Dunia dalam Buku - CocokPedia
Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

Dunia dalam Buku



Karya Neysha Agatha Anindiar 
(Pemenang Lomba Cerpen Fantasi Anak 2018)


Lisa. Ya, itu namanya. Ia adalah seorang anak perempuan cantik nan anggun. Ia bersekolah di sebuah sekolah menulis yaitu Writing School atau yang biasa disingkat WS. Itu adalah sekolah khusus menulis yang terkenal. Lisa adalah anak yang baru masuk kelas 2 atau lebih tepatnya ia baru saja naik ke kelas 2. Lisa sangat suka membaca dan menulis.
Di suatu pagi yang cerah di Writing School, Lisa berjalan sendiri menuju kelas menulisnya di tingkat 4 Writing School. Tingkat 5 untuk anak kelas 1, tingkat 4 untuk anak kelas 2 dan seterusnya, sedangkan aula dan lainnya di gedung yang berbeda. Saat Lisa akan naik tangga, ia melihat banyak orang berkumpul di madding sekolah. Lisa langsung menuju tempat itu sambil bergumam “ada apa itu?”. Saat Lisa berhasil menembus kerumunan orang, ia membaca bahwa akan ada lomba menulis cerpen fantasi. Melihat pengumuman lomba tersebut Lisa sangat antusias untk mengikuti lomba tersebut. Tapi ada rasa minder di hatinya karena akan bersaing dengan anak kelas 5 yang dianggapnya mampu memenangkan lomba.
Kriiing… kriiiiing…. Bel istirahat berbunyi. Lisa meneruskan niatnya untuk ikut lomba cerpen fantasi dengan mencari referensi di perpustakaan.  Sesampainya Lisa di perpustakaan, ia lega karena tidak banyak pengunjung yang datang. Ia jadi lebih leluasa berlama-lama mencari buku yang dirasanya dapat membantunya menulis cerpen fantasi.  Setiap rak ia hampiri, hingga akhirnya ia memutuskan untuk mencari di rak cerpen.
“Di mana ya?” gumam Lisa sambil terus berjalan mengitari rak cerpen. Saat Lisa tengah sibuk mencari, Lisa dikagetkan oleh buku yang tiba-tiba jatuh dari rak. Ia menoleh ke kanan dan ke kiri, tidak ada pengunjung lain selain dirinya. “Kenapa buku ini tiba-tiba jatuh”, gumam Lisa. Lisa kemudian menunduk dan mengambil buku itu. Betapa senangnya Lisa setelah membaca judul buku yang baru saja diambilnya; Cerpen Fantasi.
“Waaah ini dia buku yang dari tadi aku cari,” ucapnya. Lisa melonjak kegirangan lalu berlari-lari kecil tidak sabar untuk segera membacanya. Saat ia serlari-lari itulah buku itu terlepas dari tangannya, jatuh kemudian terinjak olehnya. Tiba-tiba Lisa seolah terjatuh ke dalam terowongan yang panjang.
“Aaaaaaaaaaaa… tolooong!!” teriak Lisa. Bruuuuukk... suara badan Lisa tersungkur
“Aduuuuhh.. Apa yang terjadi?” keluh Lisa sambil meringis kesakitan. Saat Lisa melihat sekelilingnya, ia terbelalak kaget menyadari dirinya jatuh di sebuah buku yang sangat besar, di sekelilingnya juga banyak rumah, gedung, mobil dan jalanan yang terbuat dari kertas dan buku. Belum selesai kaget yang dialami Lisa, ia kembali dikagetkan oleh sebuah suara.
“Mau kutolong?” Tanya makhluk aneh yang tiba-tiba muncul dan menjulurkan tangannya pada Lisa.
“Siapa kau?” Tanya Lisa menutupi rasa takutnya.
“Harusnya aku yang bertanya padamu. Siapa dan dari mana asalmu.” Balas makhluk aneh itu.
“Makhluk ini tidak terlalu menakutkan, cara bicaranya begitu halus dan imut” kata Lisa dalam hati. Lisa pun menjawab dengan lebih tenang dan bersahabat,
“Oh, hai! Namaku Lisa. Aku berasal dari sekolah Writing School.” Lisa berpikir sejenak kemudian menjelaskan, “Aku berasal dari bumi. Aku datang ke sini tanpa sengaja. Tadi aku juga tidak sengaja menjatuhkan dan menginjak sebuah buku yang akan aku pelajari.”
“Oh, jadi kau yang dikirim Lia untuk kuajarkan tentang cerpen fantasi ya?” kata makhluk aneh itu.
“Hah? Apa maksudmu? Siapa Lia?” Tanya Lisa tidak mengerti.
“Baiklah, akan aku jelaskan. Sini ikuti aku.” Kata makhluk aneh itu.
Makhluk aneh itu mengajak Lisa duduk di kursi yang berbentuk buku.
“Lisa, aku senang sekali Lia mengirimmu ke sini. Namaku Fanny.” Katanya memperkenalkan diri sambil tesenyum.
“Aku akan mengajarimu tentang cerpen fantasi. Kamu ingin belajar menulis cerpen fantasi kan?” kata Fanny dengan mata berbinar dan senyum yang tidak penah lepas dari bibirnya yang berwarna seperti buah labu.
“Iya betul, aku ingin sekali mempelajarinya. Dari mana kamu tahu Fanny?” Tanya Lisa penuh semangat.
