Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

LURING Bersama Batman Teacher



Batman Teacher adalah julukan bagi Ibu Widayanti. Ia dijuluki demikian karena buku berjudul Batman Teacher buah karyanya laris dan populer. Buku tersebut viral sampai ke Cina dan sudah diterjemahkan ke dalam dua bahasa asing.

Selain sebagai penulis kreatif, Ibu Widayanti juga seorang guru. Ia guru sekolah dasar di SD Negeri Kapedi I Kabupaten Sumenep. Berdasarkan keputusan bersama empat kementerian tentang penyelenggaraan sekolah masa pandemi, Ibu Widayanti memilih bergerilya mengajar dengan menggunakan gudang milik walimurid. Ia memilih pembelajaran Luar Daring (luring) dengan dua alasan utama. Pertama, siswa kelas 2 perlu perhatian lebih dalam hal materi pembelajaran khususnya membaca dan menulis. "Kasihan anak-anak kelas 2. Online bisa saja, tapi orangtua belum siap. Kemampuan IT gak merata, signal, dan paket data. Dan yang paling utama adalah masih harus mengajari mereka baca tulis sehingga lancar. Yang gak bisa dilakukan dengan mudah saat online." Begitu jawabannya saat ditanya penulis.



Ketika ditanya mengapa memilih gudang milik warga, ia menjawab bahwa latarnya luas sehingga tepat untuk memenuhi protokol kesehatan. Dan, pemilik tempat tersebut bersuka hati ditempati belajar anak-anak. Bahkan pemilik menyediakan air bersih, untuk cuci tangan. Sungguh luar biasa. 

Adapun teknis yang dilakukan guna memenuhi protokol kesehatan di masa pandemi, khususnya yang berzona merah ini, Ibu Widayanti menjelaskan bahwa ia menyiapkan tempat cuci tangan, penggunaan masker, bahkan disiapkan secara mandiri Faceshield (karyanya sendiri), dan mengatur jarak. Tiap siswa berjarak 1,5 meter radius. Tidak boleh ada sentuhan fisik, ini saya lakukan demi mereka, tegasnya. Ia juga menyediakan alas yang sudah tertata untuk ditempati duduk siswa ketika belajar.

Lokasi gudang tempat para siswa belajar secara luring tersebut terletak di sepanjang jalan raya Kapedi. Jalan protokol menuju Kabupaten Sumenep dari arah Pamekasan. Tepat dipinggir jalan. Wali siswa dan siswa tidak kesulitan menemukannya. Juga memudahkan kehadiran dan kepulangan mereka.

Selanjutnya ia juga menjelaskan bahwa para siswa membawa bekal sendiri, mereka membawa makanan sendiri. Begitu pula dengan gurunya. Tentu karena di tempat tersebut tidak ada kantin atau warung. Sekaligus juga demi mengontrol konsumsi anak-anak ketika di luar rumah. Makanan dari rumah, dipastikan sehat untuk mereka. 

Saat kehadiran dan kepulangan siswa, ia juga mengaturnya agar tidak terjadi kerumunan. Ia memanggil satu per satu masuk, dan ketika pulang ia pun juga memanggil satu per satu untuk pulang. Lebih lanjut ia menuturkan bahwa para siswanya diajak tertib. Mereka bersuka hati tertib karena semangat mereka untuk belajar. "Yang tidak tertib, besok tidak boleh datang lagi, online saja!" Begitu tegasnya. Selamat berjuang Ibu Widayanti., demi generasi emas.



Posting Komentar untuk "LURING Bersama Batman Teacher"