Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

Kita Hanya Makhluk Holografik



Berdasarkan bahasan artikel yang berjudul Alam Semesta sebagai Hologram: Paradigma Holografik, timbul pemahanan bahwa jika alam saja merupakan benda holografik, maka manusia juga hanyalah makhluk hologram. Manusia dan seluruh isi alam ini hanyalah butiran energi yang tak terhingga kecil dan tak terhingga pula banyaknya membentuk dan memadat sehingga berwujud. Keseluruhan butiran kecil energi tersebut saling terhubung dengan baik.

Kita makhluk yang tampak ada dan nyata dengan sekapan waktu. Seandainya kita memeriksa keberadaan kita kemarin dan bahkan yang akan datang, kita sebenarnya, sekali lagi, sebenarnya tidak/belum ada di masa yang telah lewat dan yang akan datang. Kita telah tidak ada di masa lampau, dan mungkin akan ada di masa depan. Yang benar-benar ada fisik kita saat ini. Namun, secara nonfisik kita kemarin, hari ini, dan yang akan datang, ada dan terjadi bersamaan tanpa sekat waktu. Artinya ada bekas energi kita di waktu kemarin dan ada pula lompatan energi berupa imajinasi tentang masa depan sekaligus.

Secara sederhana, makhluk holografik dapat diartikan sebagai gumpalan energi yang memadat. Energi hidup yang dapat bergerak dan berkreativitas. Mengingat berbahan energi sebagaimana alam semesta, manusia juga sebenarnya kesatuan yang tak terpisahkan dari semesta. Berbahan sama. Karena berbahan sama dengan alam, maka manusia dapat memancarkan energi dan memantulkannya pada ruang dan waktu semesta. Semesta memantulkan, membiaskan, meradiasikan, dengan kecepatan cahaya ke seluruh alam. Jangan heran jika ada orang yang mampu menangkap sinyal keinginan dan pikiran kita karena ia dapat menangkap dengan baik pantulan pikiran manusia yang dipantulkan semesta tersebut. Manusia adalah pemancar sekaligus receiver yang baik, andai ia peka.

Bob Proctor dalam buku The Answer menyatakan bahwa pikiran atau imajinasi yang terpancar ke semesta, ibarat terkumpulnya titik-titik pixel membentuk sesuatu seperti yang dipikirkan atau diimajinasikan seseorang. Titik-titik pixel tersebut makin inten, makin banyak dan akan makin rapat memadat yang pada akhirnya mewujud suatu bentuk atau keadaan.

Apapun yang kita imajinasikan sebenarnya adalah keinginan yang kita harapkan pengabulannya kepada Tuhan. Imajinasi adalah doa dalam diam. “Berdoalah kepadaKu dengan sungguh-sungguh, maka akan Kukabulkan dan Aku berdasarkan prasangka hambaKu,” begitu kata Tuhan.  Prasangka negatif akan menarik hal negatif sebaliknya prasangka yang baik akan menarik hal yang baik.


 #hologram #holografik #saintifik #energi


Posting Komentar untuk "Kita Hanya Makhluk Holografik"