Ibu Maafkan Aku, Anakmu - CocokPedia
Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

Ibu Maafkan Aku, Anakmu



Ribuan kilo jalan yang kau tempuh
Lewati rintang untuk aku anakmu
Ibuku sayang masih terus berjalan
Walau tapak kaki
Penuh darah penuh nanah

Seperti udara
Kasih yang engkau berikan
Tak mampu 'ku membalas
Ibu
Ibu

Ingin kudekap
Dan menangis di pangkuanmu
Sampai aku tertidur
Bagai masa kecil dulu

Lalu doa-doa
Baluri sekujur tubuhku
Dengan apa membalas
Ibu
Ibu

Ribuan kilo jalan yang kau tempuh
Lewati rintang untuk aku anakmu
Ibuku sayang masih terus berjalan
Walau tapak kaki
Penuh darah penuh nanah

Seperti udara
Kasih yang engkau berikan
Tak mampu 'ku membalas
Ibu
Ibu

 (lirik lagu Ibu, Iwan Fals)


Ibu maafkan aku. Anakmu ini belum juga membuatmu menciptakan sebaris senyum. Anakmu ini belum pula melegakan napasmu hingga umurmu setua bumi. Ibu maafkan aku hingga kini pun cita-cita mengumrohkanmu belum tercapai. Bahkan untuk melunasi hutang-hutangmu, aku belum sanggup.

Ibu maafkan aku. Aku malu kepadamu. Tidak bisa menjadi kebanggaanmu seperti yang kau banggakan kepada semua orang tentangku. Ibu maafkan aku. Aku belum bisa menyeka keringatmu dan menghapus airmatamu dan menggantinya dengan senyum keceriaan. Sungguh sesak aku memikirkannya setiap saat.

Ibu maafkan aku. Apa yang bisa kutukar dalam hidupku untuk membeli kebahagiaanmu? Aku tak sanggup ibu. Sementara apa yang telah kaulakukan padaku dalam usiaku yang tak lagi muda? Tiap hari engkau menyiapkan kopi dan jajan pasar kesukaanku. Apa yang telah kupenuhi untuk kesukaanmu? Sungguh aku menangis tak henti-henti bahkan dalam keringnya airmata. Ibu maafkan aku. Belum setetes air matamu pun kutebus. Belum setetes air susumu juga kuganti.

Ibu maafkan aku. Belum pernah engkau kuajak bergembira, makan di luar bersama. Mengobrol tentang daun dan hujan. Aku lebih banyak diam, menelan pahitku sendiri tak ingin memberimu beban. Namun, walaupun begitu engkau merasakan apa yang bergejolak dalam dadaku.

Ibu Maafkan Aku, Anakmu. Aku tahu dalam kesendirianmu engkau sungguh sangat kesepian ditinggal Bapak. Aku bahkan tidak mampu menjadi penghiburmu dan peramai rumahmu padahal sesungguhnya yang engkau mau adalah hal yang sangat sederhana: menyapamu, berbincang denganmu, berkelakar denganmu, dan menanyakan kabar terkinimu.

Ibu maafkan aku. Guratan di dahimu dan ukiran keriput kulitmu tak mampu kupandang. Betapa berat perjuanganmu telah kaulukis dengan guratan dan keriputnya kelopak matamu. Apa yang bisa kulakukan saat ini hanya mendoakan semoga hari-harimu selalu ada senyum, napasmu lebih longgar setiap hari, dan hidupmu sehat panjang umur menyaksikan cucu-cucumu bertumbuh dan berkembang. Aamiin.

Aku yakin, Tuhan tidak pernah tidur dan Ia meliputi segala sesuatu termasuk meliputi halaman blog ini. Tak ada yang akan sia-sia dari tangis dan air mata yang ditumpahkan kepadaNya untukmu, Ibu.

 

Posting Komentar untuk "Ibu Maafkan Aku, Anakmu"

  • Bagikan