Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

Cara Mendatangkan Uang

 


Ada beberapa cara untuk mendatangkan uang. Kata teman saya: buatlah uang yang butuh kita. Ah, apa benar bisa begitu? Beberapa cara yang orang awam lakukan adalah sebagai berikut.

1. Menggunakan amalan khusus.

2. Menyikapi uang.

3. Komunikasi dengan uang.

4. Memanggil dengan nama asal uang

5. Memanggil uang dengan sugesti

 

MENGGUNAKAN AMALAN KHUSUS

Nah, bagian penting dan utama pertama adalah: menggunakan amalan khusus. Banyak orang menggunakan amalan khusus, entah berupa bacaan ayat atau surat dalam kitab suci. Tentu amalan tersebut diperoleh mereka dari orang-orang khusus pula. Ada orang yang diperintahkan selalau melaksanakan salat Dhuha, ada yang membaca ‘bismillah’ dengan bilangan tertentu, ada yang salawat, ada bahkan yang berupa satu surat lengkap dari kitab suci juga dengan tatacara tertentu.

Namun demikian, tentu yang paling utama adalah kehati-hatian. Upaya yang kita lakukan jangan sampai ‘memperalat’ amalan tersebut untuk kepentingan mendatangkan duit. Banyak orang salah adab kepada Tuhan. Dengan alasan pemberian kyai atau berdasar agama, kemudian banyak orang memperbanyak amalan dengan tujuan menarik rejeki. Lakukan saja amalan tersebut sebagai bentuk usaha merayu Tuhan, cukup. Tanpa ada embel-embel mendatangkan duit. Terserah Tuhan saja, yang terpenting melakukan pengabdian yang benar kepada Tuhan, selebihnya Tuhan sendiri yang akan memberikan bonus dan besarannya.

MENYIKAPI UANG

Tentang bagaimana bersikap pada uang ada dua tipe orang. Pertama: orang rapi. Kedua: orang cuek. Tipe pertama adalah jenis orang yang sangat menghargai uang. Besar dan kecil nominal uang sama-sama diberi penghargaan yang tulus bahkan berlebihan. Contoh: ada orang yang sangat rapi menata uang di dalam dompetnya. Ia susun dari nominal terbesar hingga terkecil atau sebaliknya. Bahkan, ia menyediakan tempat khusus untuk uang jenis koin atau receh.

Tipe orang kedua adalah mereka yang tidak begitu ambil pusing dengan cara memperlakukan uang. Ia tidak sibuk dengan cara menata uang. Ia hanya tahu, ini uang. Cukup. Jadi perujudan uang miliknya tidak serapi orang pertama. Keadaan uang pada orang ini tidak urut, tidak tertata, lungset, terlipat-lipat, dan kocar-kacir tempatnya. Ia tidak peduli dengan hal remeh temeh seperti itu. Ia bahkan tidak peduli uang-uang yang bergambar presiden berkumpul dengan prajurit. Gambar monyet berkumpul dengan wajah pahlawan, tidak ada masalah baginya. Yang penting uang, bisa digunakan untuk transaksi.

Sangat berbeda dengan orang tipe pertama. Orang tipe pertama sangat peduli dan rapi. Uang-uang yang bergambar mantan presiden akan dikumpulkan dengan yang sejenis baru kemudian nominal di bawahnya dan seterusnya. Mereka menyikapi uang seperti itu mungkin agar yang presiden tidak tersinggung, jika dikumpulkan secara semerawut dengan gambar yang lain apalagi hewan dan tumbuhan. Hahaha. Tentang bagaimana dampaknya terhadap derasnya rezeki belum ada penelitian tentang ini, tapi setidaknya kita bisa berkaca pada bank. Orang-orang bank sangat rapi dalam menata uang. Gambar uang mantan presiden pasti mereka pertemukan dengan gambar yang sama dalam satu ikatan yang rapi bahkan menggiurkan. Faktanya, dengan menyikapi uang dengan cara orang bank, terbukti bank banyak menyedot uang dari masyarakat. Wkwkwk. Tapi, semua kembali kepada masing-masing diri, mau pilih menyikapi uang yang seperti apa.

