Bahasa Kode, Kode Bahasa - CocokPedia
Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

Bahasa Kode, Kode Bahasa


 

Bahasa Kode

Dalam ruang diri yang tampak hening, sebenarnya ramai sekali. Ada banyak perbincangan yang tak tertulis dan tak terucapkan. Ada yang menyebut ini sebagai bisikan. Yah, bisikan. 

Ada dua jenis bisikan dalam ruang diri yang tampak hening itu. Ada bisikan gagasan berbuat baik, ada gagasan untuk berbuat buruk. Keduanya saling berkelahi, tinggal menunggu waktu bisikan mana yang akhirnya menang. Yang satu biasa kita sebut bisikan malaikat karena bisikan untuk berbuat baik. Kedua, bisikan untuk berbuat buruk, biasanya kita menerka itu dari iblis.

Lagi-lagi, wadah yang bernama manusia itu menjadi ajang pertarungan bisikan baik dan buruk. Pertarungan yang tidak pernah berhenti kecuali mati. Badan mati, sementara mereka, malaikat dan iblis tidak akan mati sebelum diperintahkan mati.

Tubuh ini sebenarnya brankas yang menyimpan banyak hal atau tempat sampah? Atau jangan-jangan hanyalah sekedar botol kosong yang berisi dua jenis makhluk yang bernama malaikat dan iblis?



Kode Bahasa

Dari kedua bisikan tersebut manusia secara terpaksa atau sukarela akhirnya membuat keputusan untuk melakukan salah satunya atau mungkin keduanya sekaligus. Kalau manusia melakukan hal buruk, maka dianggap berdosa. Sebaliknya jika ia melakukan kebaikan, maka itu dianggap ibadah, berpahala. Malaikat dan iblis yang di dalam ruang manusia itu ada yang tertawa dan sedih. Jika manusia berbuat baik, malaikat tersenyum dan iblis menangis. Sebaliknya jika manusia berbuat buruk, iblis terbahak-bahak sementara malaikat bersedih.

Wadah yang bernama manusia itu akhirnya bernasib sesuai pilihannya sendiri atas bisikan-bisikan itu. Ia pula yang menanggung konsekuensinya. Ia bisa menyesal mendalam atau bahagia tiada tara. 

Apakah manusia hanya sekedar robot? Apakah ia hanya bekerja atas tawaran dari kedua pihak, malaikat dan iblis itu? Apakah manusia hanya berperan memilih padahal ia terlahir tanpa bisa memilih? Ia dipaksa terlahir, hidup, dan eksis di dunia. Tawaran kedua pihak pun memaksanya memilih. Dan, nasibnya pun bergantung atas pilihannya itu. Oh, sungguh manusia ini menyedihkan!

  • Disobek dari buku karya sendiri berjudul: Kitab Pencarian

Posting Komentar untuk "Bahasa Kode, Kode Bahasa"