KEBIJAKAN ZONASI PPDB 2017 BERPELUANG MENGKUFURKAN MASYARAKAT - CocokPedia
Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

KEBIJAKAN ZONASI PPDB 2017 BERPELUANG MENGKUFURKAN MASYARAKAT

Gambar: https://kumparan.com
Kebijakan Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan tentang Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) 2017 menuai bermacam-macam dampak dalam masyarakat. Berbagai tudingan juga mengarah langsung kepada Muhadjir, Menteri Pendidikan. Beberapa masyarakat menuding kebijakan tersebut sebagai penghambat siswa dalam memilih sekolah yang diinginkan. Muhadjir membantah tudingan tersebut dengan memberikan jawaban justru kebijakan tersebut memberikan perlindungan yang layak bagi peserta didik di bidang pendidikan.
Beberapa sekolah di Bandung menolak siswa miskin. Di Bekasi menerapkan kuota 60% untuk jalur zonasi. Di Sulawesi Selatan tidak menerima Calon Siswa dari luar daerah. Begitu banyak fakta-fakta menarik di masyarakat yang mengundang pro-kontra.
Dalam kebijakan bari PPDB 2017 terdiri dari dua jalur. Pertama, zonasi. Kedua, reguler/online. Pada jalur zonasi ditetapkan 90% kuota dengan input calon siswa yang berasal dari daerah setempat sedangkan 10%nya dibolehkan terima input calon peserta didik dari luar daerah. Dari 90% kuota zonasi, terkurangi dengan 20% calon peserta didik baru yang berasal dari keluarga tidak mampu (miskin). Tentu hal ini harus disertai dengan surat keterangan resmi yang ditetapkan oleh desa/kelurahan setempat.
Yang menjadi urgensi kebijakan tersebut adalah terletak pada dampak tak terduga yang harus pemerintah evaluasi. Kalau dampaknya hanya pada tidak diterimanya calon peserta didik di sekolah tertentu, tidak terlalu masalah. Bukan hal yang prinsip. Bukan masalah jika tidak diterima dalam jalur zonasi karena nilainya tidak memenuhi syarat dan harus mengalah mendaftarkan ke sekolah lain yang agak jauh serta pula mengalah kepada calon peserta didik baru yang berstatus miskin yang justru nilainya lebih buruk.
Sekali itu bukan masalah. Orang tua masih mau dengan legawa menerima dengan terpaksa atau suka rela. Yang menjadi masalah prinsip adalah dengan adanya kebijakan jalur zonasi PPDB 2017 berdampak pada nilai keimanan para orangtua yang memaksakan diri memilih sekolah dalam jalur zonasi dengan mengaku miskin. Pengakuan kemiskinan tersebut tanpa rasa malu tanpa mengukur dengan rinci apakah mereka termasuk dalam indikasi orang miskin? Jika tidak mereka telah dengan sengaja mengkufurkan diri. kufur berarti mengecilkan karunia Tuhan. Kufur mendekati kekafiran. Jalur zonasi sangat memberi peluang kepada masyarakat untuk kufur.
Peluang berbuat kufur yang dipayungi hukum ini harus benar-benar dievaluasi ulang oleh pemerintah. Tetaplah berpedoman pada Ing Ngarso Sung Tulodo (bukan Ing Ngarso Urbar Suworo); Ing Madyo Mangun Karso (bukan Ing Madyo Numpuk Bondho); dan Tutwuri Handayani (bukan Tutwuri Mbayani). Silakan, Pak Menteri Pendidikan, ditimbang-timbang pesan Ki Hadjar Dewantara tersebut! Posisi Anda pada Ing Ngarso Sung Tulodo, bukan Ing Ngarso Umbar Suworo!


Posting Komentar untuk "KEBIJAKAN ZONASI PPDB 2017 BERPELUANG MENGKUFURKAN MASYARAKAT"