Cermin - CocokPedia
Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

Cermin

 




 

Coba kita ingat-ingat di rumah kita ada berapa cermin? Di kamar, ada satu di dinding. Kalau kamar perempuan, mungkin terpasang di meja rias. Di kamar mandi, ada satu juga menempel di dinding. Di kamar lain juga ada bahkan mungkin di dapur dan ruang tamu juga ada. Beberapa perempuan khusus membawanya di dalam tas, cermin kecil. Ada yang sudah inklut dengan bedaknya. Hampir di mana-mana di rumah kita ada cermin.

Di tempat lain, seperti di tempat umum misal toilet juga terdapat cermin. Di rumah sakit, di kantor, di terminal, dan sebagainya cermin menjadi perlengkapan umum yang harus ada. Dengan alasan, untuk membantu merapikan diri. Di tempat senam atau fitness, cerminnya lebih lebar dan tinggi sehingga sebadan dapat tampak pada cermin.

Nah, ternyata cermin memang harus ada. Sesekali bahkan sering kita menengok ke dalam cermin untuk melihat panampang diri kita. Kita memperhatikan wajah, senyum, ekspresi, bentuk alis, mulut, hidung, mata, bahkan hanya sekedar peduli dengan sebutir jerawat atau tahi lalat. Sepertinya tidak pernah ada rasa bosan setiap kali kita bercermin. Selalu dan selalu ingin melihat dan memperhatikan diri kita. Ada pula yang suka berlama-lama di depan cermin memperhatikan detil wajah, badan, dan sebagainya. ada juga yang berlatih performance di depan cermin, tentu juga membutuhkan waktu yang tidak sebentar.

Namun, ada beberapa kasus, beberapa orang tidak ingin bercermin. Mereka takut melihat tampilan dirinya ketika bercermin. Ada traumatik tertentu sehingga mereka menghindari bercermin. Kita abaikan, kita fokus pada yang sering dan selalu atau hanya sesekali sehari bercermin dan menyukainya tanpa sadar.

Sebenarnya siapa yang tampak dalam cermin ketika kita bercermin? Apakah ia benar diri kita yang sebenarnya? Ataukah hanya bayangan kita yang wujud di depan cermin? Dan mengapa tampilan tersebut terbalik kiri dan kanannya? Seberapa penting sebenarnya fungsi cermin bagi kita dan kehidupan kita?

Ternyata cermin sudah ditemukan sejak 2000 tahun sebelum masehi oleh bangsa Mesir Kuno kemudian baru ditemukan kembali 6000 tahun yang lalu di Turki. Justus von Liebig, tahun 1835, ahli kimia, Jerman mengembangkan cermin kaca perak di mana lapisan tipis perak metalik diletakkan di atas kaca dengan reduksi kimiawi perak nitrat seperti cermin yang kita kenal saat ini.

Sebenarnya benda apakah cermin ini? Legenda Romawi kuno menyatakan bahwa cermin adalah konsepsi tentang jiwa sehingga ada mitos bahwa barang siapa yang memecahkan cermin ketika berkaca, ia akan mendapatkan sial selama 7 tahun dalam kehidupannya. Selain itu, cermin juga dikaitkan dengan roh. Ada mitos lain, bahwa ketika cermin di rumah jatuh, itu petanda bahwa akan ada yang meninggal dunia. Dikatakan pula bahwa cermin dapat menangkap dan menjebak roh orang yang sudah meninggal ke dalam cermin.

Luar biasa sekali penciptaan cermin ini. Ia dapat menangkap bayangan orang yang bercermin lengkap dengan latar belakangnya. Ia menangkan wujud yang sama persis (walau dalam keadaan terbalik) sosok di depannya. Ia seolah pemantul segala apa yang di hadapannya. Ia bahkan jadi alat optik yang dapat memantul, membiaskan, meneruskan cahaya dan sebagainya yang beberapa di antara kemudian menjadi bagian dari kamera, teleskop, periskop, dan kaca spion.

Segala puji bagi Tuhan yang telah menganugerahkan gagasan kepada manusia untuk menciptakan cermin.

 



Posting Komentar untuk "Cermin"

  • Bagikan