Mencita-citakan Kematian yang Baik: 7. Wasiat - CocokPedia
Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

Mencita-citakan Kematian yang Baik: 7. Wasiat


7. Wasiat

Syarat utama wasiat adalah ada yang akan diwasiatkan. Jika tidak ada, maka tidak perlu menulis atau melisankan wasit. Disarankan wasiat tersebut sebaiknya ditulis. Hal utama yang ada dalam wasiat ada dua yaitu: tentang harta (hutang atau warisan), dan berbuat kebaikan.

Mengapa harta menjadi hal utama dalam wasiat? Beberapa kasus yang terjadi di dalam masyarakat mengenai harta waris sebabnya karena tidak ada wasiat pembagiannya secara adil. Begitu pula tentang hutang piutang. Hutang bagi orang yang meninggal dunia menjadi beban yang berat di alam kubur sehingga pihak keluarga duka menyampaikan pada saat pemakanan jika pihak yang meninggal memiliki hutang agar segera menghubungi pihak keluarga yang hidup untuk segera diselesaikan.

Seandainya ketika tanda-tanda kematian di pembahasan sebelumnya sudah terasa, sebaiknya mulai menuliskan wasiat. wasiat yang tertulis akan lebih mudah diselesaikan secara hukum daripada wasiat secara lisan. Wasiat mengenai harta harus jelas dan tuntas disampaikan kepada pihak keluarga yang akan ditinggalkan seperti seberapa besar harta fisik dan nonfisik yang dimiliki, seberapa besar hutang dan kepada siapa saja. Piutang pun juga disampaikan sehingga jelas arah tagihannya ketika yang berwasiat sudah meninggal dunia.

Adapun wasiat mengenai mengamalkan perbuatan baik menjadi urutan kedua setelah harta. Tidak ada ruginya seseorang membuat wasiat yang menyeru kepada kebaikan terutama kepada keluarga terdekat yang akan ditinggalkannya seperti kepada anak, cucu, isteri atau suami, dan sebagainya. Setidaknya dengan wasiat kebaikan tersebut telah memenuhi perintah agama ‘sampaikan walau seayat.’


Mencita-citakan Kematian yang Baik:


Kitab Kematian lengkap versi digital dapat diperoleh di:

GOOGLE BOOK PARTNER


Posting Komentar untuk "Mencita-citakan Kematian yang Baik: 7. Wasiat"

  • Bagikan