Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

Aku Ingin Membeli Kepalamu





Aku benar-benar ingin mendapatkan kepalamu. Misalnya kepalamu dijual akan kubeli. Berapa pun harganya. Kalaupun sangat mahal, aku akan menggadaikan harta yang kupunya untuk mendapatkan kepalamu. Aku Ingin Membeli Kepalamu.

Kepalamu sungguh menarik, unik, seksi. Kepalamu penuh dengan gagasan yang membuatku waow, terkagum kagum. Kepalamu menyimpan jutaan gagasan cara mendapatkan uang. Kepalamu seperti terdiri dari beberapa ruang. Di dalamnya ada bagian bagian tertentu untuk membuatmu jadi sultan. Sungguh kepalamu sangat berarti. Aku Ingin Membeli Kepalamu.

Ketika sudah kudapatkan kepalamu, akan kupajang di ruang kerjaku. Kuberi lampu kedap kedip. Kulengkapi dengan hiasan hiasan menarik. Kuasapi dengan berbagai macam aroma dupa dunia. Kuletakkan di dalam kristal bening dan disorot lampu megah. Asal mendapatkan kepalamu, aku sudah cukup. Aku puas. Aku tak inginkan apa-apa lagi. Aku Ingin Membeli Kepalamu.

Kepalamu yang seksi itu akan jadi sumber sastraku. Akan kutuliskan semua genre puisi dan lagu untukmu. Kepalamu yang berlian itu akan menjadi sumber energi, sumber keuanganku, sumber keceriaanku, hiburanku, bahkan syahwatku. Aku Ingin Membeli Kepalamu.

Sungguh aku sangat inginkan kepalamu daripada kepalaku sendiri. Kepala itu, kepala yang kuinginkan itu adalah kepala sang sultani. Kepala dari kepala perempuan negeri Tomang. Kepala yang memiliki aura mistis, tapi cantik. Kepala yang mempunyai mata seperti bintang. Kepala yang di dalamnya ada bibir terindah. Kepala yang dari terdapat rambut bidadari. Kepala yang memiliki hidung sekokoh Himalaya. Kepala yang tidak ada tandingan kelembutan dan kilau kulit wajahnya. Aku Ingin Membeli Kepalamu.

Apakah kalau kuambil kepalamu, engkau akan mati? 


Posting Komentar untuk "Aku Ingin Membeli Kepalamu"