Mencita-citakan Kematian yang Baik: 6. Firasat dan Tanda Kematian - CocokPedia
Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

Mencita-citakan Kematian yang Baik: 6. Firasat dan Tanda Kematian

6. Firasat dan Tanda Kematian

 

Sebagian orang meninggal begitu saja, seketika. Tentu melalui sebab seperti terjatuh, tersambar petir, kecelakaan, divonis sakit jantung, dan sebagainya. Sebagian yang lain merasakan waktu hidup telah habis. Tentu juga melalui sebab seperti sakit berkepanjangan, menderita, stress, dan sebagainya. Kedua keadaan tersebut meyakini bahwa kematian adalah wajib. Semua orang sedang dalam antrean.

Sebagian orang merasakan tanda-tanda kematian. Sebagian yang lain tidak menyadarinya. Merasakan tanda-tanda kematian adalah hal yang luar biasa. Seseorang ada yang merasakan datangnya kematian dengan tepat sehingga diberi kesempatan mempersiapkan segala sesuatunya sebelum meninggal. Sedangkan yang tidak peka, tidak merasakan tanda-tanda kematian, seketiba meninggal dalam keadaan tidak siap. Beberapa tanggungannya di dunia belum tertuntaskan seperti hutang, janji, dan kewajiban lainnya.

Sebagian orang yang peka atas mendekatnya ajal, biasanya meminta semua keluarga tersayangnya berkumpul di dekatnya; memberi wejangan akhir; meninggalkan wasiat; membagi warisan, dan sebagainya. Sebenarnya apakah tanda-tanda yang disaksikannya sehingga begitu yakin baginya?

Hanya orang-orang tertentu, orang pilihan Tuhan, yang merasakan tanda-tanda tersebut. Kepekaan atas hal tersebut juga tidak Tuhan berikan kepada semua orang. Walaupun mungkin dapat berguru tentang hal ini kepada orang yang waskita, juga tidak semudah itu sang guru memberikannya kepada sembarang orang. Hal tentang tanda-tanda kematian ini menjadi sangat rahasia.

Seorang pemandi jenazah, sebagai pengabdi sukarela merawat mayat, tentu memiliki pengalaman khusus tentang tanda-tanda orang meninggal. Beberapa yang mungkin bisa disebut secara umum antara lain: layunya telinga, mingkupnya hidung, tubuh dingin beku, lenyapnya denyut nadi, dan sebagainya. Sulit berpikir, sering tidur, nafsu makan berkurang drastis, penurunan suhu badan, malas melakukan apapun, terjadi perubahan warna kulit, mengalami nyeri yang hebat di bagian tertentu tubuh, mengalami gangguan pernapasan, suka menyendiri dalam waktu lama, sering berhalusinasi, melemahnya otot, mengalami kebingungan tanpa sebab, dan sebagainya adalah tanda yang lain.

Sebuah artikel umum juga menyebut tanda-tanda kematian yang dapat ditengarai. Beberapa di antaranya adalah: udara napas yang dihembuskan terasa dingin di telapak tangan; dalam manik mata orang lain tidak bisa melihat bayangan kita sendiri; warna tinja menjadi putih; gigi menjadi esktrim kering dan hitam; telinga menjadi lisut dan kusam; bisa melihat bintang pada siang hari, sedangkan orang lain tidak bisa melihatnya; mata tidak terasa silau ketika menatap matahari; air kencing menjadi asam; tidak bisa melihat bayangan sendiri; garis-garis atau kerut di dahinya membengkak; muncul bintul-bintul merah di daerah di bawah pusar; teramat sakit pada titik Yongquan (terletak di 1/3 tengah kaki dari ujung atas) dan titik Yintang (terletak di batang hidung, pertengahan jarak ujung alis mata), terasa nyeri/sakit seperti ditusuk jarum; dan sebagainya.

Menurut keterangan artikel tersebut, dua titik tersebut Yongquan dan Yintang adalah penanda fix datangnya kematian seseorang. Nah, tanda-tanda tersebut yang dapat disaksikan secara nyata oleh orang yang masih hidup. Bagaimana dengan tanda-tanda yang bisa disaksikan dan dirasakan oleh orang yang akan meninggal?

Itulah masalahnya. Informasi tersebut seperti top secret dan limited. Tidak tersedia informasi valid yang dibagikan secara umum baik di media digital atau cetak tidak juga dalam buku-buku modern. Beberapa tanda buku ada pada buku atau kitab-kitab kuno, tapi karena langka dan aksesnya tidak mudah, dianggaplah sangat sulit mendapatkan informasi  yang mendekati kebenaran.


Mencita-citakan Kematian yang Baik

Kitab Kematian lengkap versi digital dapat diperoleh di:

GOOGLE BOOK PARTNER

Posting Komentar untuk "Mencita-citakan Kematian yang Baik: 6. Firasat dan Tanda Kematian"