Indonesian Old Cinema Museum dan PARFI Malang Menyelenggarakan Parade Film Indie - CocokPedia
Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

Indonesian Old Cinema Museum dan PARFI Malang Menyelenggarakan Parade Film Indie








Drs. Hariadi, Akp, pada gambar merupakan owner dari Rumah Makan Ringin Asri Malang. dedikasinya terhadap perfilman ia buktikan dengan membangun Indonesian Old Cinema Museum (ICMM) di Malang. Tepat di Rumah Makan Ringin Asri miliknya. Yang beralamat di Jalan Sukarno Hatta nomor 45 Malang. 

ICMM ia dirikan April 2017 dengan menggandenga budayawan-budayawan kota Malang. Ditangannya terselematkan pita-pita film lawas dari berbagai judul dan masa pembuatannya. museum yang ia bangun paling tidak menjadi sebuah laboratorium perfilman Indonesia yang berada di Malang. Selain itu juga bisa sebagai tempat bincang tentang ide-ide kreatif tentang perfilman.

Baru-baru ini, 28 Mei 2017, bersama Persatuan Artis Film Indonesia (PARFI) menyelenggarakan Parade Film Indie. Dari 17 film indie yang masuk ke panitia, dikupas tuntas oleh Tengsoe Tjahyono (Penulis dan Dosen Unesa), Djati Kusumo (budayawan), Bimurwoto (budayawan), Azis Franklin (pendongeng keliling), dan Zeva Yustia (Alesha Room Private Course).  

Salah satu kupasannya disampaikan Tengsoe. Menurutnya membuat film indie sama dengan membuat puisi. Singkat tapi penuh isi. Tetapi ketika ditulis dengan dalam bentuk narasi atau deskripsi akan menjadi sekian banyak pesan. Tingkat kerumitan film indie dan film panjang memiliki tingkat kerumitan yang berbeda. Hal terpenting adalah pesan filmnya tersampaikan dengan menarik kepada penonton. Semakin wajar, semakin natural, sebuah film akan semakin bagus.


Sedangkan Djati, yang juga mantan aktor film lawas, mengajak semua peserta film indie untuk kembali membuat film untuk disayembarakan berdurasi 7 menit. Hadiah juara 1 hingga hiburan akan ia tanggung secara pribadi. Tema yang harus diangkat adalah kebudayaan lokal dengan latar sejarah kerajaan Singosari.

Adapun tujuan penyelenggaraan parade film indie menurut ketua penyelenggara, Louis Wahyu, sebagai pendataan awal peminat dan pemroduksi film di kota Malang sekaligus suntikan semangat bagi penggiat perfilman Indonesia khususnya di kota Malang. Hal senada juga disampaikan oleh Agus Hartono, selaku ketua PARFI. 

Disela-sela penayangan film indie juga ditayangkan cuplikan film-film lawas sebagai pembanding. Salah satunya cuplikannya adalah film Walisongo.  Selain itu juga digelar diskusi singkat mengenai proses kreatif dari masing-masing film indie yang berhasil tayang.



Posting Komentar untuk "Indonesian Old Cinema Museum dan PARFI Malang Menyelenggarakan Parade Film Indie"

  • Bagikan