Pesan Penjual Alat Cukur - CocokPedia
Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

Pesan Penjual Alat Cukur



Dalam perjalanan dari Malang ke  Sumenep, bus transit di Bungurasih, Surabaya. Baru sampai Bungur, baru saja duduk mengopi, aku didatangi penjual alat cukur. 

"Sepasang 10ribu saja, Mas." Ia menawarkan melalui tangannya. Tentu dengan sebaris senyum dan keringat.

Ia masih seusia anakku yang SMA. Kubeli sepasang. Kutawari minum. Ia pun pesan. Rasa terima kasihnya melebihi harga sepasang alat cukur.

Kutanya tanya asli mana dan mengapa tidak ngamen saja lebih banyak dapatnya. Dia menjawab: "Tidak,  Om. Kita diberi kesehatan harus disyukuri. Kerja ini wujud syukur. Kalau meminta-minta itu bukan wujud syukur."

"Perempuan yang bekerja begituan pasti ketagihan. Sudah terbiasa enak dan mudah mendapatkan uang. Ketika kelak sudah tua, mareka tidak bisa apa apa lagi." Lanjutnya.

Ia hanya menjualkan beberapa pasang alat cukur dalam plastik. Bermodal tenaga. Ketika kutanya mengapa tidak mendapatkannya dari distributor langsung sehinnga memperoleh untung lebih banyak, ia pun menjawab. 

"Berbisnis jangan begitu, Om. Mentang-mentang sudah tahu tempat kulaknya, terus berdagang sendiri. Tiap orang punya jasa atas hidup kita. Sedikitnya hargailah." 

Jawaban telak yang membuatku terdiam agak lama. Pasti guru dan orangtuanya adalah orang yang baik. Memang hidup dihadapkan dengan banyak pilihan cara untuk melaluinya. Keputusan yang tepat menentukan kualitas surganya.

Posting Komentar untuk "Pesan Penjual Alat Cukur"

  • Bagikan