Pedagang Sapi Virtual vs Konvesional - CocokPedia
Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

Pedagang Sapi Virtual vs Konvesional




Sebagai pembuka, saya ingin bercerita tentang pedagang sapi konvensional. Pedagang sapi konvensional yang ada di wilayah tertentu di tanah air. 

Pedagangan sapi memiliki jadwal dan hari tertentu. Misal di daerah Lenteng, jadwal perdagangan sapi lokal pada hari minggu siang hingga sore. 

Ketika jadwal perdagangan sapu dimulai banyak dijumpai mobil pick up yang tadinya mengantar jemput para sapi. Sapi-sapi itu dibawa para peternak dengan pick up untuk dijual di pasar sapi.

Tentu pemilik sapi akan mengeluarkan biaya wajib seperti sewa pick up atau truck, biaya makan minum, dan rokok. Sapi laku dijual atau tidak biaya yang diperlukan tadi tetap wajib harus dikeluarkan. Walaupun sukses terjual, tapi harga tidak bisa melampaui harga yang beredar di lokasi setempat. Ini satu nilai minus.

Pedagang Sapi Virtual vs Konvesional. Berbeda dengan pedagang sapi virtual. pedagang jenis ini menggunakan teknologi informasi berupa youtube atau blog tentang sapi-sapi yang dijual. Persis seperti sedang menjual laptop. Ada spesifikasinya lengkap dengan label harganya. Jenis sapinya pun lokal dalam negeri dan luar negeri. 

Pedagang sapi jenis ini tidak mengeluarkan biaya wajib seperti pedagang sapi konvensional. Mereka hanya duduk di depan laptop atau bisa untuk mengiklankan sapi-sapinya. Satu hal lagi, pedagang sapi virtual mendapatkan keuntungan dari adsense media tempatnya beriklan. Walaupun sapinya di alam nyata belum laku, tapi secara nyata uang mengalir padanya tiap bulan.

Contoh para pedagang sapi virtual yang sukses.

  1. Rojo Koyo
  2. Arie K Channel
  3. Bima Sakti
  4. Inces Duro
  5. Setia Farm
  6. DeHakims Story
  7. CapCapung

Berapakah kabar penghasilan mereka seandainya tak satu pun sapinya laku? 


Wow, fantastis. Satu video seharga 17 sekian!

Nah, apakah pedagang sapi konvensional harus berhenti berganti jadi pedagang sapi virtual? Tentu saja tidak. Pedagang sapi konsional harus tetap ada karena masyarakat setempat sangat membutuhkannya.

Hidup pedagang sapi! Semangat!!


Posting Komentar untuk "Pedagang Sapi Virtual vs Konvesional"