Kemunculan Aku - CocokPedia
Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

Kemunculan Aku

 


Setelah manusia terpaksa lahir ke dunia ini, sesuai perkembangannya kemudian muncullah ‘AKU.’ Dari mana kata subyek ini muncul. Mengapa kemudian ada aku, dia, kami, dan mereka. Kata ‘kami’ muncul ketika ‘aku’ terlibat di dalamnya. Kata ‘mereka’ muncul ketika ‘aku’ tidak terlibat di dalamnya.

Ketika menyebut ‘aku’ secara tak sengaja tangan menunjuk ke dada atau wajah (di daerah lain). Begitu sebaliknya untuk menunjuk ‘aku’ pada orang lain, juga mengarah pada dada atau wajah. Apakah ‘aku’ terletak di dada atau wajah? Mengapa aku tidak menunjuk ke seluruh tubuh? Mengapa diwakilkan ke arah dada atau wajah?

Entah ‘aku’ ini mewakili entitas yang mana. Menurutku tidak mewakili tubuh yang rentan itu. Tidak mewakili nama yang melekat pada tubuh manusia. ‘Aku’ sepertinya entitas halus yang bersembunyi di dalam tubuh rentan itu. ‘Aku’ tidak mewakili esksistensi iblis atau malaikat. ‘Aku’ murni sebagai aku saja. Apakah ‘aku’ itu sebenarnya …?

Pikiranku jadi ke mana-mana. Sedikit pusing dan berat kepalaku. Perasaanku juga berkecamuk dengan semua drama kehidupan yang tercipta dan ada. Tampak nyata untuk bisa ditertawakan kelak setelah melintasi waktu.

‘Aku’ sebenarnya sangat memberontak dengan keadaan yang dialami tubuh rentan ini. Ia kecewa dengan kehidupan yang menimpa dirinya. Semua seolah-olah terjadi begitu saja seperti mimpi. Beberapa sangat menyakitkan dan berat, beberapa hanya kejadian lucu, dan beberapa lagi tak mudah untuk diingat dengan baik, berlalu begitu saja. 

‘Aku’ kadang protes kepada sang Pencipta. Mengapa semua ini terjadi kepada tubuh rentan yang bernama ini itu. Bukankah yang bernama Tuhan itu maha baik, pengasih, dan penyayang? Tapi, mengapa seperti ini alur cerita kehidupan yang dialami tubuh rentan ini?

‘Aku’ berulang kali berseru minta tolong untuk keadaan yang lebih baik, tapi rasanya Tuhan menjawabnya hanya dengan hening. Bercakap dengan Tuhan seperti percakapan kesunyian dan monologis. Tuhan sepertinya tidak menjawab apapun selain kesenyapan. Justru yang sangat berisik adalah bisikan iblis dan malaikat. Sementara aku terpaksa memilih. Karena memilih sesuai dengan kondisi yang diinginkan seringkali salah pilih. Berakibat menjadi dosa yang sulit terhapus dengan permohonan ampun, kupikir begitu.

Manusia dengan tubuh rentan ini, selalu berulang terjerumus pada lubang dosa yang sama. ‘Aku’ menangis menyesali kemudian berbuat dosa yang sama lagi. Begitu seterusnya seperti menggelindingkan bola batu besar ke arah puncak gunung. Sungguh, berat beban yang harus ditanggung manusia dengan tubuh yang rentan ini.

‘Aku’ mencari ‘engkau’ ke mana? ‘Aku’ ini siapa? ‘Engkau siapa? Memahami ‘aku’ beberapa orang menerjemahkan sebagai nama, jenis kelamin, besar kecil, kaya miskin, kuat lemah, tempat, agama, profesi, dan sebagainya. Pada akhirnya tidak seorang pun yang dapat membidik dengan jelas siapa ‘aku’ ini.

Ternyata ‘aku’ adalah robot dari semua program autopilot yang sudah ditanamkan sejak kelahiran alam semesta. ‘Aku’ sepertinya terhubung dengan tombol-tombol kejadian yang telah ditulis sejak zaman awal kejadian. Maka. Tubuh yang rentan yang bernama manusia ini, akhirnya memang tidak punya daya upaya apapun selain berjalan sesuai autopilot programnya. Dan, ‘aku’ tetaplah misterius dan tersembunyi sampai akhir kehidupan.

  • Disobek dari buku karya sendiri berjudul: Kitab Pencarian

Posting Komentar untuk "Kemunculan Aku"