Misteri Sumber Mata Air Sungai Nil - CocokPedia
Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

Misteri Sumber Mata Air Sungai Nil

 



 

Siapakah David Livingstone? Walaupun ia warga Inggris, tapi warga Inggris yang tidak mengenalnya.

David Livingstone menjadi perintis misionaris di bidang medis, David Livingstone juga terkenal sebagai pahlawan nasional yang tidak takut untuk berekspedisi di wilayah belantara Afrika yang belum terpetakan dan belum pernah didatanginya sebelumnya. David Livingstone juga terkenal karena banyak menghasilkan temuan ilmiah di bidang geografi dan geologi. Ia juga menentan aksi perbudakan. Dalam misi ekspedisinya ke Afrika,  tercatat bahwa David Livingstone pernah empat kali ke Afrika.

Dan selama empat ekspedisinya itu, David Livingstone berhasil menjadi orang Barat pertama yang berhasil menemukan Air Terjun Victoria di Zambia, Danau Ngami di Botswana, dan Danau Malawai yang membentang dari Malawi, Mozambik hingga Tanzania. Bahkan, ia dinyatakan hilang oleh media saat itu saat ekspedisinya menemukan sumber mata air sungai Nil.

Menemukan sumber mata air sungai Nil adalah cita-cita utama David Livingstone.  Ia memulai ekspedisi menemukan sumber mata air sungai Nil  pada Januari 1866. Dalam ekspediasi tersebut David Livingstone ditemani beberapa orang yang ia sewa serta mantan budak yang ia bebaskan dalam ekspedia sebelumnya, yang bernama Chuma dan Susi.

Ekspedisi menemukan sumber mata air sungai Nil adalah yang terberat baginya. Bahkan dalam perjalanannya ia sakit keras, termasuk menderita kolera dan bisul-bisul.

Bukan sakit yang membuat David Livingstone hatinya sakit dan lemah, tapi pengalaman yang sangat mengerikan pada Juli 1971 saat terjadi pembunuhan  400 orang oleh majikannya. budak dibunuh oleh majikannya. Peristiwa itu menghancurkan semangatnya. Kondisi tersebut membuatnya mengenaskan ditambah lagi banyak ditinggalkan oleh krunya.




David Livingstone akhirnya meninggal pada 1 Mei 1873 pada usia 60 tahun. Ia mengalami pendarahan yang sangat fatal karena  malaria serta disentri. Hanya Chuma dan Susi yang terus menemaninya hingga detik terakhir David Livingstone. Mereka juga yang menguburkannya secara resmi.

Hingga akhirnya hayatnya David Livingstone belum menemukan sumber mata air sungai Nil. Apakah kemudian sumber mata air sungai Nil ditemukan? Kita lanjutkan sejarahnya. ”Misteri sumber Sungai Nil telah menjadi tantangan selama tiga ribu tahun,” ujar Christopher Ondaatje, seorang penjelajah yang menulis buku Journey to the Source of the Nile, seperti dilansir Discover Magazine. Ternyata pencarian sumber mata air sungai Nil sudah dilakukan sejak zaman dulu.


Mengapa sumber mata air sungai Nil dicari-cari? Sumber mata air sungai Nil adalah saksi bisu peradaban masa Mesir Kuno bahkan yang memenuhi kebutuhan air sepanjang zaman hingga sekarang. Sumber mata air sungai Nil juga berjasa memberi minum para pekerja pembangunan Piramida Mesir pada 5000 tahun yang lalu. Bahkan saat itu Firaun Ptolemeus II Philadelphus juga tertarik untuk menemukan sumber mata air sungai Nil ini. Namun, sia-sia dan belum berhasil menemukan kepala sungai Nil.

Sungai Nil mempunyai anak sungai besar hanya dua yakni sungai Nil Biru dan Putih. Sungai Nil Biru telah ditemukan sumbernya, sedangkan sungai Nil Putih belum ditemukan dengan berapapun sering ekspedisi pencarian yang dilakukan.

Mengarungi sungai Nil hingga ke pedalaman, ibarat menyerahkan nyawa Cuma-Cuma. Temuan-temuan tentang sumber mata air sungai Nil yang ada saat ini hanyalah prediksi semata. Belum ada fakta yang valid mengenai keberadaan sumber mata air sungai Nil ini hingga saat ini.

Mengapa sebegitu misteriusnya kepala sungai Nil ini?

Penjelajah muda lainnya adalah Henry Morton Stanley, seorang penjelajah Wales-Amerika, pernah bertemu dengan David Livingstone. Ia bertemunya untuk mencari tahu jejak penjelajahannya menemukan sumber mata air sungai Nil. Berdasarkan temuan Stanley pada pertengahan 1870-an, ia menyimpulkan bahwa Danau Victoria memiliki satu saluran keluar yang mengalir ke Sungai Nil Putih melalui Air Terjun Rippon dan Danau Albert. Dalam temuannya ini dia juga menemukan bahwa danau-danau itu adalah sumber Sungai Kongo. Benarkah Danau Victoria ini adalah sumber mata air sungai Nil?

Sungai Nil mengaliri  tak kurang dari sembilan negara yaitu: Ethiopia, Republik Demokratik Kongo, Kenya, Uganda, Tanzania, Rwanda, Burundi, Sudan, Sudan Selatan dan tentu saja Mesir. Ia mempunyai panjang 6.650 km atau 4.132 mil. Pantas jika beberapa banyak ekspedisi gagal menemukan sumber mata airnya.


Henry Morton Stanley


Menurut Wikipedia, berdasar temuan dari Henry Morton Stanley di atas, sumber mata air sungai Nil berasal dari danau di Rwanda dan Burundi modern yang kemudian  mengaliri Danau. Victoria. Dari sini Danau. Victoria kemudian mengalir ke D. Albert (D. Mobutu Sese Seko) yang juga dikenal sebagai Sungai Nil Putih, sungai yang terpanjang.

Sampai pada paparan ini, sepertinya inilah bagian akhir dari ekspedisi menemukan sumber mata air sungai Nil. Belum ada ekspedisi lain setelahnya. Semoga informasi ini membantu, setidaknya sungai Nil adalah saksi sejarah beberapa peradaban kuno jauh sebelum masa sekarang. Pasti masih ada jejak atau misteri lain yang mengalir di dasar sungai Nil ini. Wallahu a’lam.

 

 

Posting Komentar untuk "Misteri Sumber Mata Air Sungai Nil"

  • Bagikan