Mendadak Religius Bermodal Copy Paste - CocokPedia
Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

Mendadak Religius Bermodal Copy Paste

Mendadak Religius Bermodal Copy Paste 





Masa kini lagi maraknya status, postingan, dan wacana di media sosial yang isinya terkesan religius. Tidak banyak kenal siapa yang memposting wacana-wacana tersebut pertama kali. Seperti jamur di musim hujan, mendadak ramai di media sosial baik teks atau gambar religius. Ketika cocok postingan tersebut dicopypaste (copas) kemudian dishare. Mudah! Terkesan sekali si pengcopypaste itu sangat religius. Maka diperolehlah kesan di kalangan si  pengcopypaste bahwa ia sangat religius pantas diberi gelaran sang ustad atau kyai, hanya gara-gara copas dan share. Satu postingan copas kemudian dibagikan lagi ke media sosial yang lain seperti FB, WA, Line, Instagram, dan sebagainya dalam satu waktu yang sama. WOW.

Bahkan, ada yang memposisikan sebagai satpamnya waktu solat. Hanya dengan bermodal gambar yang berisi seruan: “Ayo, salat tahajud!”, “Waktunya solat!”, “Biar tambah ganteng, Jumatan, yuk!” Terkesan sangat religius. Sepertinya sangat pasti mengajak kepada kebaikan. Agama itu hal yang sangat privasi. Agama itu urusan pribadi dengan Tuhan. Anda tahu orang yang pertama memposting hal dan gambar seperti itu? Anda yakin orangnya beragama Islam? Anda kenal dengan baik akhlaknya? Jangan-jangan Anda hanya sekedar mengcopas dan sekedar memposting. Jangan-jangan Anda bukan yang sebenarnya diri Anda! Hahaha.

Apakah sebenarnya Anda ingin memberitahukan kepada penduduk dunia bahwa Anda telah melakukan kebaikan? Apakah sebenarnya Anda ingin memberitahukan kepada semua makhluk, hidup dan tak hidup, bahwa Anda telah melakukan ibadah yang seharusnya privasi? Apakah sebenarnya Anda ingin memberitahukan kepada semua umat dari Nabi Adam hingga sekarang bahwa Anda sangat dekat dengan Tuhan sehingga bisa Anda pamerkan? Kalau jawaban Anda TIDAK atas pertanyaan aneh ini, apakah sebenar-benar tujuan dan keinginan Anda?

Atau jangan-jangan Anda telah merasa tidak mempunyai kemampuan untuk mandiri, berlogika sendiri, berhikmah sendiri, sehingga Anda mudah merasa cocok dengan apa pun yang menurut Anda sesuai dengan keinginan Anda memberitahukan kebaikan Anda. Tunggu, tunggu! Sepertinya Anda sedang tiru-tiru. Dan dengan sedikit tipu-tipu dengan copas Anda mencoba mencitrakan diri Anda baik. Apakah benar Anda melakukan pencitraan diri dengan gratis? Yah, gratis! Tanpa membeli tinggal copas, share, done! Padahal photocopy saja hingga sekarang masih berbayar: Rp 200 per lembar. Tidak ada yang gratis! Mengapa Anda tidak bermodal? Kencing juga berbayar di ruang publik, lo. Rp 2000 per sekali buang. Hahaha!

Copas adalah melubangi genteng-genteng rumah sendiri yang tadinya tidak bocor menjadi bocor. Sepertinya tidak konek pengertian copas ini tapi tak ada salahnya dicari titik sambungnya biar sedikit kreatif. Tidak lagi copas.

Pengertian yang lain menurut Fulan, copas adalah membolongi baju dengan menyundutnya dengan api rokok. Masih menurut Fulan, kalau bolongnya Cuma satu atau dua sih mending. Tapi, kalau terus menerus dibolongi, tak ada artinya lagi kemanfaatan baju itu. Wah, lebih tidak konek lagi sepertinya. Biarlah begitu. Toh, nanti akan tersambung dengan sendirinya dengan syarat jika ....





Posting Komentar untuk "Mendadak Religius Bermodal Copy Paste "