Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

Mehter Tahkimi

 




Ketika Kaisar Polandia II Augustus bersama rekan prajuritnya melakukan kunjungan kenegaraan ke Istanbul, Turki, pada tahun 1700, sungguh terkaget-kaget ketika kedatangannya disambut dengan musik khas. Iringan musik yang dimainkan oleh barisan orang berpakaian merah dan hijau dengan berbagai alat musik. Itulah ciri khas tentara pada Kekaisaran Ottoman.

''Musik yang ribut luar biasa,'' kata sang tentara itu.

Barisan pemusik itu adalah Mehter Tahkimi, kelompok musik Kekaisaran Ottoman.  

Mulanya sebutan mehter ditujukan untuk pegawai berpangkat tinggi. Namun, Sultan Alaudin yang memelopori pembentukan pawai musik ini menamai kelompok pemusik yang dibentuknya dengan nama Mehterhane atau MEHTER TAHKIMI.

Mehter Tahkimi adalah salah satu musik militer yang dianggap tertua di dunia. Bermula sejak 1299 M hingga berakhinya kekuasaan Ottoman pada 1923 M.  Alunan suara Mehter Tahkimi terdengar di Eropa ketika Ottoman menaklukkan Kota Konstantinopel pada 1453M hingga dilanjutkan dengan ekspansi militer ke Eropa Selatan dan Eropa Timur sampai 1699M.

Keanggotaan Mehter Tahkimi terdiri atas tujuh sampai sembilan pemain yang masing-masing memegang alat musik. Pada setiap penampilan mehter tahkimi, pemain wajib untuk selalu membawa çevgan yaitu pembawa logam bulan sabit besar yang dihiasi lonceng. Suara gemerincing lonceng yang dibawa çevgan turut menghidupkan suasana alunan musik mehter tahkimi.


Mehmet Ali Sanlikol menulis dalam bukunya The Musician Mehters bahwa mehter tahkimi lebih dari sekadar lagu perang. Bagi musisi rock dan jazz Turki modern itu, suara ribut yang dihasilkan mehter tahkimi bagaikan alunan nada Led Zeppelin, Herbie Hancock's Headhunters, dan James Brown.


Sebagai pawai musik resmi negara, Mehter Tahkimi mempunyai tugas rutin untuk membangunkan orang-orang di pagi hari dan memberikan pertunjukan musik di istana pada malam hari. Mereka mendampingi aktivitas sultan Ottoman dan menghibur tamu negara pada upacara atau perayaan dan juga mengiringi keberangkatan mereka yang berhaji ke Makkah.

 

Posting Komentar untuk "Mehter Tahkimi"