Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

Mencita-citakan Kematian yang Baik: 3. Penyintas Saat Sakaratul Maut

3. Penyintas Saat Sakaratul Maut


Saat-saat datangnya sakaratul maut, banyak kejadian yang dialami manusia. Ada beberapa sosok yang akan hadir kepadanya sebelum nyawanya tercabut. Ada sosok yang mengaku sebagai leluhur, seorang nabi, bahkan mengaku Tuhan. Inilah saat-saat genting. Ketika terpeleset dengan mengakui bahwa sosok yang hadir adalah Tuhan, maka sesatlah ia dalam kematiannya.

Kedatangan sosok tersebut tersenyum dan mengulurkan bantuan. Layaknya Dajal, surga dan jalan penuh cahaya ditawarkan. Ia menawarkan sebagai pemandu jalan ruh. Tapi lagi-lagi, ketika manusia terjebak dengan mengikuti sosok tersebut, kesesatanlah yang akan diterimanya.

Uluran bantuan sosok tersebut dapat berupa tawaran untuk masuk ke agama Yahudi, Nasrani, Hindu, Budha, dan sebagainya yang berbeda sama sekali dengan akidah orang yang sedang sekarat tersebut. Sosok tersebut menyatakan bahwa agama yang ditawarkannya adalah agama yang benar. Jalan yang lurus yang diridai Tuhan.

Semua kejadian tersebut dialaminya pada ranah mental. Semacam halusinasi, tapi tampak begitu nyata. Ada yang mengaku sebagai kakek atau nenek, ibu atau ayah, buyut atau leluhur, nabi, ulama, kyai, bahkan Tuhan.

Mereka datang bergantian dengan peluang kesuksesan kesesatan yang potensial. Tujuan utamanya adalah melengserkan keyakinan, iman, Islamnya. Ketika berhasil merayunya, maka berbahagialah mereka. Mereka itulah jin dan sifat syaitaniyah yang berwujud dalam benak orang yang sedang sakaratul maut.

Sungguh, keadaan sakaratul maut sangat haus, lapar, dan membingungkan. Ketika ada sosok yang menawarkan bantuan untuk meminuminya, memberinya makan, bahkan menolongnya sembuh dari sakit, tentu merupakan godaan yang sangat memikat.

Nabi berkata: “Setan itu paling keras upayanya dalam menggoda anak Adam (manusia) adalah saat sekarat. Ia berkata kepada kawan-kawannya, ‘Perhatikan dia, sebab bila ia luput, maka selamanya kalian tidak dapat mengambil keuntungan darinya.’

Menurut keterangan hadist orang sakaratul maut itu sangat haus kemudian setan merayunya: ‘Katakan tidak ada Tuhan selain aku (setan) sampai aku memberikan minuman kepadamu.’

Oleh karena itu sebagian besar orang yang menemani saat-saat ajal seseorang akan menalkinkannya kalimat tauhid: Laa ilaha illallah sebagai pengingat, sebagai pelindung, sebagai fokus, agar orang yang mengalami sakaratul maut tetap pada satu tujuan yakni innalillahi wa inna ilaihi rajiun.


Mencita-citakan Kematian yang Baik

Kitab Kematian lengkap versi digital dapat diperoleh di:

GOOGLE BOOK PARTNER

Posting Komentar untuk "Mencita-citakan Kematian yang Baik: 3. Penyintas Saat Sakaratul Maut"