Perjalanan dan Makna Tema HUT RI dari Tahun 2005-2021 - CocokPedia
Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

Perjalanan dan Makna Tema HUT RI dari Tahun 2005-2021

 


Logo dan tema Hari Ulang Tahun Kemerdekaan (HUT) Republik Indonesia (RI) dirancang dan dibuat oleh Kementerian Sekretariat Negara. Tema dirancang dan dibuat disesuaikan dengan tujuan negara dan situasi serta kondisi yang melatarbelakangi perjalanan kepemerintahan. Ada yang berlatar belakang Asean, imbauan politis, imbauan persatuan dan kesatuan, peningkatan ekonomi negara, reformasi, dan etos kerja. Berikut beberapa tema HUT RI dari tahu 2005 hingga 2021 sejak dua periode pemerintah presiden Susilo Bambang Yudhoyono dan Joko Widodo serta sedikit review sederhana tentang tema tersebut.

Senin, 17 Agustus 2005 HUT Ke-60 RI (masa presiden Susilo Bambang Yudhoyono)

Dengan Semangat Proklamasi 1945, Kita Perkokoh Persatuan Dan Kebersamaan, Menuju Indonesia yang Aman, Adil, Demokratis, dan Sejahtera. Tema ini ada banyak latar belakang peristiwa seperti ledakan bom di Ambon, insiden penembakan di perbatasan Timor Timur, perubahan status darurat sipil di Aceh menjadi tertib sipi, dan sebagainya sehingga temanya focus pada memperkokoj persatuan dan kebersamaan.

Kamis, 17 Agustus 2006 HUT ke-61

Dengan Semangat Proklamasi 17 Agustus 1945, Kita Tingkatkan Rasa Kebangsaan dan Kebersamaan untuk Membangun Indonesia yang Bersatu, Aman, Adil, Demokratis, dan Sejahtera. Lahir tema ini masih dilatarbelakangi insiden di perbatasan Timor Timur, insiden di Papua, ledakan bom di Poso, terjadi penarikan dubes Indonesia dari Australia sehubungan dengan kasus di Papua, demonstrasi buruh menolak UU ketenagakerjaan, peradilan kasus pembunuhan Munir, kerusuhan di Dili yang menewaskan banyak nyawa, tewasnya Nurdin M. Top, demonstrasi penolakan RUU APP, ledakan bom di restoran A&W Jakarta, dan sebagainya sehingg focus pada tahun tersebut masih senada dengan tahun sebelumnya.

Jum'at, 17 Agustus 2007 HUT ke-62

Dengan Semangat Persatuan dan Etos Kerja, Kita Percepat Pertumbuhan Ekonomi dan Penanggulangan Kemiskinan untuk Mewujudkan Keadilan dan Kesejahteraan Bagi Rakyat Indonesia. Tema ini dilatarbelakangi oleh seruan Hizbut Tahrir untuk membentuk kekhalifafan, persidangan Jamaah Islamiyah, sengketa tanah antara militer dengan petani, demonstrasi atas lonjakan harga BBM, rusaknya hutan dan lahan pertanian, dan sebagainya sehingga semangat persatuan tetap masuk menjadi tema ditambah dengan harapan keadilan dan kesejahteraan.

Minggu, 17 Agustus 2008 HUT Ke-63 RI

Dengan Semangat Proklamasi 17 Agustus 1945, Kita Lanjutkan Pembangunan Ekonomi Menuju Peningkatan Kesejahteraan Rakyat, serta Kita Perkuat Ketahanan Nasional Menghadapi Tantangan Global. Peristiwa yang melatarbelakangi tema ini antara lain: insiden Monas, PON, eksekusi pelaku bom Bali, dan sebagainya.

Senin, 17 Agustus 2009 HUT Ke-64 RI

Dengan Semangat Proklamasi 17 Agustus 1945, Kita Tingkatkan Kedewasaan Kehidupan Berpolitik dan Berdemokrasi serta Percepatan Pemulihan Ekonomi Nasional Menuju Indonesia yang Bersatu, Aman, Adil, Demokratis, dan Sejahtera. Beberapa peristiwa yang melatarbelakangi antara lain: pemilu anggota legislatif, pemilu presiden, ledakan bom di hotel JW Marriot, dan sebagainya sehingga kata ‘aman’ dan ‘bersatu’ sambil memulihkan ekonomi menjadi dasar tema tahun tersebut.

