Mitos, Mistis, Etos, dan Romantisme dalam Novel "Laskar Lempung" - CocokPedia
Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

Mitos, Mistis, Etos, dan Romantisme dalam Novel "Laskar Lempung"


Oleh Yosuki Kiyabaru, Penikmat Sastra dan Budaya


Penulis berhasil merekam dan menyusun cerita Si Badrul tentang kegetiran, kegelisahan, dan kebahagiaan bahkan ia juga menceritakan mitos, mistis, etos serta dari perjalanannya. Penulis berhasil menguak semua protes sosial tentang bobroknya sistem pendidikan pada di daerah tempat tugasnya. Ada sisipan romantism pada kisah Badrul ketika mendapatkan pujaan hatinya.
Yang paling saya kagumi dari kisah Laskar Lempung yang mewakilkan tokoh utamanya kepada Badrul, penulis menyebut nama Tuhan berkali-kali. Seakan-akan si penulis dan Badrul ingin mengatakan bahwa Tuhan selalu ada meskipun di tempat yang terpuruk. Penulis telah berhasil membuat pembaca merasakan semua perjalanannya.
Dikisahkan pula di dalamnya tentang angka-angka dan doa-doa yang tidak biasa. Muatan tersebut seolah-olah mengajak pembaca berpikir mendalam tentang apa sebenarnya yang disisipkan penulis dari kisah Badrul dalam Laskar Lempung tersebut.
Penulis juga begitu lengkap menampilkan sosok negeri Tanah Liat, Negeri Lempung, yang berada di desa Paliat, Kecamatan Sapeken Kabupaten Sumenep mulai dari kultur, struktur, dan adat budayanya. Walaupun dikemas sekelumit berupa cuplikan dan potongan kisah hal tersebut telah sangat menggambar situasi dan kondisi yang dialami Badrul secara utuh.
Ada temuan unik, ketika penulis mengulang-ulang kisah Badrul di beberapa bagian, namun sebenarnya merupakan penjelasan selanjutnya dari potongan-potongan kisah sebelumnya. Penulis sengaja membuat kepingan puzzle yang akhirnya utuh menjadi kisah Laskar Lempung yang memukau.
()


"Dalam kenyataan terburuk pun selalu ada mimpi yang terindah.”
(Badrul Komar, Pendidik)

Posting Komentar untuk "Mitos, Mistis, Etos, dan Romantisme dalam Novel "Laskar Lempung""

  • Bagikan