Kupinjam 10 Juta, Jaminan Nyawaku - CocokPedia
Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

Kupinjam 10 Juta, Jaminan Nyawaku

 


 

“Aku mau pinjam uangmu 10 juta ada?” Badrul menodong Prakoso.

“Apa jaminanmu Drul?”

“Nyawaku!”

“Ah, yang bener Drul. Memangnya nyawa bisa dijual?”

“Aku serius, ada tidak, 10 juta?”

“Ada. Tunggu!” Prakoso masuk ke kamarnya. Keluar-keluar membawa bungkusan kreset kecil. “Ini! Apa perjanjiannya?”

“Aku akan bayar jika sudah punya!”

“Saking aja kamu temanku Drul! Baiklah. Deal!”

Kemudian Badrul yang mengantongi duit 10 juta itu pamit. Ia langsung ke masjid yang baru dibangun di kampungnya. Ia temui takmirnya, kemudian ia serahkan duit 10 juta itu.

“Ini saya sumbangkan untuk pembangunan masjid. Mohon diterima!”

Ustad Reno terbelalak kaget. Uang sebanyak itu membuatnya tak bisa berkata-kata. Ia hanya terima dengan tangan gemetar dan mencatatnya dalam buku kas masjid.

“Semoga Allah menggantinya dengan keberkahan ya. Aaamiin!” Doa sang ustad.

Badrul pun melenggang senang hati. Ia teringat isterinya minta dibelikan daster. Anak-anaknya juga minta dibelikan sepatu dan tas baru untuk sekolah. Ia memang tak punya uang sepeser pun. Dapurnya masih mengepul karena isterinya yang membantu keuangan keluarga dengan jualan gorengan. Badrul kemudian kembali tersenyum. Ada kelegaan dari hatinya. Ada keceriaan pada wajahnya. Aku sudah mengutangi Tuhan! Pikirnya.

Ia terngiang kata-kata Gus Anton. “Kalau mau kaya dengan cara ekstrem, ini yang harus kamu lakukan!” Gus Anton menerangkan cara kaya dengan cara tak biasa.

Enggeh, Gus!”

“Begini, kalau kamu bekerja pasti kamu dapat upah. Itu rumus umum. Upahmu paling tinggi hanya sebatas UMR. Iya, kan?”

“Betul, Gus!”

“Mau tidak kuberitahu cara mengunduh rejeki secara tak biasa? Aku menyebutnya cara ekstrim!”

“Itu maksudnya gimana, Gus? Apakah nanti saya dapat kaya mendadak?”

“Betul!”

“Nah, saya mau Gus. Bagaimana caranya Gus? Apa yang dibutuhkan agar saya bisa melakukannya?”

“Hanya hanya perlu berani dan yakin! Itu saja! Sanggup?”

“Siap Gus!”

“Kamu kan tak punya uang banyak? Mimpi kan kalau kamu punya segebok duit yang belum bisa kamu bayangkan berapa jumlahnya? Bahkan kamu tidak pernah pegang uang sebanyak itu.”

“Nah, bagaimana caranya Gus? Dan apakah Gus sudah membuktikannya?”

“Iya, lah. Kalau tidak kubuktikan aku tak mungkin memberitahumu cara ini.”

“Baiklah, saya siap!”

“Berapa jumlah paling besar kamu bersedekah? Seribu? Seratus ribu?”

“Ya, seperti orang-orang lain Gus!”

“Nah, bagaimana kamu akan mendapatkan rejeki besar yang belum pernah kamu bayangkan sebelumnya jika nilai sedekahmu hanya segitu!”

.......................................................................


 


Posting Komentar untuk "Kupinjam 10 Juta, Jaminan Nyawaku"

  • Bagikan