia dan agama lain? Saya tak habis pikir. Apakah negara dan pemerintah bagi mereka tampak seperti makanan yang bisa kapan saja ganti menu? Apakah negara dan pemerintah bagi mereka tampak tidak bekerja dengan baik? Adakah mereka bisa membuktikan bahwa mereka mampu bekerja lebih baik daripada pemerintah saat ini? Bisakah dibuktikan sebagai pembanding? Mengapa begitu ngotot dan getol mereka? Ngotot dan getol bukankah termasuk birahi dan syahwat? Apakah mereka mengira mengurus pemerintahan dan negara begitu mudah? Mengapa sejak awal bukan mereka yang urus negara? Apakah mereka nyata-nyata minta diberi kesempatan memimpin negara dan pemerintahan?

Acara 212 tentu tidak begitu saja digelar apalagi tiap tahun. Tentu ada yang menggerakkan dan menyesponsori, tapi apapun alasannya, ini adalah bentuk makar yang nyata kepada pemerintah yang sah. Ke mana ujungnya, pasti kelihatan karena tidak akan pernah jauh perilaku dan obyek tujuannya. Buah yang jatuh tidak akan pernah jauh dari pohonnya. Pohon juga tidak akan pernah jauh dari akarnya. Asap juga tak akan jauh dari bara api. Dan orang yang cinta tanah air, negara, dan NKRI tak akan mengusik yang sedang bekerja. Dan, tak mau tanah air, negara, dan NKRI kacau balau.

Demikian sekedar uneg-uneg, mencoba membolak-balik pikiran, mencari hal logisnya. Tapi, semakin jauh berpikir saya semakin kacau. Berarti ada yang tidak beres. Entah dengan otak saya atau dengan reuni 212. Hanya hati yang jujur yang dapat menilai bijak.



Sumber https://www.merdeka.com/

Posting Komentar untuk " 212 Time! Waktunya Jualan Atribut Agama Lagi Ke Jalan"