Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

Perangko Kembali ke UUD 1945, Keren

 


 

Mari kita jelajahi koleksi perangko Indonesia. Secara umum perangko kita terbagi atas beberapa kategori yaitu perangko: definitif, nondefinitif, istimewa, peringatan, amal, dan prisma. Perangko definitif adalah perangko yang dapat dicetak secara berulang-ulang untuk memenuhi kebutuhan perposan sedangkan perangko nondefinitif tidak dicetak secara berulang, ia dicetak hanya agar pesan dalam perangko tersampaikan.

Perangko istimewa dicetak khusus dan sekali terbit. Ada juga yang dicetak berseri seperti seri bahasa Belanda, seri rumah adat, seri candi dan sebagainya. Berikutnya perangko peringatan. Perangko ini berkaitan dengan peristiwa-peristiwa besar yang dialami bangsa dan tokoh bangsa yang dianggap berpengaruh terhadap kehidupan berbangsa bernegara. Contoh perangko ini seperti seri Sumpah Pemuda, seri Sukarno, Suharto, Kembali ke UUD 1945, dan sebagainya. Terakhir adalah perangko amal. Perangko jenis ini diterbitkan dengan penambahan fungsi penggalangan dana untuk bencana alam, gangguan kesehatan berskala besar, kanker, jantung, dan sebagainya.

Dari beberapa kategori tersebut, ada yang menarik menurut amatan saya yakni perangko dengan judul “Kembali Ke UUD 1945.” Perangko tersebut dicetak karena terjadi situasi politik pada sidang Konstituante 1959. Ketika itu terjadi tarik ulur kepentingan partai politik sehingga gagal menghasilkan UUD yang baru. Pada 5 Juli 1959, Presiden Sukarno kemudian mengeluarkan Dekrit Presiden yang salah satu isinya: kembali memberlakukan UUD 1945 menggantikan UUDS 1950. Perangko “kembali ke UUD 1945” dicetak dalam beberapa pecahan yakni 20, 50, 75, dan 150 sen. Keren POS RI.

 

Posting Komentar untuk "Perangko Kembali ke UUD 1945, Keren"