Pak MUI Berijtima’ Soal Pinjol, OK - CocokPedia
Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

Pak MUI Berijtima’ Soal Pinjol, OK



Pak MUI (Majelis Ulama Indonesia)  mengeluarkan ijtima' atau kesepakatan ulama komisi fatwa se-Indonesia terkait pinjaman online (pinjol).  Adapun isi ijtima’nya sebagai berikut.



  1. Terkait utang piutang, pada dasarnya merupakan bentuk akad tabarru' (kebajikan) atas dasar saling tolong-menolong yang lebih ditingkatkan tidak boleh bertentangan dengan prinsip-prinsip syariah.
  2. Bagi pengutang yang sengaja menunda pembayaran utang padahal menurut hukumnya adalah haram.
  3. Pengutang yang memberikan ancaman fisik atau membuka rahasia (aib) seseorang yang tidak mampu membayar utang, hukumnya adalah haram.
  4. Memberi penundaan atau keringanan dalam pembayaran utang bagi yang mengalami kesulitan merupakan perbuatan yang lebih disarankan (mustahab).
  5. Layanan kredit baik online maupun offline yang mengandung riba hukumnya haram, meskipun dilakukan di atas dasar kerelaan.

 

Bolehlah berijtima’, berfatwa, dan sebagainya. Itu memang pekerjaan yang mulia Pak MUI. Tak sedikit yang terjebak pinjaman online ilegal hingga terjerat utang dalam jumlah yang sangat banyak. Inilah fakta. Ketika seseorang kesulitan keuangan, sudah berusaha pinjam sana-sini, ke saudara, teman dekat, hingga merendahkan dirinya untuk mendapatkan pinjaman, tapi ini, pinjol adalah harapan terakhirnya.

Ada teman yang pamer kekayaan di medos, ada yang baru dapat arisan, ada yang tiap minggu selamatan, ada yang menunjukkan jumlah tabungan dan investasinya, tapi ketika dimintai bantuan untuk meminjamkan uangnya, bilangnya tidak ada. Pinjollah harapan satu-satunya. Terjeratlah dengan jatuh tempo yang pendek dan bunga yang mencekik. Siapa yang mau disalahkan dengan keadaan seperti itu? Pengutang? Pemberi utang? Keadaan? Bisa-bisa berakhir dengan menyalahkan siapapun.

Keadaan masyarakat terkini sangat terpuruk, tak mampu lagi menjerit, tidak punya tenaga untuk mengeluarkan suara. Hanya bisa menelan kenyataan hidup. Dengan kondisi seperti ini, tanpa ada yang bantu dan meraih tangan mereka, pinjollah malaikat yang nyata dalam kehidupan. Walaupun bunga menggorok leher, setidaknya masih memberi kesempatan melanjutkan hidup.

Pak MUI sesekali coba memproduksi uang buat dibagi-bagikan. Pak MUI kan orang pemerintahan. Atau bantu buru para koruptor Indonesia, rampas duitnya, bagikan ke rakyat. Pasti kami senang dan mendudukkan Pak MUI sebagai malaikat, seperti lagu Iwan Fals. Hahahaha.

 

Posting Komentar untuk "Pak MUI Berijtima’ Soal Pinjol, OK "

  • Bagikan