Selasa, 17 Agustus 2010 HUT Ke-65 RI

Dengan Semangat Proklamasi 17 Agustus 1945. Kita Sukseskan Reformasi Gelombang Kedua, untuk Terwujudnya Kehidupan Berbangsa yang Makin Sejahtera, Makin Demokratis, dan Makin Berkeadilan. Peristiwa penting yang melatarbelakangi antara lain: kerusuhan di Koja, sensus penduduk, meletusnya gunung Merapi, kunjungan Presiden AS Barack Obama dan isterinya Michelle Obama, dan sebagainya.

Rabu, 17 Agustus 2011 HUT Ke-66 RI

Dengan Semangat Proklamasi 17 Agustus 1945, Kita Tingkatkan Kesadaran Hidup dalam ke-Bhinneka-an untuk Kokohkan Persatuan NKRI, Kita Sukseskan Kepemimpinan Indonesia dalam Forum ASEAN untuk Kokohkan Solidaritas ASEAN. Peristiwa penting yang melatarbelakangi antara lain: pembakaran tiga gereja, ledakan bom di masjid mapolres  Cirebon, dan sebagainya.

 

Jumat, 17 Agustus 2012 HUT Ke-67 RI

Dengan Semangat Proklamasi 17 Agustus 1945, Kita Bekerja Keras untuk Kemajuan Bersama, Kita Tingkatkan Pemerataan Hasil-hasil Pembangunan untuk Keadilan Sosial Bagi Seluruh Rakyat Indonesia. Peristiwa penting yang melatarbelakangi antara lain: pengadilan pelaku bom terror, Joko Widodo menjadi gubernur DKI, dan sebagainya.

 

Sabtu, 17 Agustus 2013 HUT Ke-68 RI

Mari Kita Jaga Stabilitas Politik dan Pertumbuhan Ekonomi Kita Guna Meningkatkan Kesejahteraan Rakyat. Peristiwa penting yang melatarbelakangi antara lain: banjir Jakarta, konferensi KTT APEC, dan sebagainya.

 

Minggu, 17 Agustus 2014 HUT Ke-69 RI

Dengan Semangat Proklamasi 17 Agustus 1945, Kita Dukung Suksesi Kepemimpinan Nasional Hasil Pemilu 2014 Demi Kelanjutan Pembangunan Menuju Indonesia yang Makin Maju dan Sejahtera." Peristiwa penting yang melatarbelakangi antara lain: Pemilu legislatif, pemilu, anugerah musik, peluncuran uang rupiah 100 ribu, demonstrasi FPI menolak Ahok menjadi gubernur, pelantikan Joko Widodo dan Muhammad Jusuf Kalla sebagai Presiden dan Wakil Presiden RI, dan sebagainya.

 

Senin, 17 Agustus 2015 HUT Ke-70 RI (masa presiden Joko Widodo)

AYO KERJA

Inilah dimulainya tema HUT RI pendek sejak kepemimpinan Joko Widodo. Peristiwa penting yang melatarbelakangi antara lain: pembekuan PSSI, Desahan di Kokpit Lion Air, Tragedi Kematian Bocah Angeline, pilkada serentak, Setya Novanto-Fadli Zon di Kampanye Donald Trump, dan sebagainya. Arah fokus tema ini tidak spesifik.

 

Rabu, 17 Agustus 2016 HUT Ke-71RI

Kerja Nyata

Peristiwa penting yang melatarbelakangi antara lain: ledakan bom bunuh diri, ujicoba kantong plastic berbayar, teror bom di Samarinda dan Singkawang, aksi bela Islam putaran III, dan sebagainya. Arah fokus tema ini tidak spesifik.

 

Kamis, 17 Agustus 2017 HUT Ke-72 RI

72 Tahun Indonesia Kerja Bersama

Peristiwa penting yang melatarbelakangi antara lain: kutukan resmi pemerintah terhadap prilaku ISIS, Pemerintah Indonesia mengakhiri hubungan militer dengan Australia, Pemimpin Front Pembela Islam, Rizieq Shihab memimpin protes besar di depan Mabes Polri Indonesia, mars menuntut pemberhentian dan 'pemberantasan' Front Pembela Islam, Sampul buku menggambarkan masturbasi anak heboh, ledakan bom Pandawa Park, Bandung dan sebagainya. Arah fokus tema ini tidak spesifik.

