Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

Na, Dalam Lingkaran Angan




“Esok..., saat sang waktu membawa kita menua. Aku ingin kita selalu saling dekap. Esok..., saat senja menggantung di pucuk dahan itu, aku ingin kau di sini, di sisiku. Saat hati tergurat gundah, resah selimuti hati, aku ingin hanya kamu,usap gundah singkirkan resah dengan hangat dekapmu.”




Itulah kalimat pembuka yang tertulis di buku Dalam Lingkaran Angan, karya Ratna Perwitasari, dengan nama panggilan Na. Antologi cerpen dan sekaligus puisi dalam buku tersebut melambangkan perkasihan yang romantis antara cerpen dan puisi. Perkasihan yang merupakan simbol dari keseluruhan isi Dalam Lingkaran Angan. Semua rasa rindu, resah, sedih, senang menjadi pancaran kemesraan yang menghiasi buku tersebut.
Buku antologi yang dicetak dan diterbitkan oleh Ellunar, April 2018, merupakan kristal-kristal cinta yang diungkapkan penulis dalam dua jenis fiksi. Seolah-olah penulis sengaja menyuguhkan hidangan pembuka dan penutup sekaligus dalam jamuan makan istimewa para pekasih.
Cerita pertama diawali dengan tokoh Awang, sang pacar. Sebuah narasi yang mengejutkan. Awang tiba-tiba meminta baju putih untuk berangkat bekerja ke luar kota padahal tidak pernah ada baju putih di lemarinya. Ternyata sebuah isyarat bahwa kekasih Dona, Awang tercintanya, meninggal kecelakaan saat perjalanan dengan baju merah muda. Cerita itu ditutup dengan diary Awang yang tertulis:

“Teruslah melangkah, gapai cita dan cinta, meski aku tak di sisimu lagi. Kamu tahu, suatu hari nanti, kamu akan kehilanganku. Aku dengan candaku, aku dengan sabarku padamu, kamu tahu suatu hari nanti, kamu akan begitu merindukanku. Seperti aku yang selalu merindukanmu. Tanpa pernah dapat mendengar suaraku lagi. Tak pernah dapat melihat senyumku lagi. Langit tak akan lagi sama. Meski kau tahu itu langit kita. Tak perlu risau kasih, hingga saat itu datang. Kamu adalah damar hatiku, selalu selamanya.” WOW.

Itu baru cerita awal. Dalam narasi selanjutnya lebih banyak lagi kejutan-kejutan seperti sengatan listrik tapi nikmat. Hanya ada beberapa kata yang lolos dari kekuasaan sang editor, tapi secara keseluruhan isinya luar biasa. Selamat, Na, untuk Dalam Lingkaran Angan. Ditunggu karya berikutnya.

(Pemesan bisa langsung ke penulis Na Wa di 081233888590)

Posting Komentar untuk "Na, Dalam Lingkaran Angan"