KOMUNIKASI DENGAN UANG

Hal berikutnya adalah dengan cara melakukan komunikasi dengan uang. Ternyata uang bisa diajak komunikasi, kata seseorang. Contoh komunikasinya seperti ini. Ketika kita mau membelanjakan uang pertama yang harus dilakukan adalah niat. ‘Niat saya mau membeli beras untuk makanan keluarga.’ Maka, hal berikutnya yang harus dilakukan adalah berkomunikasi dengannya. Komunikasinya cukup dalam hati. Katakan pada uang: ‘hey uang, aku akan mengantar rezeki berupa uang ini kepada penjual beras, kembalilah padaku dengan berlipat-lipat dengan izin Tuhanmu!’ Wow. Ini bisa dicoba dan dibuktikan. Keberhasilannya bergantung amal baik masing-masing orang. Hahaha.

Tapi, secara logis, uang memang memiliki energi khusus. Ia mewakili salah satu rezeki pemberian Tuhan. Ia adalah alat transaksi, alat tukar resmi dalam interaksi masyarakat. Uang memiliki tingkat akurasi tinggi dalam pembuatannya. Uang juga memiliki tingkat pengamanan yang luar biasa. Dan ia memiliki daya tarik yang luar biasa. Kasarnya, uang bahkan bisa membeli siapa saja. Uang bisa menutup mata dan mulut siapapun. Uang mampu membuat manusia merangkak datang kepada sesama manusianya. Uang dapat menghancurkan seperangkat negara. Uang dapat membuat sehat seketika. Uang dapat membuat orang tersenyum tiba-tiba. Seharusnya uang dapat diajak berkomunikasi, setidaknya ia bisa kembali dan mengajak teman-temannya setelah kita belanjakan. Hahaha.

MEMANGGIL DENGAN NAMA ASAL UANG

Ini saya beri sedikit bocoran dari guru. Ternyata uang itu mempunyai nama asal. Nama asal kejadiannya. Bukan nama uang yang sudah wujud dan beredar sekarang. Kalau sekarang dikenal dengan nama mata uang. Jadi ada nama rupiah, rupe, dolar, ringgit, dan sebagainya. Semua nama itu bukan nama asal. Katanya guru, siapa yang mengenal nama asal uang ini, setidaknya kenal nama. Ketika kita memanggil nama tersebut, ia akan menoleh bahkan datang. Sederhananya seperti itu.

Berikut beberapa nama asal uang. Saya urut dari awal. Nama uang pertama ketika uang itu masih di langit. Ia bernama bud-hu. Ketika uang dipegang malaikat bernama: kuubun. Ketika uang telah sampai di tangan manusia bernama: kariimun. Sedangkan nama Toyfurun adalah datuk dari segala uang. Uang ketika masih pada Tuhan bernama: Marii’un, dan seterusnya. Bolehlah dicek kebenarannya pada guru masing-masing dan cara merayu dengan nama itu. Hehehe.

“Hey, Kariim, datanglah!”

 

MEMANGGIL UANG DENGAN SUGESTI

Nah, terakhir cara mendatangkan uang yakni dengan cara sugesti seperti yang teman saya lakukan. Tidak butuh syarat banyak. Cuma satu. Yakin. Sugesti yang teman saya berikan dan lakukan pada dirinya sendiri adalah: Uang butuh kita. Karena uang butuh kita, maka ia akan datang kepada kita. Yakini saja. Begitu.

Is it working? Tentu kembali kepada amal dan keyakinan masing-masing orang. Hanya orang yang telah mengalami yang bisa menjamin hal ini. Anda bisa komen nanti, akan saya beritahu siapa orangnya yang sudah mengalami dan saya berikan kontaknya agar anda bertanya langsung.

 

 


Posting Komentar untuk "Cara Mendatangkan Uang"