“Kamu bisa berada di sini karena dikirim oleh Lia. Lia adalah presiden di negeri ini. Ia pula yang menulis buku yang ingin kamu pelajari tadi. Setiap anak yang dikirim Lia ke sini pastilah memiliki kemauan yang kuat untuk belajar. Kamu juga pasti termasuk anak dengan kemauan yang kuat untuk belajar sehingga Lia mengirimmu ke sini.” Jelas Fanny
 “Waahh kalau begitu aku adalah anak beruntung yang terpilih bisa datang ke tempat ini. Aku jadi tidak sabar untuk segera belajar, Fanny.” Kata Lisa senang.
“Aku juga senang bisa bertemu dengan anak yang penuh semangat sepertimu.” Kata Fanny sambil tersenyum dan sesekali mengedip-ngedipkan matanya.
“Tapi untuk hari ini aku akan mengajarkanmu dasarnya saja. Kamu harus mengingatnya dengan baik.”
Lisa mengangguk dan siap menyimak penjelasan Fanny dengan penuh semangat. Fanny pun memulai penjelasannya dan menyampaikan poin penting yang harus dipahami Lisa,
“Jadi Lisa, yag harus kau pahami; cerpen fantasi adalah cerita pendek yang memakai imajinasi kreatif dan di luar batasan.”
Lisa mengangguk-angguk tanda mengerti penjelasan Fanny.
“Kalau kamu sudah paham, hari ini kita belajar sampai di sini dulu ya. Besok kamu datang ke sini lagi. Kata Fanny.
“Baiklah, Fanny. Besok aku akan segera kembali.” Kata Lisa meyakinkan.
“Eeiiit.. Tunggu dulu. Kamu hanya boleh keluar dari sini setelah dapat menjawab pertanyaan tentang apa yang kamu pelajari agar aku bisa menyampaikan pada presiden Lia.”  Jelas Fanny.
Maka fanny pun memberi beberapa pertanyaan pada Lisa. Karena telah menyimak penjelsan Fanny dengan baik, Lisa pun bisa menjawab semua pertanyaan dengan baik. Setelah menjawab semua pertanyaan, Lisa menyentuh jari kelingking Fanny dan Lisa pun dapat kembali ke perpustakaan dan pulang ke rumah. Sesampainya Lisa di rumah, ia terus belajar dengan penuh semangat.
Keesokan harinya, Lisa pergi menemui Fanny unuk kembali belajar tentang cerpen fantasi. Ilmu baru lagi-lai didapatkan Lisa dari Fanny. Lisa begitu senang dan bersemangat. Hampir setiap hari Lisa pergi menemui Fanny hingga ia paham betul tentang cerpen fantasi.
Hari perlombaan menulis cerpen fantasi pun tiba. Lisa berkumpul di aula sekolah WS yang besar untuk mengikuti lomba.
“Baiklah anak-anak, hari ini lomba menulis cerpen fantasi akan dimulai. Masing-masing anak sudah mendapat laptop. Dilarang menjiplak karya oang lain. Lomba ini dimulai sekarang, tulislah cerita yang berasal dari imajinasi kalian sendiri.” Jelas Bu Ela Kepala WS.
Aula WS hening seketika. Setiap anak larut dalam imajinasinya. Lisa langsung menuliskan ceritanya. Rasa khawatir karena harus bersaing dengan anak yang kelasnya lebih tinggi berusaha ia hilangkan. Ia berusaha untuk menulis dengan santai dan tenang.
Tiiing.. bel tanda selesainya lomba berbunyi. Lisa pun mengumpulkan cerita yang ditulisnya.
“Anak-anak, pemenang lomba akan diumumkan besok di aula sekolah pukul 09.00 WIB ya. Kalian bisa ke sini untuk melihat pengumumannya.” Bu Ela memberikan penjelasan.
Lisa kemudian pulang dengan senyum lega tapi sedikit tegang. Dalam hati ia berkata akankah ceritanya menjadikannya pemenang mengalahkan anak-anak lainnya.
Keesokan harinya, di aula sekolah semua anak-anak yang mengikuti lomba berkumpul. Mereka tidak sabar mngetahui siapa pemenangnya. Lisa pun sama. Dengan penuh tegang Lisa mendengar semua juara yang dibaca Bu Ela.
“Baiklah anak-anak, juara 3 adalah… Fira dari kelas 5! Silahkan naik ke atas panggung.” Kata Bu Ela diiringi tepuk tangan yang meriah.
“Selanjutnya…. “ kata Bu Ela. Juara 2 jatuh kepada… Sabita dari kelas 5!” tepuk tangan kembali bergemuruh.
Lisa semakin resah, namanya belum juga disebut
 “Waduh, bagaimana ini. Juara 3 dan juara 2 dari kelas 5. Apakah aku yang kelas 2 bisa menang?” Tanya Lisa pada dirinya sendiri.
“Juara 1 akan naik ke kelas 5 dan mendapatkan trofi besar. Siapa dia? Dia adalah… Li.. sa…”
Begitu medengar namanya disebut, Lisa kaget dan sangat senang. Lisa seolah tidak percaya dirinya bisa menjadi juara satu menulis cerpen fantasi.
“Terima kasih Fanny dari Negeri Buku”, gumam Lisa.

Posting Komentar untuk "Dunia dalam Buku"