Jumat, 17 Agustus 2018 HUT Ke-73 RI

Kerja dan Energi

Peristiwa penting yang melatarbelakangi antara lain: Kerusuhan dan penyanderaan sejumlah anggota brimob dan densus 88, ledakan bom di Surabaya dan Sidoarjo, pilkada serentak, ledakan bom Pasuruan, Asean Games, Peresmian patung Garuda Wisnu Kencana, Aksi Bela Tauhid, dan sebagainya. Arah fokus tema ini tidak spesifik, tidak menggambarkan sebuah struktur tema yang lengkap variabelnya.

Sabtu, 17 Agustus 2019 HUT Ke-74 RI

Menuju Indonesia Unggul

Peristiwa penting yang melatarbelakangi antara lain: kebakaran hutan, pemilu serentak, perusakan bendera merah putih oleh mahasiswa Papua di Surabaya, unjuk rasa di Papua, pelantikan presiden periode kedua, bom bunuh diri di Medan, dan sebagainya. Tetap, arah fokus tema ini tidak spesifik, tidak menggambarkan sebuah struktur tema yang lengkap variabelnya.

Sabtu, 17 Agustus 2020 HUT Ke-75 RI

Indonesia Maju

Peristiwa penting yang melatarbelakangi antara lain: awal tersebarnya virus Covid-19, munculnya kartu Prakerja, Omnibus law RUU Cipta Kerja, munculnya kerajaan jejadian seperti Sunda Empire, pembubaran FPI, penerbitan uang HUT RI, sekolah dari rumah, work from home, dan sebagainya. Arah fokus tema ini masih tidak tidak spesifik, tidak menggambarkan sebuah struktur tema yang lengkap variabelnya.

Sabtu, 17 Agustus 2021 HUT Ke-70 RI

Indonesia Tangguh Indonesia Tumbuh

Peristiwa penting yang melatarbelakangi antara lain: tahun kedua pandemic Covid-19, vaksinasi massal, munculnya peraturan perlindungan jenis ikan, peluncurkan Sistem Seleksi Masuk Perguruan Tinggi Negeri, pembakaran pesawat oleh KKB di Papua, PPKM darurat Jawa dan Bali, sekolah dari rumah, work from home, pembebasan Abu Bakar Ba’asyir, fatwa halal untuk vaksin, vaksinasi massal, Surat Edaran Bersama Menteri PANRB dan Kepala BKN tentang larangan ASN berafiliasi dengan organisasi terlarang, peluncuran Gerakan literasi digital, dan sebagainya. Arah fokus tema ini tidak spesifik, tidak menggambarkan sebuah struktur tema yang lengkap variabelnya.

Khusus tema di tahun 2021, seperti terjadi penurunan target. Jika di tahun-tahun sebelum Indonesia dalam harapan ‘sudah maju’, tahun 2021 mengalami kemerosotan dari sisi tema menjadi negara yang ‘tumbuh’ seolah-olah menjadi biji lagi sebelum berkecambah.

Lebih lanjut jika diperhatikan, beberapa tahun sebelum periode presiden Joko Widodo temanya beratribut dan bervariabel lengkap sehingga dapat ditunjuk tujuan dalam tema tersebut dan hal yang melatarbelakanginya. Namun, pada periodenya semua tema sangat ringkat bahkan boleh dibilang sangat pendek, contoh Ayo Kerja. Dengan satu variabel kata kerja tersebut yang dapat ditafsirkan hanya marilah bekerja. Mungkin tema tersebut ada juknisnya, tapi masyarakat awan tidak pernah tahu siapa yang diajak kerja, tujuannya apa, untuk siapa, untuk apa, apa yang harus dikerjakan, dan sebagainya. Atau apakah tema HUT RI hanya sekedar hiasan, atribut, atau jargon? Lagian tidak banyak masyarakat memperhatikan. Yang terpenting bagi mereka logonya apa, temanya apa, kemudian mereka cetak menjadi spanduk dan banner untuk perayaan HUT RI.

Selebihnya dapat dianalis dan diapresiasi sendiri berdasarkan variabel dari tujuan tahunan pemerintah, menengah dan jangka Panjang serta variabel seperti ideologi, politik, ekonomi, sosial, budaya, dan pertahanan dan keamanan nasional serta situasi dan kondisi yang melatarbelakanginya tetap dalam bingkai NKRI.

 


Posting Komentar untuk "Perjalanan dan Makna Tema HUT RI dari Tahun 2005-2021"

  • Bagikan