Dunia Kecil di Dalam Bus - CocokPedia
Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

Dunia Kecil di Dalam Bus



Tasbeh, nasi bungkus, wafer, charger, pemotong kuku, korek, korek kuping, wafer, earphone, minuman dingin, tahu, telur puyuh, masker, topi, ikat pinggang dan sebagainya.

Ditaruh begitu saja di pangkuan penumpang oleh si penjaja barang dan makanan di dalam bus.

Itulah status manusia. Tak ada yang terhormat semua jadi tempat dasaran barang jualan. Saat itu tak ada yang marah karena merasa tak dihormati. Semua diam pasrah.

Selain itu ada juga pengamen unjuk suara dengan peralatan seadanya. Bisa gitar bisa ecek-ecek tutup kaleng botol. Ada yang kemudian merekam aksi penyanyi. Sudah menikmati alunan lagu, merekam, tapi tidak sereceh pun ia keluarkan. 

Semisal penumpang tidur, si penjaja dagangan juga penyamen, tetap memiliki cara untuk membangunkannya. Penumpang tetap tak bisa marah-marah karena terganggu tidurnya. Diam saja.

Belum lagi ada yang mengatasnamakan pondok atau mesjid yang baru dibangun. Dengan lantunan lagu Islami atau hanya sekedar menyapa penumpang, yang jadi inti adalah selembar uang.

Datang pula seorang anak kecil dengan puluhan amplop kosong. Pada amplop tersebut tertulis, mohon diberi uang untuk biaya pendidikan. 

Di dalam bus ada kehidupan. Di dalam bus ibarat mikrokosmos dari dunia nyata. Semua ada terjadi untuk memenuhi kebutuhan hidup. Para penjaja, pengamen, tukang kumpul amal, dan sebagainya menumpang hidup dalam dunia kecil yang bernama bus.

Posting Komentar untuk "Dunia Kecil di Dalam Bus"

  • Bagikan