Mencita-citakan Kematian yang Baik: 10. Kejadian di Alam Kubur - CocokPedia
Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

Mencita-citakan Kematian yang Baik: 10. Kejadian di Alam Kubur


10. Kejadian di Alam Kubur

Beberapa kejadian di alam kubur antara lain: hadirnya dua malaikat yakni Munkar dan Nakir; pertanyaan malaikat di dalam kubur; diterimanya catatan amal dari arah kanan atau kiri; dan sebagainya.

Beberapa saat setelah pengantar jenazah pulang, ahli kubur akan didatangi dua malaikat. Hal tersebut membuktikan bahwa iman kepada para malaikat benar adanya. Dua malaikat tersebut adalah Munkar dan Nakir. Malaikat tersebut bertugas mewawancarai ahli kubur dengan beberapa pertanyaan. Man rabbuka? Siapa Tuhanmu? Ma dinuka? Apa agamamu? Man nabiyyuka? Siapa nabimu? Ma kitabuka? Apa kitabmu? Aina qiblatuka? Di mana kiblatmu? Man ikhwanuka? Siapa saudaramu?

Bukankah pertanyaan itu sangat mudah dijawab? Apakah hanya itu pertanyaannya? Apakah akan kita ingat jika benar pertanyaannya hanya itu saja? Itulah masalahnya. Ibarat orang tidur, ketika bangun tidak ingat apa-apa yang terjadi di dalam tidur. Sama halnya tidak mudah ingat apa-apa yang terjadi ketika terjaga pada saat kita tidur.

Tidur adalah mati sesaat. Sedang mati adalah tidur yang panjang menunggu hari kebangkitan. Tidak semua yang kita pelajari mengenai pertanyaan-pertanyaan mudah itu kemudian dapat dengan lancar kita jawab ketika ditanyai malaikat di dalam kubur. Dan tentu kita hanya tahu sedikit, dan memang tidak tahu apakah hanya pertanyaan itu atau ada pertanyaan lain atau kejadian lain di dalamnya. Sungguh kita hanya tahu sedikit.

Jika hanya pertanyaan itu, maka dapat kita jawab dengan mudah di alam dunia bahwa Tuhan kita adalah Allah, agama kita adalah Islam, Nabi kita adalah Muhammad SAW, kitab kita adalah Al Quran, kiblat kita adalah Ka’bah, dan saudara kita adalah mukmin. Sesederhana itukah?

Ketika jawaban kita benar, menurut riwayat, kedua malaikat akan mengatakan: “Jawabanmu benar. Tidurlah sebagaimana tidur para pengantin.”

Analogi sederhana. Ketika hendak tidur kita membiasakan membaca doa sebelum tidur. Bismika Allahumma ahyaa wa bismika amuut. Artinya: “Dengan nama-Mu ya Allah aku hidup, dan dengan nama-Mu aku mati.” Kemudian ketika bangun, sadar dan langsung membaca doa bangun tidur. Alhamdulillahilladzii akhyaana ba'da maa amaatanaa wa ilaihin nusyuur. Artinya: “Segala puji bagi Allah yang telah menghidupkan kami setelah mematikan kami, dan kepada-Nya lah tempat kembali.”

Apakah hal tersebut terjadi begitu saja? Hafal begitu saja. Ingat begitu saja? Tentu tidak. Tentu melalui proses pembiasaan yang panjang. Pembiasaan yang mendarah daging. Nah, ketika sudah terbiasa menjadi kebiasaan hidup, bangun pun tetap ingat Tuhan. Begitu pula keadaan orang dikubur, kemudian bangun dan dihadiri dua malaikat, tetap akan sadar dan mampu menjawab. Bukankah Tuhan sungguh Maha Penyayang sehingga pertanyaan di alam kubur pun kita diberi bocoran?

Alam kubur bukanlah tempat jenazah di di dalam tanah seperti ketika saat kita menguburkan jenazah. Alam kubur adalah alam gaib, hanya Allah yang tahu. Hanya secara fisik, alam tersebut diwakili dengan lubang di dalam tanah untuk mengubur jasad.

Beberapa kejadian tentang jasad manusia di alam kubur sebagai berikut. Pada hari pertama, jasad manusia mengalami pembusukan pada bagian perut dan kemaluan. Pada hari kedua, anggota badan yang lain ikut membusuk seperti limpa, hati, paru. Pada hari ketiga, pembusukan merata dan menimbulkan bau yang tidak sedap. Darah menetes dari mulut dan hidung.

Pada hari ketujuh, bagian wajah membengkak. Keseluruhan tubuh mengalami pembusukan. Jasad dari hijau ke warna merah hingga legam. Pekan kedua, rambut mulai rontok dan tercerabut dari kulit kepala. Kuku dan gigi terlepas. Hingga pada usia setahun, tinggallah hanya tulang saja. Daging, kulit, urat, dan sebagainya telah sirna. Sungguh ini bukan bayangan atau pemandangan yang menyenangkan.

Kejadian tersebut terjadi secara alamiah. Ada beberapa kejadian yang tidak biasa, dan tidak alamiah. Seperti utuhnya kain kafan dan jasad setelah puluhan tahun. Ada beberapa kasus yang hilang dari liang kubur. Ada yang tidak rapi tulang belulangnya. Kejadian tersebut termasuk kejadian luar biasa yang tidak bisa dijelaskan. Tinggal merujuk kepada keadaan yang meninggal ketika masih hidup mengenai kebiasaan-kebiasaannya atau amal yang telah ia lakukan.

Apakah di alam kubur jasad mengalami siksaan? Apakah yang terjadi siksaan fisik atau mental? Beberapa pernyataan menyebut bahwa siksa kubur terjadi hanya pada mental (ruh). Beberapa mengaitkan bahwa siksa terhadap mental tersebut tetap mengikutkan jasad. Nabi pernah menyampaikan bahwa “Sesungguhnya kubur itu akan menghimpit orang kafir sehingga remuk tulang-tulang rusuknya.”

Di alam kubur, ahli kubur juga ditemani dengan sosok yang yang mengagumkan sehingga tidak membuatnya kesepian. “Siapakah engkau?” Tanya ahli kubur. “Aku adalah amal salihmu ketika di dunia.” Begitu pula dengan rupa dua  malaikat yang mendatanginya. Ketika cukup bekal amalnya dan diridai Tuhan, maka sosok malaikat akan sungguh mengagumkan. Berbeda halnya dengan ahli kubur yang ahli maksiat ketika hidup, maka seolah didatangi dengan sosok besar yang sangat menakutkan.



Mencita-citakan Kematian yang Baik: 10. Kejadian di Alam Kubur

Kitab Kematian lengkap versi digital dapat diperoleh di:

GOOGLE BOOK PARTNER

Posting Komentar untuk "Mencita-citakan Kematian yang Baik: 10. Kejadian di Alam Kubur"

  • Bagikan